Home / Kalbar

Rabu, 17 Januari 2018 - 07:41 WIB

Doddy ajak semua pihak jaga kondusifitas Kalbar

NGABANG, LANDAKNEWS – Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat, Doddy Riyadmadji mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga kondusifitas yang sudah terjaga dengan baik di provinsi ini, terlebih menjelang pelaksanaan Pilkada mendatang.

“Beberapa waktu lalu, Kapolri dan Bawaslu memberikan penilaian bahwa Kalbar, Papua, dan Maluku masuk dalam daerah yang rawan konflik dalam pelaksanaan Pilkada sehingga Polri memberikan atensi khusus untuk Kalbar. Untuk itu, kita minta semua pihak bisa bekerja sama dengan baik untuk menjaga kondusifitas di Kalbar,” kata Doddy di Pontianak, Selasa (16/01/18).

Sebagai Pj Gubernur Kalbar yang baru saja dilantik, dirinya sangat mengharapkan Pilkada serentak 2018 di Kalbar bisa berjalan dengan baik.

Dia menjelaskan, Kemendagri sendiri sudah melakukan kajian dan pemetaan pada setiap wilayah yang rawan konflik, terlebih dalam menghadapi Pilkada.

Baca juga  Bupati Mempawah: Mempawah Mendapat Berkah Kehadiran Para Ulama Peserta MUSDA IX Kalbar

“Saat menjabat sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan di Kemendagri, kami telah melakukan kajian dan pemetaan di setiap wilayah di Indonesia. Makanya, kita akan berusaha untuk mengantisipasi potensi kerawanan Pilkada, dengan bekerja sama dengan pihak terkait, TNI dan Polri,” tuturnya.

Sementara itu, Mantan Wakil Gubernur Kalbar, Christiandy Sanjaya mengingatkan agar semua pihak dapat melaksanakan pilkada serentak 2018 degan tidak mengorbankan persatuan dan kesatuan.

Menurut Christiandy harapan itu juga sejalan dengan pesan Presiden RI Joko Widodo saat berkunjung dalam perayaan Natal Nasional 2017, di Rumah Radakng belum lama ini.

“Pesan itu agar masyarakat jangan terpecah belah hanya karena pilkada.Harapan semua agar persatuan dan kesatuan tidak terpecah belah, juga menjadi pesan presiden saat natal kemarin,” kata Christiandy belum lama ini.

Baca juga  Karolin Ajak Gereja Sebagai Media Pembangunan Manusia

Ia menekankan bahwa dalam pilkada adalah proses pemilihan kepala daerah dan bukan pemimpin umat. Oleh karena itu ia berharap tidak dikaitkan dengan unsur SARA.
“Jadi tidak dikait-kaitkan dengan unsur agama maupun SARA,” kata Christiandy.

Dia mengajak semua pihak untuk ikut mencerdaskan masyarakat dalam menentukan pilihan, yakni memilih calon yang punya program terbaik. Calon kepala daerah yang diyakini mampu?membawa kemakmuran dan kesejahteraan bagi rakyat.

Penulis: Antara
Editor : One

Share :

Baca Juga

Kalbar

Buat Kalbar Hebat, Karolin Siap Tingkatkan Alokasi Dana Desa

Kalbar

Ria Norsan Ajak MUI se-Kalbar Tingkatkan Sinergitas dan Lebih Responsif Hadapi Berbagai Tantangan

Kalbar

Tetap Buka Pendaftaran, PDI Perjuangan Bengkayang Tegaskan ke dr. Karolin

Kalbar

Sambut Kemerdekaan RI ke 72, Gubernur Cornelis Serahkan Remisi ke 2.045 Narapidana

Kalbar

Gubernur Kalbar Hadiri Penandat Buanganan Kontrak Transformasi Digital Indonesia–Jepang

Kalbar

Warga Purun Besar Mempawah Datangi PT.PSP

Kalbar

Karolin-Gidot Komitmen Antisipasi Korupsi Dilingkungan Birokrasi

Kalbar

Karolin Ajak Rakyat Kalbar Tetap Bersatu Dalam Perbedaan
error: Content is protected !!