Home / Pemda Landak

Sabtu, 27 April 2019 - 15:08 WIB

Bupati Karolin Ajak Tokoh Adat Dayak Komitmen Hentikan kekerasan Terhadap Anak Dan Perempuan

NGABANG,  – Bupati Landak dr.Karolin Margret Natasa mengajak tokoh adat berkomitmen menyerukan penghentian kekerasan terhadap anak dan perempuan.

Hal itu disampaikan Karolin saat memberikan sambutan usai mengikuti perayaan ekaristi syukur dalam rangka Naik Dango digelar di rumah Radakng Aya’ Ngabang pada Jumat sore (26/4/2019).

“Dalam acara naik dango kali ini melalui Bahaum Dewan Adat Dayak saya ingin mengajak nantinya seluruh pengurus disetiap Kabupaten bersama-sama menandatangani komitmen untuk menyerukan penghentian kekerasan terhadap anak,” ujar Karolin.

Dalam kesempatan itu juga Karolin ingin tokoh adat ikut berperan dalam mengatasi kekerasan terhadap anak di Kalimantan Barat. Melihat masih terjadi 95 kasus kasus kekerasan terhadap anak di Kalimantan Barat (Data Dinas PP&PA Kalimantan Barat,2018).

“Pada acara Bahaum saya ingin membangkitkan kesadaran bersama, dan saya ingin ada satu tema yang diangkat khusus dalam pertemuan Dewan Adat dayak kali ini yaitu mengenai kekerasan orang tua terhadap anak-anak juga terus meningkat dari tahun ke tahun,”tukas Karolin.

Baca juga  PN Ngabang Gelar Sidang Lapangan Sepak Bola Bardanadi

Bupati Landak itu ingin kegiatan Naik Dango selain dijadikan kegiatan rutinitas juga dijadikan momen untuk membahas isu-isu baru yang dianggap bertentangan dengan adat istiadat.

“Saya ingin kegiatan Naik Dango selain dijadikan kegiatan rutinitas juga  bisa kita manfaatkan untuk membahas isu-isu yang dianggap bertentangan dengan adat istiadat ,” ujar karolin.

“Sehingga kegiatan Naik Dango ini bukan hanya sekedar bertemu, tetapi ada manfaat yang diperoleh dari pertemuan ini,” sambungnya.

Karolin berharap perangkat adat bersama Pemerintah daerah dapat bekerjasama membentuk suatu peraturan untuk merespon masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Bicarakan masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak dalam perspektif adat kita akan membakukan bagaimana susunan tata adat kita, sistem adat kita dalam peraturan daerah,” ujar Karolin.

Baca juga  Asisten Setda Landak Hadiri Ulang Tahun PWKI Ke-6

Selanjutnya Karolin berharap pertemuan seluruh Dewan Adat Dayak dari tiga kabupaten yang hadir yaitu Kabupaten Landak, Kabupaten Mempawah, dan Kabupaten Kubu Raya ini menghasilan suatu kesepakan bersama untuk menuntaskan masalah dengan perspektif adat. Mengingat pentingnya suatu daerah  mempersiapkan generasi yang lebih baik dimasa depan.

“Bicara masalah sistem tata adat masih banyak yang harus kita benahi, tetapi dalam acara naik dango ini kita bukan hanya berbicara mengenai keberlangsungan dari sawah dan padi yang kita tanam, tetapi juga keberlangsungan generasi yang  dimasa yang akan datang,” tukas Karolin. (MC-004)

Share :

Baca Juga

Pemda Landak

Bupati Landak Akan Berbagi Cerita Mengelola Desa Berbasis Adat di Kampus STPMD “APMD” Yogyakarta

Pemda Landak

Pj. Bupati Landak Buka Sosialisasi Pembentukan Badan Adhoc Pemilu 2024 dan SIAKBA

Pemda Landak

Acara Reuni Akbar SMANSA Ngabang Sukses

Pemda Landak

Kado Natal Bupati Landak, Terangi Desa Sebirang dan Amboyo Selatan

Pemda Landak

Pemkab Landak Resmi Deklarasikan Cakupan Jaminan Kesehatan Semesta

Pemda Landak

DPD Partai Perindo Landak Oftimis Lolos Verifikasi

Pemda Landak

Sistem Portal Terintegrasi dan Launching Satu Data Kabupaten Landak Resmi di Launching

Pemda Landak

Pj. Bupati Landak Saksikan Penampilan Grup Paduan Suara TP-PKK Kabupaten Landak di Tingkat Nasional
error: Content is protected !!