Home / Kalbar

Minggu, 5 Mei 2019 - 15:20 WIB

Bupati Landak Ajak Mahasiswa UPB Lanjutkan Perjuangan Kartini

PONTIANAK – Bupati Landak Karolin Margret Natasa menjadi narasumber pada Seminar Kartini Peran Emansipasi Wanita Menghadapi Era Kepemimpinan Dalam Organisasi yang diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Manajemen Universitas Panca Bakti (HIMMAN UPB) Pontianak, Sabtu (04/05/19).

Bupati Landak menjelaskan peran perjuangan Raden Ajeng (R.A) Kartini dalam melakukan perubahan besar di Indonesia dengan membuka emansispasi perempuan serta kesetaraan gender antara perempuan dan laki-laki sehingga dapat dirasakan oleh seluruh wanita di Indonesia hingga saat ini.

“Kita bisa melihat perjuangan Raden Ajeng Kartini bukan karena dia seorang pemimpin perang, pemimpin wilayah atau pemimpin politik tetapi R.A Kartini dijadikan seorang pahlawan karena otaknya, cara berfikirnya dan sudut pandangnya yang berbeda dengan orang pada masa itu, hal itu terbukti dengan surat-suratnya yang beliau tulis kepada seorang temannya di Belanda. Tetapi cara berfikirnya pada masa itu merupakan sesuatu yang kontroversial apabila sampai diketahui oleh orang Indonesia yang mengakibatnya akan bisa mendapatkan kosekuensi sosial atau bahkan mendapatkan sanksi-sanksi sosial seperti dikucilkan, tidak dihargai dan sebagainya,” ucap Bupati.

Baca juga  Dengar Pendapat KPU dan Bawaslu, Cornelis Minta Perjuangkan Di Banggar

Untuk itu dimasa sekarang para wanita Indonesia bisa merasakan pemikiran dan sudut pandangnya pada masa itu, sehingga dimasa sekarang banyak wanita Indonesia yang bisa berkarya dibidang mereka masing-masing dengan perlakuan dan kesetaraan yang sama dengan laki-laki.

“Saat ini kita bisa melihat hasil pemikiran dan sudut pandang dari R.A Kartini dengan emansipasi wanita sehingga para wanita di Indonesia saat ini bisa berkarya dibidangnya masing-masing seperti menjadi dokter, tantara, polisi, bupati, walikota, gubernur, menteri bahkan menjadi seorang Presiden Indonesia yaitu Megawati Soekarno Putri. Untuk itulah saya berharap kepada generasi muda, para mahasiswa terutama untuk para wanita bisa melakukan perubahan serta memberikan pemikiran dalam memajukan Kalimantan Barat dan Indonesia,” jelas Karolin.

Lebih lanjut Bupati Landak juga masih perihatin dengan permasalahan perempuan di Indonesia seperti kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan terhadap perempuan serta kematian ibu dan anak yang masih sering terjadi di zaman sekarang. Sehingga diharapkan para perempuan di Indonesia khusunya di Kalimantan Barat bisa berperan dalam memerangi dan memberikan solusi terhadap hal tersebut.

Baca juga  Peringati Hari Anak Nasional, Frederika Ajak Anak-Anak Makan Ikan

“Kita juga masih prihatin dengan kekerasan terhadap perempuan serta kematian ibu dan anak yang zaman sekarang masih terjadi dan perlu diketahui R.A Kartini meninggal juga akibat pendarahan ketika melahirkan pada masa itu, tetapi di zaman sekarang kematian ibu melahirkan akibat pendarahan juga masih terjadi. Untuk itu kita memerlukan lebih banyak wanita untuk lebih banyak terlibat dalam kebijakan publik sehingga memiliki kredibilitas untuk bisa menyelesaikan berbagai persoalan-persoalan yang terjadi di Indonesia.” Tutup Bupati. (MC)

Share :

Baca Juga

Kalbar

Kalbar Layak Tambah Satu Provinsi

Kalbar

Karolin-Gidot Siapkan Modal Usaha Untuk PKL

Kalbar

Kodam XII/Tpr Peta Pertarungan Diunggulkan

Kalbar

Dengar Pendapat KPU dan Bawaslu, Cornelis Minta Perjuangkan Di Banggar

Kalbar

Siapkan Keberhasilan Suatu Operasi Militer, Kodam XII/Tanjungpura Mantapkan Doktrin Pelaksanaan Komando dan Pengendalian Operasi

Kalbar

KPU Kalbar Tetapkan 3 Paslon Gubernur

Kalbar

Kukuhkan Pengurus PERSINAS ASAD Kalbar 2025-2030, Gubernur Ria Norsan Tekankan Pentingnya Kekompakan dan Sinergitas

Kalbar

Atlet Kodam XII/Tpr, Raih Juara Tiga Pada Atletik Jateng Open 2018
error: Content is protected !!