Home / Pemda Landak

Kamis, 16 April 2020 - 08:11 WIB

Pemkab Landak Lakukan Rapid Test (RDT) COVID-19, 16 Orang Berstatus OTG

LANDAK – Pemerintah Kabupaten Landak melakukan penanganan dan pencegahan Corona Virus Disease (COVID-19) dengan terus mendata Orang Dalam Pemantauan (ODP) serta melakukan Rapid Test (RDT) COVID-19 pada masyarakat Kabupaten Landak dengan berfokus kepada orang yang bergejala serta kepada orang yang memiliki risiko tinggi.

Hal tersebut disampaikan Bupati Landak Karolin Margret Natasa saat ditemui para wartawan usai menyerahkan bantuan kepada mahasiswa STKIP Pamane Talino, rabu (14/04/20). Karolin menjelaskan Pemkab Landak telah melakukan 1000 Rapid Test (RDT) COVID-19 selama dua pekan terakhir.

“Kami sudah melakukan Rapid Test (RDT) COVID-19 kepada 1000 orang. Yang menjadi prioritas adalah orang-orang yang bergejala seperti menunjukkan gejala demam, flu, sesak nafas dan gangguan pernafasan, kemudian juga mereka-mereka yang memiliki risiko yakni para tenaga kesehatan,” ungkap Karolin.

Baca juga  Syahdan Anggoi, Vinsensius dan Heri Saman Calon Kuat Ketua Umum KONI Landak

Bupati Landak menambahkan setelah dilakukan Rapid Test (RDT) COVID-19 terdapat 16 Orang Tanpa Gejala (OTG), namun orang-orang tersebut saat ini sedang isolasi mandiri di rumah masing-masing.

“Sudah ada 16 Orang Tanpa Gejala (OTG) dan mereka semua saat ini sedang melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Kontak erat mereka yang serumah dengan mereka-mereka yang OTG juga sudah dilakukan Rapid Test (RDT) COVID-19 dan hasilnya negatif,” jelas Karolin.

Pemerintah Kabupaten Landak juga sudah menindaklanjuti dengan test konfirmasi bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat kepada 16 OTG tersebut.

“Kami menindaklanjuti dengan melakukan test konfirmasi bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan sudah diambil sample untuk 16 OTG ini, dan kita masih menunggu hasil pemeriksaan pastinya dari Jakarta,” terang Karolin.

Baca juga  Bupati Landak Dukung Sekolah Ramah Anak SMP Negeri 1 Ngabang

Sementara itu, untuk jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sudah mulai berkurang yang dikarenakan kepulangan masyarakat ke Kabupaten Landak sudah mulai melewati masa puncaknya. Dari data COVID-19 Kabupaten Landak hingga tanggal 15 April 2020 yang masih berstatus ODP sebanyak 2.938 orang.

“Untuk jumlah ODP di Kabupaten Landak sudah mulai berkurang karena gelombang kepulangan sudah melewati puncaknya, tetapi masih ada yang masih berstatus ODP terutama orang-orang yang datang dari luar Pulau Kalimantan dan datang ke Kabupaten Landak,” kata Karolin.

Penulis: MC

 

Share :

Baca Juga

Pemda Landak

Ribuan Masyarakat Hadiri Open House Hari Kedua Bupati Landak

Pemda Landak

Pj. Bupati Landak Mengukuhkan Perpanjangan Masa Jabatan Sembilan Kepala Desa

Pemda Landak

Pemkab Landak Tindak tegas Perusahaan Yang Lakukan Pembakaran Lahan

Pemda Landak

Bupati Landak Sampaikan Jawaban Atas Pandangan Umum DPRD Terhadap Perubahan RPJMD 2017-2022

Pemda Landak

Sekda Landak Hadiri Tatap Muka Masyarakat Adat Dayak Bersama Satgas Penertiban Kawasan Hutan

Pemda Landak

Awal November 2020, Bupati Landak Lantik 5 Pejabat Administrator

Pemda Landak

KunKer Komisi 1 DPRD Provinsi Kalbar, Bupati Landak Minta Dukungan Penyelesaian Batas Wilayah

Pemda Landak

Reses DPR RI, Cornelis Anjurkan Pemerintah Miliki Penangkaran Benih Hingga Ke Desa
error: Content is protected !!