Home / Kalbar

Kamis, 7 September 2017 - 17:07 WIB

Polisi Bonti Libas 6 Mesin PETI

Anggota Polisi ketika melakukan penwrtiban PETI. (Foto: Firmus)

SANGGAU, LANDAKNEWS – 6 buah rakit beserta mesin dongfeng milik pelaku penambangan emas tanpa izin (PETI) di Dusun Labak, Desa Kampuh, Kecamatan Bonti melakukan aktivitas penambangan.

Rabu (6/9/2017) dilakukan penertiban oleh Polsek Bonti.

Lagi-lagi kepolisian belum berhasil menangkap para pelakunya karena melarikan diri setelah anggota kepolisian tiba dilokasi.

Sebelumnya juga sudah pernah ditertibkan namun kembali muncul aktivitas serupa.

“Ada 6 rakit dan mesin untuk aktivitas PETI yang ditertibkan. Sebelumnya sudah ditertibkan dan didapati 9 rakit. Ternyata mereka memulai lagi aktivitas penambangan ditempat yang sama,” ungkap Kapolsek Bonti, IPDA Rahmad Kartono.

Baca juga  Karolin-Gidot Jamin Lapangan Pekerjaan dan Infrastruktur bagi Masyarakat Kalbar

Menurutnya, pada tanggal 4-5 September 2017 ada beberapa pesan singkat dari masyarakat yang mengeluhkan aktivitas PETI mulai marak lagi dilokasi tersebut.

Sehingga pada tanggal 6 September 2017 kepolisian berjumlah 13 personil kembali melakukan penertiban langsung di lokasi tersebut.

Pada saat anggota tiba di lokasi, ada 2 dari 6 mesin yang beroperasi.

Namun para pelaku yang melihat kedatangan polisi langsung melarikan diri.

“Kami berkoordinasi dengan kepala dusun dan tokoh masyarakat disekitar lokasi penambangan tersebut dan atas permintaan warga setempat agar rakit-rakit tersebut dibakar sehingga tidak ada lagi aktivitas penambangan liar yang meresahkan warga,” ujarnya.

Baca juga  Fransiskus Diaan Harap Ada Peningkatan Bagi Hasil Pajak Untuk Kapuas Hulu

Atas koordinasi tersebut, kepolisian menertibkan mesin-mesin tersebut serta membakar rakit-rakit yang digunakan oleh penambang. Sejumlah barang di lokasi tersebut juga langsung dilakukan pemusnahan.

“Mengingat tidak memungkinkan barang bukti dibawa ke Mapolsek karena jarak tempuh dan bobot mesin yang berat sehingga semua dimusnahkan di lokasi,” tegasnya.

Rahmad mengingatkan para pelaku PETI agar tidak lagi melakukan aktivitas penambangan liar yang berdampak bagi masyarakat sekitar terutama akan berdampak pada pencemaran lingkungan khususnya air bersih. (Fir)

Share :

Baca Juga

Kalbar

Pemerintah Kota Pontianak Fokus Tata Kawasan Wisata Tugu Khatulistiwa

Kalbar

Seluruh Kader Partai Demokrat Siap Jadi Jurkam Pemenangan Karolin-Gidot

Kalbar

Tim Satgas Posko Sepulut Temukan 4 Pemudik yang Akan Masuk Sintang Positif Covid-19

Kalbar

Profil Singkat Calon Sekda Provinsi Kalbar, Vinsensius, S.Sos.,MMA

Kalbar

Fathurahman Raih Nilai Tertinggi Tahfiz 10 Juz

Kalbar

PKK Provinsi Kalbar Ikuti Parede Nusantara

Kalbar

Bupati Sanggau Launching Pembayaran Pajak Daerah Secara Elektronik

Kalbar

Stabil, Stok Sembako di Sanggau Kalbar Aman
error: Content is protected !!