MANDOR, LANDAKNEWS – Menyikapi situasi Pasca tahapan pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar di Desa mandor dan sekitarnya.
Jum’at (6/7/18), pukul,14.00 wib diadakan acara tolak bala/Pamabakng di Desa Mandor, yang mana hal ini merupakan hasil kesepakatan yang Prakarsai oleh Kapolsek Mandor Iptu. Anuar Syarifudin.S.H.,M.H, dan para Kades Sekecamatan Mandor.
Kegiatan ritual upacara Pamabakng tersebut di adakan di depan Kantor Camat mandor dan dihadiri oleh muspika kecamatan Mandor, para Kades dan Temenggung se Kecamatan Mandor.
Ketua DAD Kecamatan Mandor,Pasirah, Anak Raga Kecamatan Mandor serta masyarakat Mandor.
Personil yang melaksanakan pengamanan kegiatan upacara Ritual Pamabang yaitu,Personil Polsek Mandor, BKO Dalmas Polda Kalbar, personil BKO 643 dan personil Koramil Mandor.
Ketua DAD Agus Geletek.S.E. menyatakan bahwa kegiatan Ritual Pamabakng bertujuan untuk menciptakan situasi dan kondisi di desa mandor dan sekitarnya tetap Aman dan tentram.
Ia menyeru kepada lapisan masyarakat agar menghormati dan mematuhi kesepakatan ini.
Ia juga menjelaskan siapa saja,atau suku mana saja yang melanggar, kesepakatan ini maka mereka bukan hanya berhadapan dengan Polri atau TNI tetapi juga berhadapan dengan Masyarakat di Kecamatan Mandor.
Kegiatan ini diawali dengan nyangahatn (pembacaan doa) dari panyangahatn kemudian dilakukan pemasangan tempayan sebagai tanda dilaksanakannya Pamabakng atau tolak bala kemudian berberapa arahan dan himbauan dari dua muspika dan DAD agar masyarakat menjaga toleransi antar sesama serta menjaga keamanan.
Kapolsek Mandor IPTU. Anuar Syarifudin menyambut baik kegiatan ini dan berharap masyarakat benar benar memahami arti dari pelaksanaan Pamabakng atau tolak bala ini
“Mari kita cipatakan situasi yang aman dan kondusif, kita cegah dan hadapi bersama oknum yang berusaha mengganggu ke amanan dan kenyamanan dilingkungan Kecamatan Mandor dan sekitarnya, ” ajaknya.
Kapolsek juga meminta supaya masyarakat juga tidak mudah terprovokasi atas isu isu yang menyesatkan dan berita hoax yang dapat memecah belah keutuhan NKRI.
Penulis : Irmanudin
Editor: One








