Suasana penyerahan bantuan secara simbolis di Ngabang.
NGABANG, LANDAK NEWS – Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalimantan Barat mengelar aksi solidaritas bagi korban banjir di Kabupaten Landak, Ketua DAD Kalbar, Ir. Jakius Sinyor mengatakan aksi solidaritas itu merupakan sebuah bentuk kepedulian DAD terhadap masyarakat yang terkena dampak banjir bandang di sejumlah kecamatan yang ada di Kalimantan Barat.
“Kami dari DAD Provinsi Kalimantan Barat menyerahkan bantuan kepada korban banjir di 3 kecamatan yang ada di Kabupaten Landak. Ini adalah suatu kepedulian dari kami, saya katakan tadi bukan hanya dilihat dari nilainya tetapi bagaimana kepedulian kita terhadap masyarakat kita yang terkena bencana ini,” tuturnya di Aula Rumah Dinas Ketua DPRD Kabupaten Landak, Minggu.
Pada kesematan itu hadir, Ketua Biro Penanggulangan Bencana DAD Kalbar, Angelina Fremalco, SH, Sekertaris DAD Kalbar, Glorio Sanen, SH, Wakil Ketua DAD Kabupaten Landak, Yohanes Meter serta jajaran pengurusnya.

Jakius yang dilantik pada 25 Juli yang lalu ini mengatakan salah satu tugas yang tertuang didalam visi dan misi DAD Kalbar yang dipimpinnya adalah untuk membantu terutama masyarakat yang ada di pedalaman dan terkena bencana.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Pemda Landak, Mantan Kadis PUPR Kalbar itu memaparkan jumlah penerima bantuan di setiap kecamatan dan jumlah bantuan yang akan disalurkan.
“Untuk Kabupaten Landak, kami telah menerima data, ada 3 kecamatan yang akan kami salurkan bantuan yaitu Kecamatan Ngabang, Kuala Behe dan Sompak. Untuk Kecamatan Ngabang ini sendiri terdapat 30 KK, kemudian Kecamatan Kuala Behe ada 61 KK, sedangkan untuk Kecamatan Sompak itu ada 56 KK. Sehingga jika kita totalkan itu ada 147 KK. Adapun bantuan yang kita serahkan ke DAD Kabupaten Landak adalah 2 ton beras dan Indomie sebanyak 150 dus,” kata Jakius.
Sementara itu, Ketua Biro penanggulangan bencana DAD Provinsi Kalimantan Barat, Angelina Fremalco mengungkapkan pihaknya telah membuka posko bantuan penyaluran bencana dan sebelumnya telah menyerahkan bantuan ke Kecamatan Jelai dan Tumbang titi di Kabupaten Ketapang.
“Ini merupakan misi kemanusiaan dari DAD Provinsi Kalimantan Barat, dimana kami telah membuka posko selama lebih dari 2 minggu dan mendapatkan banyak sekali bantuan dari para donatur dan tentu kami mengucapkan terima kasih atas bantuan tersebut, sebelumnya kami telah menyalurkan bantuan di 2 Kecamatan di Kabupaten Ketapang yakni Kecamatan Jelai Hulu dan Tumbang titi,” tuturnya.
Wanita kelahiran Mandor 34 tahun silam itu berharap bencana yang terjadi di sejumlah kecamatan di Kalimantan Barat dapat segera dilewati dan masyarakat diharapkan dapat bersabar dalam menghadapi bencana ini.
Kepada masyarakat yang terkena dampak bencana banjir agar kiranya sabar menghadapi situasi ini karena bagaimanapun juga ini adalah bencana yang tidak kita inginkan karena itu kami dari pengurus DAD Provinsi Kalimantan Barat ingin membantu, sedikit meringankan beban masyarakat yang terkena dampak bencana banjir ini,” imbuhnya.
Angel berharap kedepan, kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dan kesadaran dalam menjaga alam akan semakin tumbuh sehingga dapat mengurangi resiko terjadinya bencana alam yang lebih besar.
“Harapan kami kedepan, masyarakat lebih peduli terhadap alam, menjaga lingkungan sekitar agar bencana yang terjadi saat ini tidak terulang kembali,” Pungkas Angel.
Terkait mekanisme penyaluran bantuan, Wakil Ketua DAD Kabupaten Landak, Yohanes Meter menjelaskan pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk penyaluran bantuan ke 3 kecamatan di Kabupaten Landak.
“Kami akan segera melakukan koordinasi terkait dengan mekanisme penyaluran bantuan tersebut apakah melalui Dewan Adatnya atau melalui Kepala Desanya. Yang jelas bantuan yang disampaikan oleh DAD Provinsi Kalimantan Barat ini akan segera kami salurkan kepada pihak-pihak yang berhak untuk menerimannya,” jelasnya.
Oleh: Tim Liputan








