NGABANG – Bupati Landak Karolin Margert Natasa menegaskan pertanian merupakan sektor penggerak utama (prime mover) pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Landak.
“Kabupaten Landak kini tengah berbenah dalam perbaikan infrastruktur nya dan salah satu yang kini sedang dibenahi ialah infrastruktur pertanian,” kata Karolin, saat memberikan pidato Hari Krida Pertanian Ke-47 Tingkat Kabupaten Landak tahun 2019, Kamis (18/07/19).
Bupati cantik ini lebih jauh mengatakan pencapaian kemajuan Kabupaten Landak pun sangat dipengaruhi oleh kemajuan pertanian yang ada, secara mayoritas penduduk indonesia sendiri adalah petani.
Status Kabupaten Landak yang masih termasuk dalam kabupaten hasil pemekaran Kabupaten Pontianak (Sekarang Kabupaten Mempawah) mempunyai cita-cita tinggi yaitu mengubah status yang ada tersebut menjadi kabupaten yang mandiri, maju, dan sejahtera.
Ada berbagai macam cara yang dapat kita tempuh untuk mencapai itu salah satunya adalah dengan meningkatkan kualitas pertanian yang ada di Kabupaten Landak ini dan salah satu kunci meningkatnya kualitas pertanian yang ada ialah bagaimana infrastruktur dan SDM pertanian yang mendukung.
“Disatu sisi para petani kita dituntut untuk memproduksi hasil pertanian yang banyak, berkualitas dan berdaya jual tinggi. namun dilema terjadi disini karena disisi yang berbeda para petani kita kewalahan akan itu dengan melihat infrastruktur yang boleh dikata masih terbilang minim. sangat dirindukan oleh para petani kita adanya infrastruktur pertmemadai, menunjang keleluasaan dalam proses pertanian dan memberi kesejahteraan bagi para petani,” jelas Karolin.
Pembangunan jalan usaha tani adalah merupakan salah satu infrastruktur pertanian yang sangat berperan penting dalam kemajuan dan hasil tani sendiri. ada banyak daerah yang masih membutuhkan adanya infrastruktur pertanian berupa jalan usaha tani yang merupakan jantung kelancaran proses pertanian itu sendiri. apalah arti hasil yang berkualitas jika akses untuk membawa keluar hasil tani guna untuk pemasaran tidak mendukung. medan yang sulit dijangkau oleh kendaraan adalah salah satu masalah serius yang kerap kali dirasakan oleh para petani.
Selain transportasi pemasaran akses jalan pun harus menjadi tolak ukur guna memudahkan para petani untuk melakukan aktivitas nya. untuk itu sejak tahun 2017 hingga 2018 kita telah membangun jalan usaha tani sepanjang 35.250 m.
Pada tahun 2018, produksi padi kabupaten landak 268.135 ton atau naik 9,66% dari tahun 2017 dengan 244.520 ton (atap, 2018).
Hal yang tidak kalah penting dalam usaha pengembangan hasil pertanian adalah bagaimana kelancaran pengairan sebagai kunci utama dalam proses bertani itu sendiri. suplai air yang cukup adalah suatu hal yang sangat dibutuhkan oleh para petani kita. pembangunan sarana irigasi masih sangat dinantikan oleh daerah-daerah yang minim akan ketersediaan air nya. kerja sama antar pemerintah dan masyarakat disini sangat dibutuhkan.
Pemerintah dituntut harus jelih melihat daerah daerah yang masih minim akan ketersediaan air sebagai penunjang dalam peningkatan kualitas pertanian itu sendiri, dan masyarakat pun haruaktif dalam menyuarakan keluhannya sebagai pertimbangan bagi pemerintah untuk dicarikan solusinya.
Untuk itu dalam kurun tahun 20172018 pemerintah Kabupaten Landak telah membangun dam parit, pintu air, embung, long storage, irigasi air tanah sebanyak 124 unit.
