Home / Internasional

Minggu, 3 Desember 2017 - 09:45 WIB

Paus Kutuk Sikap ‘Irasional’ terhadap Senjata Nuklir

Paus Fransiskus. Foto/Istimewa

ROMA, LANDAKNEWS – Paus Fransiskus mendesak para pemimpin dunia untuk kembali dari ambang kemungkinan pemusnahan manusia. Paus menyebut beberapa dari mereka memiliki sikap “tidak masuk akal” terhadap senjata nuklir.

Paus memberikan komentarnya kepada wartawan di pesawat yang membawanya kembali ke Roma dari sebuah perjalanan ke Myanmar dan Bangladesh, yang didominasi oleh krisis pengungsi Rohingya yang mempengaruhi kedua negara.

Dalam sebuah pidato bulan lalu, Paus mengatakan bahwa dia siap untuk secara resmi mengukir ajaran Gereja yang berusia puluhan tahun bahwa memiliki senjata nuklir sebagai pencegahan dapat diterima secara moral selama tujuan utamanya adalah mengeliminasinya.

Dalam pidato pada 10 November, Paus Fransiskus mengatakan bahwa hanya kepemilikan senjata nuklir sekarang harus dikutuk karena tampaknya ada sedikit atau tidak ada niat dari para pemimpin dunia untuk mengurangi jumlah mereka.

Di atas pesawat, dia ditanya apa yang mendorongnya untuk mempertimbangkan untuk mengubah posisi resmi Gereja dan secara khusus, apa yang dia rasakan tentang perang kata-kata antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un.

Baca juga  Sekjen IWO Ucapkan Selamat kepada Presiden Timor Leste atas Keanggotaan ASEAN

“Apa yang berubah adalah irasionalitas (sikap terhadap senjata nuklir),” kata Paus Fransiskus seperti dikutip dari Reuters, Minggu (3/12/2017).

“Hari ini kita berada pada batasnya,” cetusnya. “Ini bisa diperdebatkan tapi menurut pendapat saya, keyakinan saya, bahwa kita telah mencapai batas kemampuan licik memiliki dan menggunakan senjata nuklir,” sambungnya.

“Mengapa? Karena hari ini, dengan senjata nuklir yang canggih, kita mempertaruhkan penghancuran umat manusia atau setidaknya sebagian besar kemanusiaan,” jelasnya.

Paus sebelumnya telah memperkirakan bahwa sebuah negara ketiga harus mencoba untuk menegosiasikan kesepakatan antara AS dan Korut dan telah mendesak kedua belah pihak untuk mendinginkan retorika serta menghentikan caci maki.

Baca juga  Mantan Presiden Obama Dukung Trudeau untuk Maju Lagi jadi PM Kanada

“Kami berada di batasnya, dan karena kita berada di batasnya, saya bertanya kepada diri sendiri pertanyaan ini … Hari ini, apakah aman untuk menyimpan persenjataan nuklir sebagaimana adanya, atau hari ini, untuk menyelamatkan ciptaanNya, untuk menyelamatkan umat manusia, apakah tidak perlu untuk memutar balik?” tukasnya

Korea Selatan (Korsel) mengatakan pada hari Jumat bahwa uji coba rudal Korut terakhir menempatkan Washington dalam jangkauan tembak. Namun Pyongyang masih perlu membuktikan bahwa pihaknya telah menguasai teknologi rudal yang penting, seperti masuk kembali, petunjuk tahap akhir dan aktivasi peluru kendali.

Tes tersebut mendorong sebuah peringatan dari AS bahwa kepemimpinan Korut akan “benar-benar hancur” jika perang harus dilakukan, sebuah pernyataan yang mendapat kritik tajam dari Rusia.

Oleh: SINDO

Share :

Baca Juga

Internasional

Setelah Bertelepon dengan Jokowi, Presiden Iran Bertelepon dengan Erdogan Bahas Serangan Israel ke Palestina

Internasional

Washington Post: Dianggap Menghalangi Proses Hukum, Trump Bakal Diinvestigasi

Internasional

Sumber: Indonesia Jadi Tuan Rumah Pertemuan Myanmar dengan PBB dan Pemerintah Bayangan

Internasional

Terkait Laut China Selatan, Gedung Putih: Indonesia Sebaiknya Bekerja dengan Pakar Hukumnya

Internasional

Taliban Tunjuk Tokoh yang Dikenai Sanksi PBB sebagai Pemimpin Pemerintahan Baru

Internasional

Filipina Akan Habisi Perempuan dan Anak-anak yang Berperang untuk ISIS

Internasional

Segini Modal Asing yang Keluar dari RI Setelah Trump Menang Pilpres AS

Internasional

Bakar Rumah Warga Palestina di Nablus, Indonesia Kecam Keras Israel
error: Content is protected !!