Home / Pemda Landak

Jumat, 8 Maret 2019 - 14:16 WIB

Dihantam Kampanye Hitam, Tapanus Tetap Tenang, Tak Perlu Dibalas

Ngabang, Politik itu kejam, bisa benar adanya. Seperti dialami oleh calon legislatif (caleg) DPRD Provinsi Kalbar Dapil Kabupaten Landak, Tapanus SH MH. Menjelang berakhirnya masa kampanye Pemilu Legislatif 2019, ia dihantam berbagai kampanye hitam (black campaign). Caleg nomor urut 2 ini berusaha untuk tetap tenang dan sabar.

“Banyak kampanye hitam menghantam saya. Ini berdasarkan laporan dari tim saya di lapangan. Biarkan saja. Yang penting kita tetap fokus, terus berusaha mendapatkan simpati masyarakat,” kata Tapanus ketika dihubungi via jaringan selular, Jumat (8/3/2019).

Diungkapkan caleg PDI Perjuangan ini, ia tahu pihak yang melakukan kampanye hitam itu. Namun, ia tidak mau meladeninya. Sebab, kalau dilawan, sama juga melakukan tindakan tidak benar.

“Masyarakat Landak bisa menilai, mana yang telah berbuat secara nyata, dan mana yang hanya ngomong saja. Pihak yang melakukan kampanye hitam itu sepertinya takut kalah. Mestinya, jangan saling menjatuhkan. Sebaiknya, mari saling mendukung agar bisa sama-sama menjadi mendapatkan kepercayaan rakyat,” jelas putra kelahiran Dusun Panggong Desan Kresik Belantian Kecamatan Jelimpo.

Kenapa tidak lapor ke Panwaslu? Tapat menjawab, ia sengaja tidak laporkan ke pengawas Pemilu. Kalau dilaporkan, nanti menjadi tidak fokus kampanye. “Sengaja tidak lapor. Saya tetap fokus kampanye. Masyarakat sudah sangat cerdas untuk menilai, mana caleg yang patut dipilih dan tidak. Mereka juga tidak bisa dibodohi lagi dengan pemberian barang maupun uang,” jawabnya.

Baca juga  HUT ke-80 Bhayangkara, Bupati Karolin Apresiasi Sinergi Polri dan Pemkab Landak dalam Menjaga Kondusivitas Daerah

“Saya tidak mau menjelekkan caleg lain. Untungnya apa? Lebih baik kita terus berbuat untuk masyarakat secara nyata. Kita berikan bukti, bukan janji-janji,” tegas pria yang lama tinggal di Menjalin.

Apa bentuk kampanye hitamnya? Anggota DPRD Kalbar dua periode ini menjawab, kampanye hitam berbentuk fitnah keji. Ia diisukan bukan orang Dayak, melainkan orang laut (Melayu). Padahal, ayah dan ibu asli orang Dayak. Perlu diketahui, ia adalah Ketua Forum Keluarga Besar Banyadu (FKKBB) Nasional. Untuk membesarkan organisasi FKKBB ini, ia telah membangun sekretariat FKKBB di Desa Semade Kecamatan Mempawah Hulu.

“Sekretariat itu bisa dipakai untuk acara pesta. Bila ada masyarakat mau menggunakan untuk pesta, tidak perlu sewa. Gratis. Banyak kegiatan seni dan budaya telah dilakukan semata-mata demi mengangkat keberadaan suku Dayak. Masa’ saya dibilang bukan Dayak,” papar Tapanus.

Baca juga  Karolin Resmikan Gereja GKE Maranatha Pahauman

Tidak hanya dirinya, Tapanus juga mengingatkan semua caleg untuk selalu mengingat empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 45, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Paling utamanya, menjaga persatuan sesama caleg demi mewujudkan negara yang damai dan sejahtera. “Bila semua berpegang teguh pada empat pilar itu, dijamin tidak ada kampanye hitam. Kecuali, mereka yang suka melupakannya demi ambisi pribadi,” kata Tapanus.

Walau dihantam kampanye hitam, tidak menyurutkan semangat Tapanus untuk terus kampanye. Bahkan, masyarakat tidak terpengaruh. “Sebagai buktinya, setiap kali saya kampanye, selalu dipenuhi warga. Kalau tidak percaya, tonton saja di youtube, cari nama Tapanus,” pintanya.

Tapanus berharap, pihak Panwaslu diharapkan untuk serius melakukan pengawasan. Jangan ada caleg melakukan kampanye tanpa izin. Kemudian, diharapkan masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh dengan pemberian barang atau uang yang jumlahnya tak seberapa.

“Jangan gadaikan nurani hanya gara-gara diberi sabun atau uang Rp50 ribu. Pilihlah caleg yang telah memberikan bukti, bukan hanya janji-janji,” imbau Tapanus. (#)

Share :

Baca Juga

Pemda Landak

Bupati Karolin Buka Acara Milenial Road Safety Festival di Landak

Pemda Landak

Peringatan Hari Air Sedunia, Bupati Jelaskan Manfaat Air

Pemda Landak

Pj. Ketua TP-PKK Landak Lakukan Pembinaan TP-PKK Desa se-Kecamatan Menyuke

Pemda Landak

Pj. Bupati Landak Hadiri Deklarasi Open Defecation Free (ODF) di Desa Kerohok dan Desa Mengkunyit Kec. Mandor, Kab. Landak

Pemda Landak

Pj. Bupati Landak Gelar Audiensi dengan Para Awak Media

Pemda Landak

Polisi Ini Menghemat Uang Negara dengan Problem Solving

Pemda Landak

Pj. Bupati Landak Serahkan SK Tenaga Kesehatan Pada Rumah Sakit Pratama di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Landak

Pemda Landak

Pengadaan Alkes Rumah Sakit Pratama Sudah Sesuai Aturan, DINKES Landak Membantah Isu Miring Pengadaan Alkes Pratama Tahun 2022
error: Content is protected !!