Ketua MUI Landak Abdul Syukur, S.Ag, Ketua NU Landak H. Ahmad Fauzi dan Ketua PD Muhammadiyah Landak Zulkarnain, S.Ag
NGABANG, LANDAKNEWS – Puisi Sukmawati Soekarnoputri yang berjudul “IBU INDONESIA”. Menjadi viral pasalnya puisi itu menghina umat Islam. Tentunya, muncul beragam tanggapan dari berbagai elemen masyarakat, tidak terkecuali di Kabupaten Landak. Seperti dari MUI Landak, Muhammadiyah Landak dan NU Landak.
Ketua MUI Landak Abdul Syukur, S.Ag menyatakan apa yang sudah diucapkan Sukmawati Soekarnoputri dalam pusinya yang berjudul Ibu Indonesia adalah SARA dan melecehkan umat Islam.
“ Jelas ini pelecehan masak suara kidung lebih merdu dari suara Azan. Jelas ini pelecehan,” kata Abdul Syukur, Kamis (05/04), siang di Ngabang.
Maka dari itu, Abdul Syukur berharap sebagai lembaga MUI di pusat berharap bisa mengambil kebijakan, sebaiknya Sukmawati minta maaf kepada publik dan itu sudah dia lakukan beberapa hari lalu.
Abdul Syukur menilai, Sukmawati Soekarnoputri adalah salah seorang publik figur dan anak ploklamator bangsa Indonesia. “Sebaiknya bicara kedepan untuk lebih berharti-hati, jangan membuat umat kesal dan jadi SARA. Kita tidak ingin gara-gara agama Sukmawati Soekarnoputri masuk penjara,” tukasnya.
Sementara itu Ketua NU Landak H. Ahmad Fauzi menilai apa yang dikatakan Sukmawati Soekarnoputri dimana jiwanya dalam gersang dan dia tidak memahami agama. “Bisa kita katakan kurang memahami agama, ini menunjukan hati sebenarnya itulah kondisi dia sebenarnya, karena sangat minim dia dengan pemahaman agam sehingga keluarlah puisi itu,” kata Ahmad Fauji.
Oleh karena itu umat Islam harus faham tentang ini, kita umat Islam harus punya sikap memaafkan.
“Ini jelas dari sikap dia kurang dan memahami tentang agama. Sehingga seolah-olah apa yang ia ucapkan itu benar umat Islam harap maklum, karena dia adalah orang yang tidak cerdas dalam beragama. Sebaliknya jika orang itu cerdas dalam agama, maka orang itu jelas mengolok-olok maka bisa kita berbuat sesuatu,” katanya berharap umat Islam harus tenang, bersikap dewasa menyikapi masalah ini.
Ditempat berbeda Ketua PD Muhammadiyah Kabupaten Landak Zulkarnain, S.Ag sangat menyangkan puisi yang dibacakan Sukmawati Sukarnoputri. Dan jelas mencedrai umat islam.
“Kita diatasnya segala-galanya ada ahlak. Jika maaf itu tulus dan maaf itu betul-betul disampikan atas dasar melakukan kesalahan yang tidak tahu, karena beliau tidak mengerti syariat. Saya kira membuka pintu maaf itu lebih baik,” saran Zulkarnain.
Adapun bagi teman-teman untuk melakukan gerakan, Zulkarnain menyatakan itu adalah hak konstitusi mereka dalam menyikapi masalah ini.
“Khusus PDM Landak tidak akan melakukan gerakan seperti itu, kita hanya menyangkan sikap itu dan ada baiknya memberikan kata maaf dan kedepan tidak terulang kembali,” harap Zulkarnain.
Penulis: HI74, Editor: One









