KUALA BEHE, LANDAKNEWS – Sebagai pemandu masyarakat tentang letak wilayah desa dan kecamatan khususnya yang berasal dari luar Desa Nyayum Kecamatan Kuala Behe Kabupaten Landak, kepala desa Nyayum akan membuat tugu yang bertuliskan nama desa dan kecamatan dan sekaligus sebagai tanda batas wilayah, agar masyarakat umum dapat dengan mudah mengetahui sedang berada di desa dan kecamatan mana.
Sebelum dilakukannya pembangunan tugu tersebut Kepala Desa Nyayum bersama tokoh adat dan tokoh masyarakat melakukan ritual adat doa keselamatan serta sekaligus agar masyarakat umum dapat mengetahui batas wilayah khususnya masyarakat Desa Nyayum Aayum Kecamatan Kuala dan Desa Engkadu Kecamatan Ngabang yang dilaksanakan di Dusun Engkalong Desa Nyayum Kecamatan Kuala Behe Kabupaten Landak,Senin (7/5/18).
Dalam acara ritual adat tersebut di hadiri Kapolsek kuala behe IPDA.
Supardi, Kepala Desa Nyayum Kecamatan Kuala behe Utun, S.Ag, Kepala Desa Engkadu Kecamatan ngabang Adrianus, Timanggung Binua Dait HIlir Amen, pasirah adat Desa Engkadu, pendamping desa, tokoh adat dan tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya Kapolsek Kuala Behe IPDA. Supardi berharap dengan dibangunnya tugu penunjuk batas wilayah tersebut tidak menjadi polemik atau permasalahan ditengah-tengah masyarakat, karena pembangunan tugu telah disepakati oleh kedua Kepala Fesa Nyayum dan Kepala Desa Engkadu.
“Bahwa Tugu yang dibangunnya tidak mutlak sebagai dasar satu-satunya batas wilayah, sehingga jika mungkin muncul permasalahan penguasaan tanah khususnya yang letaknya disekitar tugu batas akan di selesaikan kedua kepala desa bersifat fleksibel terkait pembuatan administrasi surat-menyuratnya penguasaan tanah, jadi kepada masyarakat tidak perlu merasa khawatir, ” pintanya.
Ditambahkannya, jangan sampai terjadi ketika masyarakat yang akan membuat administrasi terkait penguasaan tanah dipersulit atau dipimpong, buat di Desa Nyayum tidak bisa dan buat di Desa D ngkadu juga tidak bisa, sekali lagi jangan sampai terjadi hal tersebut.
Penulis : Heriyanto
Editor: One









