Home / Nasional

Senin, 14 September 2020 - 09:46 WIB

Dosen IPB University Ciptakan Baju Antipeluru Dari Tandan Kosong Sawit

Jakarta  – Peneliti sekaligus dosen IPB University dari Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Dr Siti Nikmatin, menciptakan baju antipeluru berbahan serat tandan kosong kelapa sawit (TKKS).

“Dari hasil treatment yang dilakukan, biomasa TKKS menjadi serat dengan kandungan lignoselulosa. Ternyata TKKS ini memiliki potensi tinggi dalam menyerap energi tumbukan,” kata Siti, melalui keterangan pers yang diperoleh ANTARA, Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan jika biomasa TKKS tersebut disusun dalam bentuk anyaman dengan orientasi sudut tegak lurus pada sistem komposit laminated atau sandwich, melalui penambahan coating material antipanas, serat TKKS woven dapat menahan api dalam waktu 30 detik. Hal itu yang digunakan dalam perancangan baju antipeluru tersebut.

Baca juga  Kecelakaan Motor dengan Pejalan Kaki, Korban Alami Luka Ringan

Untuk membuktikan ketahanan baju tersebut, Siti melakukan uji tembak menggunakan pistol glock dengan peluru MU1-TJ pada jarak efektif 25-50 meter. Baju anti peluru itu terbukti mampu menahan peluru tersebut.

Namun demikian, baju antipeluru tersebut, katanya, belum mampu menahan tembakan pistol laras panjang, sehingga masih memerlukan riset lebih lanjut.

Siti mengatakan potensi baru bahan baju anti peluru tersebut dapat menjadi alternatif pilihan untuk kebutuhan dalam negeri karena bahan baku rompi antipeluru masih 100 persen impor.

“Karena pentingnya pengembangan riset ini, saya berharap riset dapat dilanjutkan menjadi penelitian terapan atau lanjutan. Dua sampai tiga langkah lagi menuju komersialisasi,” kata dia.

Baca juga  Festival Apem Semarakkan Tradisi Ruwahan

Sebelumnya Siti juga berhasil membuat helm Green Composite (GC) yang menggunakan filler serat TKKS pada ukuran mikropartikel. Setelah diteliti lebih lanjut, serat TKKS ternyata juga mampu menyerap energi pada laju yang sangat tinggi pada saat tumbukan. Kemudian ide tersebut berkembang untuk membuat diversifikasi produk berbahan serat TKKS woven pada aplikasi bahan anti peluru.

(Antara)

Share :

Baca Juga

Nasional

Ini Perbedaan PNS dan PPPK, Mulai dari Gaji hingga Masa Kerja

Nasional

Dua Menteri Tak Hadir Sidang Kabinet Perdana di IKN, Stafsus Jokowi Beri Penjelasan

Nasional

Mediator Internasional Mungkin Dibutuhkan untuk Akhiri Penyanderaan di Papua

Nasional

Soal Pemilu 2024 Ditunda, Mahfud MD: Ini Sama dengan Peradilan Militer Memutus Kasus Perceraian

Nasional

Komnas HAM Ungkap Keterlibatan Anggota TNI/Polri dalam Kasus Kerangkeng Manusia di Langkat

Nasional

Ditagih Utang BLBI, Besan Setya Novanto Gugat Pemerintah

Nasional

Cegah Masuknya Varian Baru COVID-19, Pemerintah Tingkatkan Pendeteksian di Pintu Masuk

Nasional

Kabinet Prabowo Dinilai Mulai Tunjukkan Kemajuan
error: Content is protected !!