Home / Internasional

Rabu, 1 Maret 2023 - 07:13 WIB

Bakar Rumah Warga Palestina di Nablus, Indonesia Kecam Keras Israel

  Seorang pria Palestina berjalan di antara mobil-mobil yang hangus di tempat pembuangan sampah, di kota Hawara, dekat kota Nablus, Tepi Barat, Senin, 27 Februari 2023. (AP/Ohad Zwigenberg)  mohon tunggu  (2/4) 
Direktur Timur Tengah Kemlu RI, Bagus Hendraning Kobarsyih (courtesy: Kemlu RI)  mohon tunggu  mohon tunggu  Link has been copied to clipboard     Beranda  Video  Polygraph  Daftar Program  Learning English  Ikuti Kami           Bahasa-bahasa 
   Cari    site logosite logo
Indonesia      Live  Bakar Rumah Warga Palestina di Nablus, Indonesia Kecam Keras Israel  share 
      Bakar Rumah Warga Palestina di Nablus, Indonesia Kecam Keras Israel  01/03/2023  Fathiyah Wardah

Seorang pria Palestina berjalan di antara mobil-mobil yang hangus di tempat pembuangan sampah, di kota Hawara, dekat kota Nablus, Tepi Barat, Senin, 27 Februari 2023. (AP/Ohad Zwigenberg) mohon tunggu (2/4) Direktur Timur Tengah Kemlu RI, Bagus Hendraning Kobarsyih (courtesy: Kemlu RI) mohon tunggu mohon tunggu Link has been copied to clipboard   Beranda Video Polygraph Daftar Program Learning English Ikuti Kami      Bahasa-bahasa   Cari  site logosite logo Indonesia   Live Bakar Rumah Warga Palestina di Nablus, Indonesia Kecam Keras Israel share    Bakar Rumah Warga Palestina di Nablus, Indonesia Kecam Keras Israel 01/03/2023 Fathiyah Wardah

Pemerintah Indonesia mengecam keras pembakaran lusinan mobil dan rumah milik warga Palestina di Huwarah, kota kecil di Provinsi Nablus, Tepi Barat akhir pekan lalu.

JAKARTA —  Kecaman itu disampaikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat mengadakan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Mali, Senin (27/2) di sela sidang tahunan Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa, Swiss. Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri Bagus Hendraning Kobarsyih kepada VOA, Selasa (28/2), mengatakan kecaman keras yang disampaikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi itu menunjukkan perhatian serius Indonesia pada isu Palestina.

“Indonesia akan terus membantu perjuangan rakyat Palestina di berbagai forum dan dengan berbagai cara yang dimungkinkan untuk memberdayakan rakyat Palestina dalam menghadapi tekanan dan ancaman dari pihak pemerintah pendudukan Israel,” kata Bagus.

Indonesia, tambahnya, sudah mengambil langkah konkret dalam membantu rakyat Palestina. Dia mencontohkan bantuan dana yang diberikan pemerintah Indonesia kepada Palestina untuk menangani COVID-19 dan kesulitan ekonomi, ketika Perdana Menteri Mohammad Shtayyeh berkunjung ke Jakarta pada akhir 2022 lalu. Juga bantuan untuk mengembangkan kapasitas sumber daya manusia dengan memberikan beasiswa dan pelatihan bagi mahasiswa Palestina di Indonesia.

Setelah memperkuat kerjasama perdagangan, pemerintah juga tengah merintis kerjasama dalam bidang pertanian, pelatihan polisi, serta beasiswa dalam bidang pertahanan dan keamanan.

Sementara di tingkat people-to-people, beragam bantuan juga diberikan warga dan kelompok-kelompok masyarakat Indonesia, antara lain dengan mendirikan Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza.

Seorang teknisi menyiapkan peralatan saat pasien berbaring di tempat tidur di ruang operasi Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza utara, 4 Januari 2016. (Foto: REUTERS/Mohammed Salem)

Ketika ditanya tentang satuan tugas atau utusan khusus untuk Palestina, Bagus mengatakan Indonesia berfokus pada upaya membantu rakyat Palestina untuk meraih kemerdekaannya; serta berbagai prakarsa internasional untuk penyelesaian damai masalah Palestina.

Merujuk penegasan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di forum Dewan HAM PBB, Bagus kembali menggarisbawahi bahwa Indonesia tidak pernah mengakui pemerintahan di Israel. Oleh karena itu Indonesia akan senantiasa mengecam keras kekerasan yang berulangkali dilakukan Israel terhadap warga Palestina, apapun alasannya.

Baca juga  Dosis Tambahan Moderna Efektif Lawan Varian Omicron

Meskipun demikian, Indonesia, tambahnya, berharap agar negara-negara Arab yang telah memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, seperti Mesir dan Yordania, dapat menggunakan akses yang dimiliki untuk menekan Israel agar patuh kepada norma dan hukum internasional yang selama ini banyak dilanggar oleh Israel; karena bukan tidak mungkin jika provokasi Israel itu memicu serangan balasan yang pada akhirnya akan menimbulkan dampak ke seluruh Timur Tengah.

Pengamat : Indonesia Tak Bisa Bekerja Sendiri di Isu Palestina

Diwawancarai secara terpisah pengamat Timur Tengah di Universitas Indonesia Yon Machmudi mengatakan sebagaimana beragam aksi kekerasan sebelumnya, kekerasan Israel yang terbaru di Huwarah seperti dilegitimasi oleh pemerintah Israel.

