NGABANG – DDS atau dikenal Doot to Door Sistem merupakan salah satu program Kepolisian dalam menjawab program Nawacita yang dicanangkan Presiden Jokowi yakni ” Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara, melalui politik luar negeri bebas aktif, keamanan nasional yang tepercaya dan pembangunan pertahanan negara Tri Matra terpadu yang dilandasi kepentingan nasional dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim “.
Kegiatan ini selain bertujuan mendekatkan masyarakat dengan Kepolisian, juga sebagai sarana Kepolisian dalam memberikan pembinaan dan edukasi terkait keamanan dan ketertiban masyarakat.
Seperti yang dilakukan BRIPKA Bayu Friatna selaku Bhabinkamtibmas dirumah salah satu warga yang bernama Winarjo di dusun Mungguk Lumut Desa Kayuara Kecamatan Jelimpo. Kamis (2/4/2020).
Saat mengunjungi warganya, BRIPKA Bayu Friatna juga menyampaikan imbauan terkait pencegahan secara dini penyebaran faham – faham radikalisme ataupun faham – faham anti Pancasila.
Diharapkan, dengan imbauan tersebut warga desa binaannya dapat menangkal penyebaran faham – faham anti Pancasila baik untuk dirinya sendiri, keluarga dan masyarakat sekitar.
“Mudah – mudahan masyarakat semakin faham dan berkerjasama dengan Kepolisian dalam menangkal faham anti Pancasila, ” ujar BRIPKA Bayu.
Sebagai warga, Winarjo memyambut baik imbauan yang disampaikan Bhabinkamtibmas.
“Informasi ini sangat bermanfaat, sehingga masyarakat bisa mengantisipasi dari sejak awal, ” ungkap Winarjo.
Ditempat terpisah Kapolsek Ngabang KOMPOL B. Sembiring SH. MH mengharapkan dengan dilaksanakannya DDS, dapat merangkul semua elemen masyarakat.
“Dengan begitu dapat tercipta kebersamaan antara Polisi dan masyarakat, ” ujar KOMPOL B. Sembiring.
Penulis : Indra







