Home / Internasional

Selasa, 19 Desember 2017 - 17:19 WIB

AS Veto Resolusi Yerusalem di DK PBB, Ini Reaksi Indonesia

Members of the United Nations Security Council vote on an Egyptian-drafted resolution regarding recent decisions concerning the status of Jerusalem, during a meeting on the situation in the Middle East, including Palestine, at U.N. Headquarters in New York City, New York, U.S., December 18, 2017. REUTERS/Brendan McDermid

Members of the United Nations Security Council vote on an Egyptian-drafted resolution regarding recent decisions concerning the status of Jerusalem, during a meeting on the situation in the Middle East, including Palestine, at U.N. Headquarters in New York City, New York, U.S., December 18, 2017. REUTERS/Brendan McDermid

Voting DK PBB pada Senin (18/12/2017) di New York soal status Yerusalem. Dari 15 anggota DK PBB hanya AS yang menolak draft resolusi soal pembatalan status Yerusalem Ibu Kota Israel. Foto/REUTERS/Brendan McDermid
JAKARTA, LANDAKNEWS – Pemerintah Indonesia mengaku sudah memprediksi bahwa Amerika Serikat (AS) akan memveto draft resolusi penolakan pengakuan status Yerusalem sebagai Ibu Kota Isarel di forum Dewan Keamanan PBB.

Indonesia justru bersyukur, karena dari 15 anggota DK PBB, 14 di antaranya mendukung resolusi untuk membatalkan pengakuan AS soal status Yerusalem. Dalam voting hari Senin waktu New York, AS marah dengan kekompakan 14 anggota DK PBB tersebut dan menganggapnya sebagai penghinaan tak terlupakan.

Baca juga  Korea Selatan Masih Enggan Penuhi Permintaan Bantuan Senjata Ukraina

Pernyataan sikap pemerintah ini disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia A.M. Fachir, Selasa (19/22/2017). Menurut Fachir, veto AS memang menjadi sisi buruk. Tapi, sisi baiknya 14 negara anggota DK PBB lainnya menyetujui resolusi yang diajukan Mesir tersebut,

”Sudah kita perkirakan, tentu saja ini tidak sesuai dengan kepentingan Amerika, tapi kita berskyukur bahwa 14 dari 15 negara anggota DK PBB menyetujui resolusi, meskipun kemudian Amerika memveto,” ucap Fachir.

”Segera setelah ini kita akan maju ke Sidang Majelis Umum PBB sesi khusus, jadi ada sidang khusus, untuk membahas hal yang sama karena di situ tidak ada veto,” kata diplomat Indonesia ini.

Baca juga  Badan Pos Ukraina Terbitkan Perangko Bergambar Prabowo, Ini Alasannya

“Karena itu, kita menggalang negara-negara lain, tentu saja mulai dari OKI dan Gerakan Non-Blok untuk memajukan rancangan resolusi, dan Indonesia menjadi co-sponsor resolusi tersebut. Itu antara lain yang akan kita lakukan. Insya Allah akan diselenggarakan Kamis,” kata Wakil Menlu Retno Marsudi ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, AS kesal dengan keputusan 14 negara anggota DK PBB yang mendukung resolusi tersebut. Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley menyebut tindakan 14 negara itu sebagai hal yang memalukan.

“Penghinaan, Amerika tidak akan didikte oleh negara manapun di mana kita bisa menempatkan kedutaan kita. Ini memalukan untuk mengatakan bahwa kita sedang melakukan upaya perdamaian,” kesal Haley.

Oleh: Sindo

Share :

Baca Juga

Internasional

Indonesia Siap Suarakan Keadilan bagi Palestina di Mahkamah Internasional

Internasional

Trump Siap Luncurkan Platform Media Sosial

Internasional

Terkait Laut China Selatan, Gedung Putih: Indonesia Sebaiknya Bekerja dengan Pakar Hukumnya

Internasional

Resmi, Kaisar Baru Jepang Naruhito Laksanakan Upacara Penobatan

Internasional

Protes Krisis Rohingya, Malaysia Panggil Dubes Myanmar

Internasional

Iran Ancam Negara Arab Teluk Jika Berani Izinkan Wilayah Udara Mereka untuk Israel

Internasional

Bersepeda di Kampus AS Dorong Generasi Berwawasan Lingkungan

Internasional

Bukti Terbaru Google Mulai Ditinggalkan, Ini Penggantinya
error: Content is protected !!