Home / Kalbar

Senin, 1 Oktober 2018 - 08:12 WIB

Warga Perbatasan Tolak Jadi “Korban Politik”

Warga perbatasan Indonesia – Malaysia di Kecamatan Badau, Kapuas Hulu, Kalbar mendeklarasikan keberhasilan Presiden Joko Widodo dalam membangun dari pinggiran melalui program Nawacita. (Foto Timotius)

PUTUSSIBAU, LANDAKNEWS – Warga perbatasan Indonesia – Malaysia di Kecamatan Badau, Kapuas Hulu tidak ingin menjadi “korban” kepentingan politik pada Pemilihan Presiden (Pilpres) mendatang.

“Kami tidak mau jadi korban politik, yang merusak persatuan dan kesatuan, tim sukses dan elit politik jangan justru mengadu domba masyarakat dan menjelek – jelekan satu sama lain,” kata warga Badau, Thomas Langit kepada Antara di Pos Libtas Batas Negara, di Badau , Kapuas Hulu Kalimantan Barat, Sabtu.

Menurut Thomas, masyarakat tidak mengerti dengan politik, oleh karena itu masyarakat jangan diprovokasi, para elit politik harus memberikan edukasi kepada masyarakat dengan cara berpolitik santun serta tidak menyebarkan fitnah.

Baca juga  Cornelis: Saya Sudah Teken Pemekaran Wilayah Sejak 2012

Ia mengatakan masyarakat perbatasan memang tidak mudah terporvokasi namun masyarakat selalu dihadapkan dengan tontonan politik yang tidak mendidik.

“Bersainglah secara sehat, siapa pun terpilih itulah pemimpin kita, kami tidak ingin menjadi korban politik,” kata Thomas.
Melihat perkembangan media sosial, kata Thomas dirinya merasa prihatin, tidak sedikit yang menghujat dan menjelek – jelekan kepemimpinan Presiden Joko Widodo, padahal kerja keras dan pembangunan kita rasakan bersama.

Jika pun berbeda pilihan setidaknya jangan saling menjelek – jelekan, masa ia seorang presiden tidak ada benarnya dalam memimpin.

Baca juga  Perkuat Layanan Kesehatan, RSUD dr. Soedarso Jadi Rumah Sakit Pengampu Program Fellowship Dokter Spesialis

“Saya berbicara sejujurnya apa yang kami rasakan atas perubahan pembangunan, benar – benar nyata dan pak Jokowi menyentuh pembangunan di perbatasan,” kata dia.

Dirinya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama – sama menjaga persatuan dan kesatuan di tahun politik.

“Apa pun alasannya kita sebagai masyarakat jangan mau di adu – domba hanya karena kepentingan politik yang dapat merusak persatuan dan kesatuan,” ajak Thomas. (Ant)

Share :

Baca Juga

Kalbar

Buat Kalbar Hebat, Karolin Siap Tingkatkan Alokasi Dana Desa

Kalbar

Aturan Baru Terkait Pejabat Dukcapil Mulai Diterapkan

Kalbar

Atasi Perubahan Iklim, Gubernur Kalbar Ajak Tanam Pohon

Kalbar

Masyarakat Pontianak Minta Karolin Benahi Palayanan Kesehatan

Kalbar

RAPI Wilayah 02 Kabupaten Mempawah Gelar Muswil V

Kalbar

Abdul Muthalib, Kalbar Butuh Pemimpin Berani dan Punya Terobosan

Kalbar

Gubernur Kalbar Terima Aspirasi Buruh, Petani, Nelayan, dan Masyarakat Adat

Kalbar

Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Apresiasi Tim Penyelenggara Deklarasi Kampanye Damai Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur di Pontianak
error: Content is protected !!