Home / Pemda Landak

Rabu, 6 Desember 2017 - 19:24 WIB

Wagub Kalbar Cristiandy Sanjaya Resmikan Gereja Dayak Borneo

Wakil Gubernur Kalbar Cristiandy Sanjaya didampingi Wakil Bupati Herculanus Heriadi ketika memotong pita depan pintu masuk Gereja Dayak Borneo, Rabu (06/12) di Nagabang. (Foto: One)

NGABANG, LANDAKNEWS – Wakil Gubernur Kalimantan Barat Cristiandy Sanjaya,  Rabu (06/12) pagi meresmikan Gereja Dayak Borneo (GDB) Ngabang, dan penguntingan pita bersama Wakil Bupati Landak Herculanus Heriadi dan penandatangan prasasti.

Dalam sambutanya Wakil Gubernur Kalbar 2 periode ini mengatakan pemerintah provinsi sangat mendukung dengan berdirinya rumah ibadah Gereja Dayak Borneo ini di Kalimantan Barat.

“Ini sesuai visi dan misi pemerintah provinsi yakni mewujdukan masyarakat yang beriman, ” ungkap Christiandy.

Ditempat yang sama Wakil Bupati Landak Herculanus Heriadi menyatakan bahwa kita telah menjalankan idelogi Pancasila, yaitu sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa.

“Pada hari ini Gereja Dayak Borneo diresmikan dan kita sudah menunjukkan identitas, ” kata Heriadi.

Heriadi juga menegaskan Gereja Dayak sebenarnya sudah ada sejak tahun 1935, yaitu Gereja Dayak Epangelis. “Sekarang kita lebih mengenal gereja GKI. Berubah pada 1950. Mungkin waktu itu para sinode merasa hanya kusus orang dayak ke gereja, ” jelasnya.

Baca juga  Diskominfo Landak Silahturahmi Dengan Wartawan

Tapi, tambah Heriadi pada hari ini, dirinya mengapresiasi kepada bapak DR. Markus Amid untuk menunjukkan identitas bahwa ada dayak di Kalimantan, ” kata Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Landak.

Ketua Sinode  Gereja Dayak Borneo, Markus Amid mengatakan dirinya mengucapkan syukur kepada Tuhan karena  pembangunan Gereja Dayak Borneo dapat diresmikan.

“Pembagunan ini sudah berjalan sekitar 20 tahun dan efektif 10 tahun dengan menelan anggaran Rp. 2 milyar dari dana jemaat,  pemerintah kabupaten Landak, pemerintah provinsi Kalbar,  donatur dari luar, “kata Markus Amid yang juga anggota DPRD Kalbar ini.

Menurutnya, pada peresmian itu juga di launching Sinode Gereja Dayak Borneo yang merupakan satu-satunya gereja suku Dayak yanga ada di dunia.

“Kenapa di Landak,  bukan karena ikut ikutan gereja suku di Landak, tapi ini panggilan tuhan. Suku dayak secara kesuruhan di Kalimantan sudah sekitar setengah bahkan mungkin satu abad,  tapi mungkin masih ada masyarakat datak yang belum percaya Kristus sebagai Tuhan, “ungkapnya.

Baca juga  Kecamatan Ngabang Juara Umum, Karolin Tutup Kegiatan Naik Dango di Landak

Nah, lanjut Markus,  belajar, dari suku lain yang memakai nama gereja kearifan  lokal untuk penginjilan akan efektif seperti gereja suku Toraja, Nias dan Batak yang juga berkembang.

“Selama ini ada imej di Kalimantan gereja produk orang barat sehingga, agak membuat orang dayak sebagian merasa gereja bukan miliknya. Maka dengan berdirinya Gereja Dayak Bornei kita ingin agar orang dayak merasa inilah rumahnya dengan  kearifan lokal, “ungkap Markus.

Ia menambahkan,  sampai saat ini Gereja Dayak Borneo sudah berdir 10 cabang baik di Landak dan Sanggau. “Akan kita kembangkan di daerah lain, selain di Kalbar juga di Kaltim, Kalteng dan luar negeri seperti Sabah, Brunai Malaysia, “tegas Markus.

Acara peresmian Gereja Dayak Borneo berlangsung meriah.  Hadir Wakil Bupati Landak Herculanus Heriadi, Bupati Bengkayang Suryatman Gidot dan jajaran Forkompinda,  Misi Korea dan undangan lainnya.

Oleh: One

Share :

Baca Juga

Pemda Landak

Sebanyak 622 Orang ASN Kabupaten Landak Resmi Menerima SK Pengangkatan

Pemda Landak

Bupati Landak tutup Turnamen Sepak Bola Ngabang CUP 2019

Pemda Landak

Jelang Idul Fitri, Pemkab Landak Gelar Sidak Pasar Ngabang

Pemda Landak

Pj. Bupati Landak Buka Rembuk Stunting Sekaligus Penyerahan PMT kepada Balita di Desa Pawis Hilir

Pemda Landak

Khairussalam jadi Ketua RT 14 Desa Raja, Gantikan Kundori

Pemda Landak

Apel HUT Pemda Landak Ke-18, Pakai Pakaian Adat Nusantara

Pemda Landak

Warga Dukung Bupati Landak Larang Pasar Malam, Perayaan 17 Agustus Sepi Hindari Pandemi

Pemda Landak

Pj. Sekda Landak Buka Sosialisasi Anti Korupsi dan Pengendalian Gratifikasi
error: Content is protected !!