Home / Pemda Landak

Kamis, 5 April 2018 - 16:17 WIB

Umat Islam Harus Bijak Menyikapi Puisi Sukmawati Soekarnoputri

Ketua MUI Landak Abdul Syukur, S.Ag, Ketua NU Landak H. Ahmad Fauzi dan Ketua PD Muhammadiyah  Landak Zulkarnain, S.Ag

NGABANG, LANDAKNEWS – Puisi Sukmawati Soekarnoputri yang berjudul “IBU INDONESIA”. Menjadi viral pasalnya puisi itu menghina umat Islam. Tentunya, muncul beragam tanggapan dari berbagai elemen masyarakat, tidak terkecuali di Kabupaten Landak. Seperti dari MUI Landak, Muhammadiyah Landak dan NU Landak.

Ketua MUI Landak Abdul Syukur, S.Ag menyatakan  apa yang sudah diucapkan Sukmawati Soekarnoputri dalam pusinya yang berjudul Ibu Indonesia adalah SARA dan melecehkan umat Islam.

“ Jelas ini pelecehan masak suara kidung lebih merdu dari suara Azan. Jelas ini pelecehan,” kata Abdul Syukur, Kamis (05/04), siang di Ngabang.

Maka dari itu, Abdul Syukur berharap  sebagai lembaga MUI di pusat berharap  bisa mengambil kebijakan, sebaiknya  Sukmawati minta maaf kepada publik dan itu sudah dia lakukan beberapa hari lalu.

Abdul Syukur menilai, Sukmawati Soekarnoputri adalah salah seorang publik figur dan anak ploklamator bangsa Indonesia. “Sebaiknya bicara kedepan untuk lebih berharti-hati, jangan membuat umat kesal dan jadi SARA. Kita tidak ingin gara-gara agama Sukmawati Soekarnoputri masuk penjara,”  tukasnya.

Baca juga  Sabtu Siang, Bupati Buka Porkab III Kabupaten Landak Tahun 2017

Sementara itu Ketua NU Landak H. Ahmad Fauzi menilai apa yang dikatakan Sukmawati Soekarnoputri dimana jiwanya dalam gersang dan dia tidak memahami agama. “Bisa kita katakan kurang memahami agama, ini menunjukan hati sebenarnya   itulah kondisi dia sebenarnya, karena sangat minim dia dengan pemahaman agam  sehingga keluarlah puisi itu,” kata Ahmad Fauji.

Oleh karena itu umat Islam harus faham tentang ini, kita umat Islam harus punya sikap  memaafkan.

“Ini jelas dari sikap dia kurang dan memahami tentang agama. Sehingga seolah-olah apa yang ia ucapkan itu benar umat Islam harap maklum, karena dia adalah orang yang tidak cerdas dalam beragama.  Sebaliknya jika orang itu cerdas dalam agama, maka orang itu jelas mengolok-olok maka bisa kita berbuat sesuatu,” katanya berharap umat Islam harus tenang, bersikap dewasa menyikapi masalah ini.

Baca juga  Sosialisasi Deks Pilkada di Ngabang, Heriadi Tekankan Masalah Keamanan

Ditempat berbeda Ketua PD Muhammadiyah Kabupaten Landak Zulkarnain, S.Ag sangat menyangkan puisi yang dibacakan Sukmawati Sukarnoputri.  Dan jelas mencedrai umat islam.

“Kita diatasnya segala-galanya ada ahlak. Jika maaf itu tulus  dan  maaf itu betul-betul disampikan   atas dasar melakukan kesalahan yang tidak tahu, karena beliau tidak mengerti syariat. Saya kira membuka pintu maaf itu lebih baik,” saran Zulkarnain.

Adapun bagi teman-teman untuk melakukan gerakan, Zulkarnain menyatakan itu adalah hak konstitusi mereka dalam menyikapi masalah ini.

“Khusus PDM Landak tidak akan melakukan gerakan seperti itu, kita hanya menyangkan sikap itu dan ada baiknya memberikan kata maaf dan kedepan tidak terulang kembali,” harap Zulkarnain.

Penulis: HI74, Editor: One

 

 

 

 

 

Share :

Baca Juga

Pemda Landak

Rayakan Ulang Tahun ke-41, Pj. Bupati Landak Sebut SMAN 1 Ngabang Telah Banyak Torehkan Prestasi

Pemda Landak

Wabup Landak Hadiri Entry Meeting BPKP Kalbar Bahas Evaluasi Perencanaan dan Penganggaran Daerah Tahun 2026

Pemda Landak

Jelang Natal, Satlantas Polres Landak Cek Kelayakan Bus Umum dan Berikan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Pemda Landak

Pj. Bupati Landak Pimpin Upacara Pembukaan Gerak Jalan Peleton Pembawa Simbol Yudha Wastu Pramuka Jaya Ke-74 di Makam Juang Mandor

Pemda Landak

Pj. Bupati Landak Sambut Danrem 121/Alambhanawanawwai

Pemda Landak

Pj. Bupati Landak Datangi Langsung Lokasi Gereja Bethel Tabernakel Dengoan yang Ambruk

Pemda Landak

Pangdam XII/Tpr Ikuti Rakor Tim Pengendalian Inflasi Daerah Prov. Kalbar Jelang HKBN 2023

Pemda Landak

Bupati Landak Bagikan Masker, Minta Masyarakat Selalu Gunakan Masker
error: Content is protected !!