Home / Kalbar

Jumat, 6 April 2018 - 19:41 WIB

Karolin Ajak KBPP Polri Berikan  Hak Suara

Calon Gubernur Nomor urut 2 Karolin Margret Natasa, Jumat (06/04), ketika di Ngabang, pada acara Tatap Muka Silahturahmi & Ramah Tamah Antara Keluarga Besar Putra Putri  Polri Polres Resor Landak.

NGABANG, LANDAKNEWS – Calon Gubernur Kalimantan Barat Nomor Urut 2 Karolin Margret Natasa mengajak Keluarga Besar Putra dan Putri (KBPP) Polri memberikan hak suara pada Pilkada Gubernur Kalimantan Barat  pada tanggal 27 Juni 2018.

“Bahwa kita adalah bagian  dari negara kesatuan Republik Indonesia. Ini adalah Keluarga Besar Putra dan Putri Polri,” kata Karolin pada acara Tatap Muka Silahturahmi & Ramah Tamah Antara Keluarga Besar Putra Putri  Polri Polres Resor Landak, Jumat (06/04) di Citra Resto Melody Ngabang.

Bupati Landak yang sedang cuti ini menyatakan Polri sendiri adalah posisi aktif, dan memang dilarang untuk ikut politik praktis pada Pilkada Gubernur Kalbar. Namun, istri-istrinya, keluarga, anak-anaknya, termasuk mertua, menantu dan besan, punya hak aktif.

Baca juga  Tidak Sekedar Janji, Ini Langkah Nyata Karolin-Gidot Layani Rakyat Kalbar

“Kendatipun Polri tidak  boleh memilih  bukan berarti keluarganya menjadi apatis. Apalagi ada yang bilang istrinya kita harus netral itu jelas salah,” kata mantan anggota DPR RI dua periode ini.

Wanita kelahiran Mempawah ini, secara tegas menyatakan berarti ibu itu bukan warga negara Republik Indonesaia, atau ibu itu sebagai warga negara yang baik.

“Karena ketika suami adalah Polisi itu artinya ia menjadi abdi negara.  Abdi negara itu tugasnya apa? Menjaga kesatuan Republik Indonesia. Nah, tanpa Pemilu Indonesia itu bubar, tidak ada Pilkada pemerintahan itu tidak akan berjalan,” tegas Karolin.

Baca juga  Edi Kusmadianto: Festival Paradje' ke 9, Pemkab Sanggau Gelontorkan Dana 380 Juta

Tidak heran bila ada yang mengatkan harus netral, Dewan Penasehat KBPP Polri Resor Landak ini,  sangat jengkel.

“Tidak boleh masuk partai politik memang  ia. Tapi mengunakan hak pilih itu wajib. Kenapa, karena kita makan nasi negara dan harus justru bertanggung jawab kepada negera,” katanya.

Maka dari itu kita yang besar dengan  dana negara,  dan tumbuh dalam lingkungan kesatuan negara Republik Indonesia harus menyukseskan semua proses pemilu dan proses demokrasi.

“Jika negaranya tidak ada pasti tidak ada polisi dan tentara,  ” katanya .

Penulis: Hi74, Editor: One

Share :

Baca Juga

Kalbar

Tim Renang Porad Kodam XII/Tpr Pacu Catatan Waktu

Kalbar

Inilah Komitmen Midji untuk Ruang Terbuka Hijau

Kalbar

Gandeng CU, Karolin Gidot Akan Buat Ekonomi Kalbar Hebat

Kalbar

Komunitas Santri Kalbar Berikan Dukungan untuk Karolin-Gidot

Kalbar

Setelah 6 Bulan Menjabat, Aron Akan Rombak SKPD Sesuai Kompetensi

Kalbar

Karolin Berpengalaman Urus Pemerintahan

Kalbar

Karolin Ajak Masyarakat Minimalisir Nikah Dini

Kalbar

Komunitas Santri Kalbar Mengecam Isu SARA
error: Content is protected !!