“Tinggal bagaimana kerja sama antar pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan/menambah akan infrastruktur di bidang pengairan yang telah ada ini agar benar-benar dapat membantu petani kita dalam peningkatan kualitas pertanian yang baik,” jelasnya lagi.
Perbaikan infrastruktur pertanian di Kabupaten Landak selain untuk peningkatan kualitas pun menunjang dalam kelanjutan jangka panjang dari proses pertanian itu sendiri.
Dalam kesemuanya itu penambahan/perluasan lahan pertanian juga sangat dibutuhkan. Penambahan luas lahan persawahan yang saat ini tengah berproses dalam program pemerintah adalah sebuah hal yang sangat luar biasa tentu program disambut baik oleh para petani.
“Itu berarti semangat pemerintah untuk meningkatkan kemajuan pertanian sangat tinggi terbukti yakni penambahan lahan pertanian sawah. Di Kabupaten Landak sendiri sejak tahun 2017 sampai 2018 percetakan sawah seluas 1.100 ha,” ungkapnya.
Hasil tani yang maksimal juga sangat dipengaruhi oleh lahan pertanian yang ada.Dan sekali lagi keterlibatan pemerintah sangat dibutuhkan untuk hal tersebut mengingat hal ini butuh pertimbangan yang dimana harus benar benar ditimbang secara matang sehingga tidak ada kerugian yang dirasakan oleh satu pihak.
Selain infrastruktur umum yang ada, pun sangat dibutuhkan dan sudah menjadi kebutuhan pokok yakni infrastruktur penunjang.
Infrastruktur penunjang antara lain pupuk dan obat pembasmi hama lainnya pun sangat dibutuhkan oleh petani kita. daerah-daerah yang terkendala dibidang pupuk harus menjadi perhatian pemerintah.
Ketersediaan pupuk yang cukup adalah pendorong utama dalam menghasilkan kualitas yang baik. Pengawasan pengiriman pupuk ke daerah yang dituju juga sangat perlu.pendampingan harus dilakukan sehingga pupuk yang dikirim benarbenar tepat pada sasaran atau dengan kata lain tidak ada penyelewengan pengiriman, ini adalah solusi agar keamanan terjaga dan hal-hal yang dinginkan tidak terjadi demi kesejahteraan para petani kita.
Selain pupuk,benih unggul ataupun benih berkualitas juga sangat diperlukan oleh para petani peningkatan ketahanan pangan dipengaruhi oleh kualitas benih yang ditabur.olehnya itu pupuk berkualitas bagus harus mampu dicetak. dalam hal ini ketersediaan pupuk berkualitas bagus tidak lain dan tidak bukan adalah pengaruh dari infrastruktur yang baik pula.
Infrastruktur pendukung lainnya adalah alat pertanian. Bukan hanya dibidang infrastruktur umum yang tidak mendukung menjadi kendala. infrastruktur pendukung dibidang alat pertanian juga adalah bumerang bagi para petani kita jika sekiranya alat pertanian itu sendiri tidak mendukung. oleh karena itu, sejak tahun 2017 kita sudah menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian berjumlah 1913 unit.
Didaerah pertanian terpencil yang masih menggunakan alat sederhana untuk kelancaran proses bertani juga harus menjadi perhatian khusus pemerintah yang membidangi.tidakmenutup kemungkinan ada daerah mempunyai kesuburan tanah yang tinggi namun apa daya jikalau alat tidak memadai untuk menggarap ataupun mengolah tanah tersebut.
Perkembangan teknologi yang sangat pesat adalah jalan kita untuk mencetak alat-alat pertanian yang lebih canggih.dan luar biasanya adalah kita sudah mampu melakukan itu. Sudah banyak orang luar biasa indonesia yang bisa menciptakan akan ini. inilah yang patut kita syukuri tinggal bagaimana supaya alat yang sudah ada dikembangkan dan dapat menjadi penunjang hasil kualitas pertanian yang baik.
