NGABANG – Dalam rangka mendorong ketahanan pangan dan meminimalisir pembakaran lahan dimusim kemarau di desa binaannya, Bhabinkamtibmas Victorius Pridoni kembali dorong para petani menanam padi dengan pola padi gadu.
“Setidaknya dengan metode tanam padi pola padi gadu, petani bisa panen 2 kali dalam setahun, ” jelas Victorius.
Bripka Victorius berpendapat dengan dilaksanakannya penanaman padi dengan metode padi gadu, selain mendapatkan hasil lebih juga dapat mengalihkan kebiasaan petani membakar lahan disaat musim kemarau menjadi memanen padi di musim kemarau.
Saat dijumpai, Bhabinkamtibmas satu ini nampak sibuk mengoperasikan hand tractor di demplotnya yang berada di Desa Mandor Kiru Kecamatan Jelimpo. Rabu (08/04/20).
Belakangan, diketahui bahwa hand tractor yang digunakan Bhabinkamtibmas merupakan milik Pemerintah Desa Mandor Kiru yang ikut berperan aktif mendukung program pembuatan ladang padi dengan pola padi gadu.
Kepala Desa Mandor kiru melalui Sekretaris Desa mengatakan ” kami sangat berterima kepada pak Victor (Bhabinkamtibmas) yang telah melakukan pembinaan poktan yang ada disini ” kata Kiyariono.
“Sebagai bentuk dukungan kami dari Pemerintahan Desa Mandor Kiru kepada Pak Bhabinkamtibmas, maka kemudian kami membuat pengadaan alsintan berupa 5 unit hand tractor mini yang dapat digunakan untuk para warga atau petani di desa kami. Dan sekarang para perangkat desa kami juga ikut membuat demplot padi berdampingan dengan demplot Pak Bhabinkamtibmas, ” tambahnya.
Dengan demplot padi pola tanam gadu ini, Bhabinkamtibmas berharap semakin banyak warga didesa binaanya yang tergugah mengelolah lahan dengan pola pertanian modern dan meninggalkan kebiasaan membakar lahan dimusim kemarau.
“Asap berkurang, ketahanan pangan semakin terbangun, ” harap Bripka Victorius Pridoni menutup perjumpaan.
Penulis : Bayu











