Suasana sosialisasi dan literisasi media menangkal Hoax, di aula Kantor Bupati Landak, Senin (13/11).(FOTO: ISTIMEWA)
NGABANG, LANDAKNEWS – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalbar melaksanakan sosialisasi dan literisasi media menangkal Hoax di aula Kantor Bupati Landak, Senin (13/11). Sosialisasi yang dibuka Pj Sekda Landak, Alpius mewakili Bupati Landak, diikuti sejumlah anggota TP PKK Landak, mahasiswa dan pelajar serta masyarakat.
Hadir dalam pembukaan, Kepala Diskominfo Landak, Asuardi Daris dan sejumlah Kepala OPD dilingkungan Pemkab Landak. Bertindak selaku narasumber, Kepala Diskominfo Kalbar, Anthony Sebastian Runtu dan TP PKK Kalbar. Sedangkan tema yang diambil dalam kegiatan tersebut, cerdas bermedia sosial, santun berkomunikasi dan harmonis dalam keluarga.

Dalam arahan bupati yang dibacakan Pj Sekda menganggap penting dilaksanakannya sosialisasi dan literisasi media menangkal Hoax tersebut. “Kita ketahui bersama bahwa perlu adanya proses literisasi media sosial (medsos) ke seluruh lapisan masyarakat, baik itu pelajar dan mahasiswa masyarakat umum,” ujar Alpius.
Dengan adanya proses literisasi itu, medsos yang dipakai jauh lebih sehat dengan konten-konten positif. “Hal inipun akan membawa manfaat bukan saja bagi kita sendiri, tetapi juga bagi komunitas dan lebih dari itu bermanfaat bagi bangsa dan negara,” katanya.
Diakuinya, saat ini medsos penuh dengan kebencian yang berbau SARA dan konten-konten negatif lainnya. “Repotnya lagi, masyarakat kita belum dibekali dengan informasi yang cukup untuk menangkal informasi-informasi seperti itu. Makanya, literasi medsos itu sangat penting kita gaungkan ke masyarakat,” ucap Alpius.
Kepala Bidang Pengelolaan dan Layanan Informasi Publik Diskominfo Kalbar, Kurniasari menjelaskan, menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pada tahun 2016 lalu penetrasi pengguna internet Indonesia diperkirakan mencapai 132,7 juta pengguna atau sekitar 52 persen dari jumlah penduduk.
“Jumlah pengguna seluler malah sudah jauh melampaui jumlah penduduk yakni, sekitar 282 juta pengguna atau 13 persen lebih banyak dari jumlah penduduk,” terangnya.
Namun pada faktanya tambah Kurniasari, pesatnya pertumbuhan pengguna internet, terutama pengguna medsos ternyata tidak diikuti dengan pengetahuan dan kesadaran bermedia sosial yang bijak. “Realitas minimnya literasi bisa dilihat dari beredarnya informasi palsu dan sesat, tetapi ramai diviralkan pengguna internet Indonesia,” katanya.
Ia mengaku, informasi palsu dan sesat tersebut tanpa pengecekan validasinya. “Oleh karena itu, Pemprov Kalbar melalui Diskominfo turun tangan dengan gencar mengampanyekan edukasi, literasi dan sosialisasi bagi pengguna medsos. Diharapkan, para pengguna internet selalu teliti saat memasuki dunia maya dan tidak cepat terpancing dengan berbagai promosi, iklan dan informasi yang belum valid,” harapnya.
Oleh: Tim Liputan








