Home / Pemda Landak

Selasa, 12 Februari 2019 - 15:44 WIB

Gandeng BKSDA, Bupati Landak Upayakan Bangun Jalan Untuk Masyarakat di Kawasan Lindung

NGABANG – Bupati Kabupaten Landak, dr Karolin Margret Natasa berharap pihaknya bisa segera membangun jalan akses di Desa Tauk, Kecamatan Meranti dan Desa Engkangin di Kecamatan Air Besar yang masuk dalam kawasan Cagar Alam Niyut.

Upaya tersebut salah satunya adalah dengan mengirimkan surat kepada Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, namun hingga saat ini belum ada tanggapan.

Wilayah CA Nyiut sendiri masuk dalam wilayah tiga kabupaten, diantaranya Kabupaten Landak, Sanggau dan Bengkayang.

Dalam pertemuan dengan pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar di Kantor Bupati Landak pada Selasa (12/2/2019), Karolin menyampaikan keinginan membuka akses jalan untuk masyarakat tersebut sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam perekonomian.

“Kami berharap bisa membuka jalan, paling tidak dengan meningkatkan kualitas jalan yang saat ini sudah ada untuk masyarakat yang tinggal di kawasan lindung,” ujar Karolin, Selasa (12/2/2019).

Baca juga  Pemuda Landak Didorong Jadi Motor Pembangunan oleh Bupati Karolin

“Karena masalah jalan ini sangat penting untuk akses masyarakat, baik itu di bidang kesehatan, pendidikan dan peningkatan perekonomian masyarakat,” tambah Karolin.

Sementara itu, Kepala BKSDA Kalbar, Sadtata Noor Adirahmanta menyampaikan bahwa pihaknya menyadari betul bahwa keberadaan masyarakat di desa tersebut sudah lebih dulu jika dibandingkan dengan penetapan status kawasan.

“Meski demikian, perlu direncanakan bersama untuk desain perencanaan jalan dan dirancang sedemikian rupa, sehingga ramah ekosistem,” ujar Sadtata.

Pihak BKSDA Kalbar pun akan segera melakukan kajian teknis bersama sejumlah instansi di Kabupaten Landak terkait dengan pembangunan jalan tersebut. Apakah tetap menggunakan jalur yang saat ini sudah ada ataupun membuat rute baru dengan konsep desain yang berkelanjutan.

“Sehingga bisa dimaksimalkan untuk digunakan masyarakat dan tentu saja bisa menjaga kawasan dan meningkatkan kapasitas masyarakat,” ujar Sadtata.

Baca juga  KPU Landak Gelar Gerak Jalan Sadar Pemilihan Serentak 2018

“Sekalian juga kita siapkan masyarakatnya, begitu jalan jadi, masyarakat nya juga tidak serta merta membuka ladang di pinggir jalan. Sehingga, tidak menjadi kontroversial dan pembangunan bisa sejalan dengan peran masyarakat dalam menjaga kawasan cagar alam itu sendiri,” pungkasnya.

Saat ini, ungkap Sadtata, di dua desa tersebut, Tauk dan Engkangin, pihak BKSDA Kalbar sudah melaksanakan pemberdayaan masyarakat, diantaranya adalah program Pelayanan Usaha Berbasis Konservasi. Program tersebut mengajak masyarakat untuk bertani tanaman argoforestry, produk sayuran organik (non-pestisida) dan peternakan.

“Masyarakat juga kita libatkan dalam smart patrol untuk melakukan patroli bersama petugas di kawasan tersebut,” ujar Sadtata.

Penulis: Tim Liputan
Editor: One

Share :

Baca Juga

Pemda Landak

Karolin Tutup Kegiatan HUT ke-20 Pemkab Landak di Malam Puncak

Pemda Landak

Bupati Landak Hadiri Pisah Sambut Danyon Armed 16/Tumbak Kaputing

Pemda Landak

Pemkab Landak Menerima Piagam Penghargaan Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih Oleh Kemendagri

Pemda Landak

Pj. Bupati Landak Hadiri Tabligh Akbar dan Milad ke-1 Majelis Cinta Rosul

Pemda Landak

Kapolsek Air Besar Hadiri Pelaksanaan Dukungan Eksekutif Dalam Rangka Sosialisasi Pilkada Gubernur Kalbar 2018

Pemda Landak

Wabup Lepas Pawai Kampanye Damai

Pemda Landak

Pemda Landak – PT.Sulotco Jaya Abadi, Sepakat Kerjasma Dalam Hal Perkebuna Kopi

Pemda Landak

Warga PKS Gempar, Kepala Keamanan Gantung Diri
error: Content is protected !!