Home / Pemda Landak

Rabu, 14 Oktober 2020 - 16:48 WIB

Rakor Regulasi Omnibus Law : Pemkab Landak Siap Menindaklanjuti Arahan Pemerintah Pusat

LANDAK  – Dalam rangka sinergitas kebijakan pemerintah pusat dan daerah dalam pelaksanaan regulasi Omnibus Law, Pemerintah Kabupaten Landak siap menindaklanjuti arahan dari pemerintah pusat. Rabu (14/10/20).

Rapat koordinasi yang digelar secara virtual tersebut, acara dibuka langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menpolhukam) Mahfud MD dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri ATR/Kepala BPN, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, Kepala BIN, Kepala BPKM dengan Gubernur dan Bupati/Walikota serta Forkopimda Provinsi dan Kabupaten se-Indonesia.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Landak, Kapolres Landak, Kajari Landak, Wakil Ketua Pengadilan Negeri Ngabang, Koramil, Wadanyon, Sekda Landak dan Plt. Kepala Kesbangpol Landak.

Saat membuka rapat tersebut, Menkopolhukam Mahfud MD mengatakan bahwa didalam UU Cipta Kerja telah tercantum mengenai Jaminan Kehilangan Pekerjaan yang dijamin oleh Pemerintah.

Baca juga  Bupati Kabupaten Landak Berikan Bantuan Korban Banjir di Kecamatan Menyuke

“Sebelumnya 32 kali juga tetapi yang melaksanakan hanya 7 persen dan itupun tidak penuh 32 kali. Sekarang diberi kepastian tidak boleh orang di PHK sebelum ada kepastian, selain itu juga sudah ada JKP (Jaminan Kehilangan Pekerjaan) yang dijamin oleh Pemerintah yang sebelumnya tidak ada,” terang Mahfud MD.

Hal senada disampaikan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang menyampaikan tentang latar belakang UU Cipta Kerja dan manfaatnya yakni untuk mendorong penciptaan lapangan kerja, memudahkan pembukaan usaha baru serta mendukung pemberantasan korupsi.

Sedangkan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menambahkan terkait urgensi RUU Cipta Kerja, dirinya mengatakan jika pengesahan RUU tidak dilakukan maka akan terjadi lapangan kerja yang berpindah ke negara lain yang lebih kompetitif.

“Dengan demikian maka penduduk yang tidak atau belum bekerja akan semakin tinggi dan Indonesia terjebak dalam middle income trap,” ucap Ida Fauziyah.

Sementara, Mendagri Muhammad Tito Karnavian menyampaikan pertemuan kali ini untuk menjelaskan mengenai spirit maupun proses dan substansi dari UU Cipta Kerja kepada seluruh Kepala Daerah, Forkopimda di Provinsi, Kabupaten/Kota sehingga bisa memiliki kesamaan visi untuk menentukan sikap dan juga mengambil langkah-langkah responsif dan proaktif terkait RUU Cipta Kerja.

Baca juga  Pangdam XII/Tpr Ikuti Zikir dan Do'a Kebangsaan 76 Tahun Indonesia Merdeka Secara Virtual

Saat ditemui usai kegiatan ini, Wakil Bupati Landak Herculanus Heriadi mengatakan pihak Pemerintah Kabupaten Landak siap menindaklanjuti arahan dari pemerintah pusat terkait Omnibus Law tersebut.

“Kita sangat menyambut baik arahan dari pemerintah pusat ini, yang nantinya akan kita sosialisasikan tentang UU Cipta Kerja dengan sistem penyampaian melalui tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama serta lainnya supaya dapat menyebarluaskan substansi dari undangan-undang tersebut. Supaya masyarakat kita memahami dan mengerti akan Omnibus Law atau Undang-undang Cipta Kerja ini,” ungkap Herculanus Heriadi.

Penulis: MC

Share :

Baca Juga

Pemda Landak

Karolin Berharap Kodim Ada di Landak

Pemda Landak

Kunker Kayong Utara, Bupati Landak Belajar Budidaya Kopi

Pemda Landak

Pj. Sekda Akui, Tim Gabungan Eksekusi Lokasi Jalur SUTT di Amboyo Utara

Pemda Landak

Santri Nurul Islam Dibekali IT

Pemda Landak

Pohon Dalam Kota Dipangkas

Pemda Landak

Resmi Ditutup, Pelaksanaan SKB CPNS 2019 Kabupaten Landak Berjalan Lancar

Pemda Landak

Bupati Karolin Buka Sosialisasi Pemanfaatan Lahan Eks HGU untuk Ketahanan Pangan di Landak

Pemda Landak

Pj. Bupati Landak Lantik 6 Kepala Desa Pergantian Antar Waktu di Wilayah Kabupaten Landak
error: Content is protected !!