Home / Pemda Landak

Kamis, 19 Oktober 2017 - 15:25 WIB

Angka Stanting di Landak 32,69 Persen, Terdapat di Empat Kecamatan

Salah satu kegiatan advokasi pengambil kebijakan dan stakeholder di tingkat Kabupaten Landak. (Foto: Bang One)

NGABANG, LANDAKNEWS – Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 lalu, angka stanting di Kabupaten Landak sebesar 32,69 persen.

Riskesdas itu sendiri dilaksanakan langsung oleh Kementerian Kesehatan RI.

Menurut Bupati Landak yang diwakili Asisten II Setda Landak, Jaya Saputra mengatakan, saat ini stanting mengancam anak bangsa. “Maka dari itu, kita bersama-sama perlu memahami masalahnya dan menemukan solusi pemecahannya,” ujar Jaya saat membuka advokasi pengambil kebijakan dan stakeholder di tingkat Kabupaten, refleksi, phase out dan rencana keberlanjutan program kampanye gizi nasional di Landak, Kamis (19/10) di Ngabang.

Dikatakannya, gizi anak balita masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang serius, sehingga perlu penanganan. “Salah satunya adalah masalah stanting. Stanting adalah suatu kondisi panjang atau tinggi badan anak dibawah standar untuk anak seusianya saat ini,” kata Jaya.

Baca juga  Bupati Landak Tutup Festival Budaya Tumpang Negeri Keraton Ismahayana ke-25

Dijelaskannya, beberapa faktor yang dapat dihubungkan dengan stanting. “Diantaranya, kurang gizi, kurang higienitasnya lingkungan yang kurang baik dan pola asuh,” terangnya.

Ia mengajak masyarakat Landak untuk bersama-sama melakukan pencegahan stanting bagi anak-anak sebagai generasi penerus. “Stanting bisa dicegah dengan memastikan kesehatan dan kecukupan gizi pada seribu hari pertama kehidupan atau mulai janin sampai dengan umur dua tahun. Kita di Pemkab Landak juga memberikan perhatian penuh dalam upaya perbaikan gizi masyarakat dengan sejumlah programnya,” terang Jaya.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Landak, Sutina Purnamasari mengakui jika angka stanting di Landak lumayan tinggi. “Kita harapkan ke depan para generasi penerus kita di Landak ini jangan sampai terjadi stanting. Sebab, stanting ini dapat berakibat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan, terutama untuk kecerdasan anak,” jelas Sutina.

Baca juga  Raperda 2020 Disetujui DPRD, Bupati Landak Berharap Pembangunan Semakin Maju

Ia juga berharap, kampanye gizi nasional itu bisa didengar masyarakat di Landak. “Kita tahu di Landak masalah kesehetan, terutama gizi tidak bisa diselesaikan oleh Dinas Kesehatan saja. Tapi keterlibatan stakeholder dan masyarakat ikut terlibat dalam masalah ini,” katanya.

Diterangkan Sutina, tingginya angka stanting di Landak terdapat di empat kecamatan yakni, Kecamatan Menyuke, Sengah Temila, Kuala Behe dan Kecamatan Mempawah Hulu. “Makanya kita fokus pada empat kecamatan itu. Pesertanyapun berasal dari empat kecamatan tersebut,” ucapnya.

Oleh: Bang One

Share :

Baca Juga

Pemda Landak

Kabupaten Landak Masih Dapat Jatah Program Cetak Sawah, Quota Belum Final

Pemda Landak

Tinjau Lokasi Banjir, Bupati Landak Siapkan 2 Ton Beras Untuk Pengungsi Banjir

Pemda Landak

Pemkab Landak Rayakan HUT ke-20, Karolin Paparkan Capaian Yang Sudah Diraih

Pemda Landak

Kapolsek Menjalin Iptu Suwandi S.H., M.H. jadi Pembina upacara di SMP Negeri 1 Menjalin

Pemda Landak

Sekda Landak Membuka Turnamen Sepak Bola Padagi Cup 2023

Pemda Landak

Bupati Landak Serahkan Rumah Bantuan Dari Kodim 1201/Mempawah

Pemda Landak

Pemkab Landak Gelar Rakor Lintas Sektor Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Landak

Pemda Landak

Pemkab Landak Gelar Upacara Bendera Peringati Hari Pahlawan Ke-78 Tahun 2023
error: Content is protected !!