Home / Kalbar

Kamis, 22 April 2021 - 00:07 WIB

Fransiskus Diaan Harap Ada Peningkatan Bagi Hasil Pajak Untuk Kapuas Hulu

KAPUAS HULU (LANDAK NEWS) –  Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Optimalisasi Pemungutan Pajak Pusat dan Daerah antara DJP – DJPK – Pemerintah Daerah tahun 2021.

Penandatanganan dilakukan di ruang rapat Bupati, Sekretariat Daerah Kapuas Hulu, Rabu (21/4/2021). Kapuas Hulu adalah satu dari 84 daerah se-Indonesia yang melakukan penandatanganan PKS secara virtual.

Penandatanganan disaksikan jajaran Direktorat Jendral (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan Republik Indonesia serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Indonesia.

Terkait penandatanganan PKS, Dirjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Astera Primanto Bhakti, mengatakan bahwa penerimaan pajak pusat dan daerah tak terlepas dari berbagai pihak. Ini merupakan ketiga kalinya melalukan penandatanganan PKS dengan daerah, sejak tahun 2019.

Baca juga  Dua Kabupaten di Kalbar Nobar Film G30S/PKI

“Ini awalnya kerjasama dalam rangka melengkapi dan memberi data. Kami membutuhkan data dan informasi terkait pajak,” ujarnya.

Sekarang ini, lanjutnya, ada 84 Pemda yang melakukan penanda tanganan antara Pemda dan Kemenkeu. Ia menuturkan selisih omset pendapatan sebelumnya adalah 7,31 triliun, dari Pemda secara nasional.

“Pemda memberi kontribusi luar biasa,” ungkapnya.

Astera menghimbau agar Pemda terus melakukan refokusing dan relokasi anggaran secara baik. Manfaatkan kerjasama ini karena penerimaan pajak yang ada akan jadi bagi hasil daerah.

“Ada bagi hasil untuk daerah, bisa maksimalkan pendapatan,” ujarnya.

Kasatgas Direktorat Litbang KPK, Niken Ariati, mengatakan bahwa pihak dari awal selalu mengawasi pendapatan negara. Mulai dari pemungutan hingga pemanfaatannya.

Baca juga  UT Pontianak Gelar Workshop Penulisan Karya Ilmiah di SALUT Landak

“KPK menekankan pembangunan dan perbaiki data base pajak serta dorong inovasi,” tegasnya.

KPK, kata Niken, selalu mendorong kemandirian viskal daerah. Sejauh ini baru 4 provinsi yang sudah dari 34 provinsi yang ada.

“Penandatanganan PKS harus ada penambahan pajak dalam angka yang positif. Kami harap PKS bisa di implementasikan,” ujarnya.

Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan menyambut baik kerjasama dalam peningkatan pungutan pajak tersebut. Pajak berperan penting dalam pembangunan daerah.

“Saya berharap dari kerjasama ini ada juga peningkatan bagi hasil pajak ke Kapuas Hulu, untuk pembangunan daerah,” tuntasnya. (Hrn/Suara Boreno).

Share :

Baca Juga

Kalbar

Masyarakat Ketapang Nilai Karolin-Gidot Paling Mampu Lanjutkan Pembangunan di Kalbar

Kalbar

Karolin Ajak CU Atasi Persoalan Rakyat

Kalbar

Pendidikan Suku Dayak Jadi Prioritas Karolin Gidot

Kalbar

Polres Singkawang Tangkap Pelaku Pemerkosa Remaja

Kalbar

Setelah 6 Bulan Menjabat, Aron Akan Rombak SKPD Sesuai Kompetensi

Kalbar

Karolin Siap Realisasikan Perpustakaan Islam Yang Presentatif, Untuk Menunjang Pembangunan SDM Kalbar

Kalbar

Apresiasi Kinerja Cornelis,  Warga Pontianak Kota Pilih Karolin-Gidot

Kalbar

Karolin – Gidot Libatkan Semua Elemen Wujudkan Kalbar Hebat
error: Content is protected !!