Tak ada salahnya memproduksi alat pertanian canggih dalam jumlah yang banyak sehingga semua daerah pertanian khusus daerah terpencil yang masih bersandar pada alat sederhana dapat merasa enteng dalam bertani.
Akhirnya, pada kesempatan yang berbahagia ini, atas nama pribadi maupun pemerintah Kabupaten Landak, saya ingin menyampaikan ucapan selamat dan terima kasih serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh insan pertanian khususnya para petani, peternak dan pekebun diseluruh wilayah kab. landak, yang telah bekerja keras mewujudkan keberhasilan penyediaan bahan pangan untuk mewujudkan ketahanan pangan di Kabupaten Landak.
“Selanjutnya dalam memaknai hari krida pertanian, saya menghimbau agar seluruh pemangku kepentingan pembangunan pertanian, secara aktif berperan serta menyemarakkan peringatan hari krida pertanian iberbagai kegiatan nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. marilah kita senantiasa berdoa kepada tuhan yang maha esa, semoga segala langkah dan upaya kita dalam,” tegas ibu dua anak ini.
Plt. Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Landak Alpius S.Sos., MM mengatakan maksud dan tujuan dilakasanakan Hari Krida Pertanian Ke-47 Tingkat Kabupaten Landak tahun 2019 seyogyanya diperingati setiap tanggal 21 Juni, yaitu maksudnya untuk melakukan konsolidasi, pengembangan diri, tukar menukar informasi, apresiasi, kemitraan dan butuh kerjasama juga baik Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan di Kabupaten Landak dengan penyuluh pertanian dan kelompok tani.
Sedangkan tujuannya adalah diselenggarakannya Peringatan Hari Krida Pertanian (HKP) Ke-47 Tingkat Kabupaten Landak ini adalah untuk mensosialisasikan program-program pembangunan pertanian dan memberikan wacana berpikir, kerja keras dan inovasi teknologi yang baik kepada masyarakat petani se-Kabupaten Landak, sehingga dapat meningkatkan wawasan dan pengetahuan penyelenggara dan pelaku pembangunan pertanian. Hari Krida Pertanian juga merupakan evaluasi pembangunan sektor pertanian agar lebih meningkat di masa yang akan datang.
Dengan tema Peringatan Hari Krida Pertanian (HKP) Ke-47 Tingkat Kabupaten Landak Tahun 2019 ini adalah “MEMBANGUN INFRASTRUKTUR DAN SDM MENUJU PERTANIAN YANG BERDAYA SAING MAJU MANDIRI DAN SEJAHTERA”.
Peserta Kegiatan, kata Alpius para Kepala BP3K se Kabupaten Landak; Penyuluh Pertanian se-Kab. Landak dan Petani anggota Kelompok dan Gapoktan Kabupaten Landak.
Sementara itu, kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka peringatan Hari Krida Pertanian adalah :
- Lomba Teknologi Tepat Guna Pertanian;
- Lomba Cerdas Cermat Pertanian;
- Lomba Mengoperasikan Handtraktor;
- Lomba Pidato Pertanian;
- Lomba Menangkap Lele;
- Lomba Memipil Jagung;
- Pemilihan Penyuluh Pertanian Teladan Tingkat Kabupaten Landak Tahun 2019;
- Pemilihan Berprestasi Tingkat Kabupten Landak Tahun 2018
- Penyerahan sertifikat tanah petani lintas sektoral
- Penyerahan sarana dan prasarana alat dan mesin pertanian kepada kelompok tani.
Dalam acara itu itu, juga penyerahan secara simbolis, berupa penyerahan piagam kepada tenaga penyuluh, penyerhan sertipikat tanah 400 bidang di Desa Sidas,
penyerahan alat hand traktor, penyerahan pompa air dan penyerahan cultivator.
Penulis: One













