Home / Internasional

Jumat, 6 Agustus 2021 - 08:28 WIB

Moderna Nyatakan Vaksinnya 93% Efektif Setelah 6 Bulan

Moderna menyatakan vaksin COVID-19 nya 93% efektif enam bulan setelah dosis kedua.

VOA – Moderna mengatakan vaksinnya 93% efektif enam bulan setelah dosis kedua.

Perusahaan yang berbasis di Cambridge, Massachusetts itu menyampaikan pengumuman tersebut selama laporan pendapatannya , Kamis (5/8).

“Kami gembira vaksin COVID-19 kami menunjukkan kemanjuran yang tahan lama, sebesar 93% hingga enam bulan, tetapi kami menyadari varian Delta adalah ancaman baru yang signifikan, jadi kita harus tetap waspada,” kata Stéphane Bancel, Chief Executive Officer Moderna, dalam sebuah pernyataan.

Lagi, 3,5 Juta Dosis Vaksin Moderna Sumbangan AS Tiba di Indonesia

Perusahaan itu sebelumnya mengatakan yakin suntikan penguat akan diperlukan sebelum musim dingin, tetapi pejabat kesehatan masyarakat tidak merekomendasikan suntikan penguat untuk saat ini.

Organisasi Kesehatan Dunia telah meminta negara-negara kaya untuk tidak memberikan suntikan penguat untuk memastikan dosis pertama tersedia di negara-negara miskin.

Moderna meraup $2,78 miliar pada kuartal kedua dibandingkan dengan kerugian sebesar $117 ribu tahun lalu. Vaksinnya adalah satu-satunya produk perusahaan yang disetujui secara komersial dan telah disetujui untuk penggunaan darurat di lebih dari 50 negara.

Pfizer, yang membuat vaksin dengan mitra Jermannya, BioNTech, baru-baru ini mengumumkan bahwa vaksinnya efektif beberapa bulan setelah dosis kedua. Pfizer juga mengatakan vaksin itu menghasilkan hampir separuh pendapatan perusahaan. [my/jm]

Sumber: VOA

Share :

Baca Juga

Internasional

Salman Rushdie, Penulis Buku ‘Ayat-ayat Setan’ Ditikam di New York

Internasional

Saat Ancaman India Mengguncang Dunia, Sarjana Pertanian Wajib Tersinggung

Internasional

Prabowo Mulai Rangkaian Lawatan Luar Negeri Pertamanya Didampingi Menteri-menteri Ekonomi

Internasional

Trump akan Gelar G7 di Resor Golf Miliknya Picu Kritikan

Internasional

Panel 6 Januari Terbitkan Surat Panggilan Paksa, Tuntut Trump Bersaksi

Internasional

Studi Baru: Perokok Berisiko Lebih Tinggi Dirawat Inap dan Meninggal Karena COVID-19

Internasional

BTS Paparkan Harapan soal Perubahan Iklim di Majelis Umum PBB

Internasional

JK: Peredaran Senjata Bebas Persulit Damai di Marawi
error: Content is protected !!