“Selalu yang menjadi masalah munculnya pemukim-pemukim baru dan itu disahkan dan didukung oleh pemerintah Israel. Pemukim baru itu pasti akan merasakan situasi yang tidak nyaman karena dia memasuki wilayah itu dalam perspektif internasional ilegal, tetap dalam perspektif nasional israel disebut legal dan didukung. Sehingga itu menimbulkan kemarahan dari Palestina sehingga terjadi konflik,” ujar Yon.

Indonesia, menurutnya, bisa membuat komitmen bersama dengan negara-negara besar, seperti Uni Eropa, Rusia, China, dan Amerika Serikat, untuk melihat persoalan di Israel sebagai sesuatu yang melanggar hak asasi manusia, sehingga tekanannya akan lebih kuat ketimbang menyampaikan kecaman sendiri.

Jika isu Palestina menjadi prioritas kebijakan luar negeri Indonesia, lanjut Yon, pemerintah sedianya terus mendorong sekaligus mencari jalan keluarnya, baik ketika terjadi kekerasan atau tidak. Idealnya, dengan membentuk satuan tugas atau utusan khusus yang bertugas untuk membantu penyelesaian isu Palestina, termasuk apakah perlu menjalin hubungan dengan Israel atau tidak di masa depan.

Belasan Tewas, Lebih dari 400 Luka dalam Seminggu Terakhir

Puluhan pemukim Yahudi membakar mobil dan rumah warga di Huwarah, Nablus, Minggu malam (26/2). Seratus mobil dan 34 rumah ludes terbakar. Sekitar 40 rumah lainnya dapat diselamatkan, meskipun mengalami kerusakan parah karena kebakaran itu.

Serangan ini dilakukan beberapa jam setelah seorang warga Palestina bersenjata menembak mati dua pemukim Yahudi bernama di jalan tol Rute 60, Huwarah.

Baca juga  Bicara di PBB, RI Tawarkan Tatanan Dunia Berbasis “Win-Win” Bukan “Zero-Sum”

Kementerian Kesehatan Palestina menyebutkan satu orang bernama Samih Aqthasy, 37 tahun, tewas ditembak saat para pemukim Yahudi juga menyerbu Desa Za’atarah, dekat Huwarah. Pembakaran oleh para pemukim Yahudi berlangsung pula di Desa Burin.

Aksi pembakaran juga terjadi di Jerucho hari Senin (27/2) menewaskan Elan Ganeles yang memiliki dwi-kewarganegaraan Israel dan Amerika.

Deplu AS Serukan Israel-Palestina Redakan Ketegangan

Menanggapi peningkatan ketegangan di Tepi Barat itu, Juru Bicara Departemen Luar Negeri Amerika Ned Price, Selasa (28/2) kembali menyampaikan keprihatinan mendalam atas serangkaian peristiwa pada akhir pekan lalu dan berlanjutnya aksi kekerasan di Israel dan Tepi Barat.

Sejumlah warga Palestina berjalan melewati barisan mobil yang terbakar di dekat wilayah Hawara, Tepi Barat, pada 27 Februari 2023, setelah sebelumnya para pemukim Israel mengamuk membakar rumah dan kendaraan di area tersebut. (Foto: Reuters/Ammar Awad)

“Kami mengutuk pembunuhan dua bersaudara warga Israel di dekat Nablus dan pembunuhan seorang warga Israel yang juga warga Amerika di Jericho hari ini,” ujar Ned Price seraya menambahkan, “kami juga mengutuk keras meluasnya aksi kekerasan tanpa pandang bulu oleh para pemukim Israel terhadap warga Palestina pasca pembunuhan itu… Tindakan ini benar-benar tidak dapat diterima.”

Berbicara dalam press briefing harian, Ned Price mengatakan “kami berharap pemerintah Israel memastikan akuntabilitas penuh dan tuntutan hukum terhadap mereka-mereka yang bertanggungjawab dalam serangan itu, selain kompensasi atas rumah dan harta benda yang hilang.”

“Sangat penting agar Israel dan Palestina bekerjasama meredakam ketegangan dan memulihkan ketenangan. Amerika dan mitra-mitra regional kami akan terus bekerjasama dengan para pihak untuk memajukan komitmen yang dibuat di Aqaba. Sementara itu kami meminta semua orang untuk menahan diri dari tindakan dan retorika yang semakin mengobarkan ketegangan,” tegas Ned Price. [fw/em]

Sumber: VOA

Share :

Baca Juga

Internasional

Dikucilkan, Qatar Minta Warganya Tinggalkan UEA

Internasional

Wah ….Gawat: Perusahaan-perusahaan Internasional Berhenti Beli Sawit Indonesia

Internasional

Korban Tewas dalam Serangan Israel ke Gaza Bertambah Jadi 48 Orang

Internasional

Kantor HAM PBB Kutuk Tindakan Israel di Tepi Barat

Internasional

Menlu AS Blinken Nyatakan Komitmen Kuat AS terhadap Indonesia

Internasional

Pakar: Keberagaman Agama dan Etnisitas Harus Dipelihara dan Dipromosikan

Internasional

Mantan Tentara Israel Kembalikan Kunci Masjid Al Aqsa yang Dicuri 56 Tahun Silam

Internasional

Bersepeda di Kampus AS Dorong Generasi Berwawasan Lingkungan
error: Content is protected !!