Home / Kalbar

Sabtu, 27 Januari 2018 - 15:51 WIB

Tanam Jagung, Siapkan Lahan Tanpa Bakar

Dandim 1201/Mempawah, Letkol Arm Anom Wirasunu, bersama warga saat dilokasi Demplot Penanaman Jagung Desa Wajok Hilir Kecamatan Siantan Kabupaten Mempawah. (Foto: TL)

WAJOK HILIR, LANDAKNEWS – Sabtu (27/01), hari ini ada suasana yang berbeda di Desa Wajok Hilir Kecamatan Siantan Kabupaten Mempawah. Tepatnya di dekat gerbang masuk lahan PT. Muara Sungai Landak (MSL).

Anggota masyarakat yang tergabung dalam Poktan binaan didampingi anggota Kodim 1201/ Mempawah tampak sibuk di lahan tersebut.

Dandim 1201/Mempawah, Letkol Arm Anom Wirasunu, yang langsung turun pada kegiatan itu memberikan penjelasan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya dari Kodim 1201/Mempawah untuk berperan aktif dalam program pemerintah terutama Ketahanan Pangan.

“Hari ini kami melaksanakan penyiapan lahan untuk ditanami jagung. Salah satu poin penting dari metode yang kami laksanakan ini adalah penyiapan lahan tanpa bakar. Seperti kita pahami bersama bahwa selama ini umumnya masyarakat masih menggunakan metode bakar lahan untuk memulai musim bertanam, ” kata mantan  Danyon Armed 16 Komposit Ngabang ini.

Baca juga  Gubernur Ria Norsan Dinobatkan Sebagai Dewan Pengarah Perkumpulan Tionghoa Kalbar Periode 2025-2029

Lebih jauh Dandim menjelaskan, anggotanya saat ini sedang belajar metode tanam ini kepada ahlinya sehingga dapat kemudian ditularkan saat pendampingan kepada para petani pada program tanam selanjutnya.

“Pilot Project ini sejatinya memang masih tahap uji coba hasil dari kesepahaman ide dari banyak pihak mulai dari Gapoktan, Kodim Mempawah, PT. MSL, HA IPB Kalbar dan tentunya pengembang metode ini, Bapak M. Sinambela. Saya juga baru ngerti setelah dijelaskan Pak Sinambela,” ujar Dandim merujuk pada penjelasan yang gamblang dan mudah dimengerti tentang perlakuan lahan gambut yang tepat oleh Bapak M. Sinambela.

Sinambela menjelaskan, perlakuan lahan yang dimaksud adalah tentang menghindari metode pembakaran lahan secara tradisional yang memang akan memberikan efek mengurangi tingkat keasaman tanah gambut. Tetapi hal ini hanya bersifat sementara dan justru menimbulkan kerusakan yang jauh lebih besar terhadap lahan gambut itu sendiri.

Baca juga  Lembaga Adat Minta PT. TBS Akomodir Aspirasi Masyarakat

“Jangan dibakar, olah saja secara kasar. Tanah gambut ini juga kalau diolah terlalu halus justru kurang bagus, karena dia akan kehilangan kemampuan daya serapnya terhadap air dan akhirnya malah rusak. Maka baiknya diolah kasar saja, singkirkan bongkahan-bongkahan kayu besarnya, ratakan lahannya, kontrol ketinggian airnya dan gunakan pupuk organik, maka lahan ini akan produktif,” jelas Sinambela.

Penjelasan Sinambela ini bukan hisapan jempol belaka, tapi adalah hasil penelitian yang dia lakukan selama bertahun-tahun di wilayah gambut Kalimantan.

Patut kita nantikan 4 bulan kedepan apakah proyek ini berhasil dan sesuai dengan perhitungan para pengusungnya karena bisa menjadi solusi untuk pengolahan lahan gambut terutama tanpa bakar. Ternyata Bisa Tanpa Bakar.

Penulis: Tim Liputan
Editor: Heri

Share :

Baca Juga

Kalbar

Sepakat Pilkada 9 Desember 2020, Ini Tanggapan Cornelis

Kalbar

Peringatan Dini Cuaca Kalimantan Barat

Kalbar

Cornelis Buka Seminar Internasional Visit West kalimantan 2017

Kalbar

Tidak Mau Dipoligami, Kaum Ibu di Kubu Raya Pilih Karolin-Gidot

Kalbar

Safari Ramadhan Sambas 2017, Cornelis Ingatkan Waspadai Aliran Sesat

Kalbar

Panglima Kodam XII/Tanjungpura Lakukan Panen Bersama Warga Dusun Tapang Sebeluh, Ini Penjelasan Kapendam

Kalbar

Sanggau Menyadik, 1 Juli Gelar Summer Party di Kampong Sentana

Kalbar

Komunitas Tawak Borneo Gawai Bersama Project Film Nyai Jirah
error: Content is protected !!