Home / Kalbar

Jumat, 1 Desember 2017 - 08:49 WIB

Perluas Program Rumah Pangan Lestari

 Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Daniel Johan

PONTIANAK, LANDAKNEWS– Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Daniel Johan menyatakan program Rumah Pangan Lestari akan terus diperluas terutama menyasar kalangan ibu rumah tangga.

“Banyak keuntungan yang dapat diperoleh kalangan rumah tangga melalui program ini,” kata Daniel setelah menghadiri pelatihan pemanfaatan dan pengolahan tanaman obat bagi kelompok wanita tani di Pontianak, Rabu.

Baca juga  295 Prajurit Infanteri TNI AD Ikuti Pembaretan Di Pantai Kura-Kura Singkawang

Misalnya, lanjut politisi PKB ini, pemanfaatan tanaman obat dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut dia, Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan keanekaragaman tanaman berkhasiat.

Namun kekayaan alam itu terkadang belum dimanfaatkan secara maksimal.

“Melalui kegiatan inilah, diharapkan pemanfaatan tanaman-tanaman tersebut menjadi lebih maksimal,” kata Wakil Sekjen DPP PKB ini.

Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan secara langsung manfaat tanaman biofarmaka tersebut.

Baca juga  Masyarakat Putussibau Utara Deklarasi Dukung Karolin-Gidot

“Misalnya untuk kesehatan keluarga, sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan berobat,” ujar dia.

Ke depan, lanjut dia, yang perlu dipikirkan adalah pemasaran dari produk biofarmaka yang dihasilkan.

Oleh: Antara

Share :

Baca Juga

Kalbar

Bandara pribadi bakal dibangun di Singkawang

Kalbar

Pontianak Raih Penghargaan Pemberian Akta Lahir Gratis

Kalbar

GOW Sekadau Santuni Penderita Lumpuh Layu di Gonis Tekam

Kalbar

Irup HUT RI ke 72 Gubernur Cornelis Pamit, Warga Kalbar Tetap Jaga Persatuan

Kalbar

Punya Jaringan Kuat di Pusat, Karolin Yakin Pembangunan Kantor Polres dan Gedung RSUD Kubu Raya Bisa Segera Terealisasi

Kalbar

Wabup Sanggau Sampaikan Pentingnya Partisipasi Politik di Masyarakat

Kalbar

Karolin Bagikan Piala Imlek Cup IV Futsal Competition Kota Singkawang

Kalbar

Wabup Kapuas Hulu Hadiri Safari Ramadhan di Masjid Jami Attaqwa Kecamatan Selimbau
error: Content is protected !!