Home / Polri

Sabtu, 23 Juni 2018 - 11:42 WIB

Kalbar Membutuhkan Gubernur Yang Miliki Jaringan Kuat Di Pusat

PONTIANAK,  LANDAKNEWS – Gubernur Kalimantan Barat dua periode, Cornelis meyatakan, Kalimantan Barat memerlukan Gubernur yang memiliki jaringan kuat di pemerintahan pusat agar bisa melanjutkan berbagai program pembangunan yang telah dilakukannya bersama Cristiandy Sanjaya selama 10 tahun terakhir.

“Ke depan kita memerlukan Gubernur yang memiliki jaringan kuat di tingkat pusat, karena pemegang keputusan dan anggaran pembangunan berada dipusat,” kata Cornelis saat menghadiri kegiatan silahturahmi bersama masyarakat Tiong Hua Kalbar di Pontianak, Jumat (22/6/2018) malam.

Menurut Cornelis, jika selama ini dirinya tidak memiliki jaringan yang kuat di pusat, tentu tidak mungkin Jembatan Pak Kasih di Tayan bisa dibangun, tidak mungkin jalan Trans Kalimantan di Kalbar bisa dibangun, tidak mungkin PLN Entikong, Aruk dan Badau  bisa terbangun.

“Belum lagi pembangunan lainnya yang dibiayai oleh pusat, cukup banyak yang sudah dibangun di Kalbar. Itu membuktikan bahwa selama ini pemprov Kalbar memiliki jalinan kerjasama yang baik dengan pemerintah pusat, sehingga ini harus terus dilanjutkan,” tuturnya.

Baca juga  Jelang Pilkades Serentak, Kapolsek Sambangi Tokoh Masyarakat

Dirinya mengakui, selama menjadi pemimpin pemerintahan di Kalbar, dirinya bersama Christiandy memang masih belum bisa memaksimalkan layanan kepada masyarakat.

“Penyebabnya selain keterbatasan anggaran, saya dan Christiandy juga memiliki kewenangan yang terbatas sebagai Gubernur, karena semuanya ada kewenangan yang dibatasi,” lanjutnya.

Cornelis mengatakan, dalam membuat sebuah kebijakan ada yang menjadi kewenangan pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten, sehingga tidak semua menjadi kewenangan Gubernur dalam membangun daerah.

“Namun, meski demikian, selama saya dan Christiandy memimpin Kalbar, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kepemimpinan kami cukup tinggi, sebanyak 84 persen. Kalbar selama ini juga selalu dalam kondisi yang aman, tidak terjadi perpecahan antar masyarakat dan ini yang paling penting,” ungkap Cornelis.

Baca juga  Ini Pesan Bhabinkamtibmas Saat Menghadiri Natal Bersama

Untuk itu, dirinya menilai pasangan calon Gubernur Kalbar periode 2018-2023 yang mampu melanjutkan kepemimpinannya adalah pasangan calon nomor urut dua Karolin-Gidot.

Karena, selama menjadi anggota DPR, Karolin memiliki link yang kuat di tingkat pusat, bahkan bisa terkoneksi langsung dengan presiden Jokowi.

“Jadi, kalau kita minta dana pembangunan, tentu akan lebih mudah. Masyarakat bisa menilai ini sendiri, sehingga kalau pembangunan di Kalbar mau terus berlanjut dan cepat, tanggal 27 Juni nanti, pilih nomor dua,” pungkasnya.

Penulis: Tim Liputan
Editor: One

Share :

Baca Juga

Polri

Jelang Pelaksanaan Tugas di Kantor Kepolisian Sektor Mandor Briptu Riko Giatkan Penggalangan

Polri

Dialog Humanis Polisi–Satpam, Bahas Pencegahan Kejahatan di Mandor

Polri

Menjelang Pemilu Anggota Polsek Sengah Temila Terus Lakukan Patroli Sambang Dan Penggalangan

Polri

Polsek Sengah Temila Amankan Terduga Pelaku Penganiayaan Berat di Desa Saham

Polri

Umat Katolik Paroki Darit dan Bhabinkamtibmas Polsek Menyuke Serahkan Sumbangan

Polri

Bhabinkamtibmas Hadiri Panen Perdana Tanaman Jagung di Desa Songga

Polri

Kapolsek Dampingi Kegiatan Pelacakan Kasus Covid19 ( Tracer ) dan Pengambilan SWAB PCR

Polri

Polsek Ngabang Sambangi Toko Onderdil Mobil
error: Content is protected !!