Home / Internasional

Selasa, 26 Januari 2021 - 10:31 WIB

Pengacara Trump Digugat Rp18 T karena Bohong Pilpres Curang

Mantan presiden AS Donald Trump. (REUTERS/CHERISS MAY)

Jakarta – Pengacara mantan presiden Amerika Serikat Donald Trump, Rudy Giuliani, digugat oleh perusahaan teknologi penghitungan suara atas tuduhan bohong soal kecurangan pilpres.

Gugatan dilayangkan pada Senin (25/1) setelah Giuliani mengklaim perusahaan tersebut telah merugikan Trump dalam pilpres November lalu.

Dalam gugatan pencemaran nama baik, Dominion Voting Systems menuntut ganti rugi sebesar $1,3 miliar atau sekitar Rp18 triliun.

“Mantan wali kota New York Giuliani dan sekutunya membuat dan menyebarkan kebohongan besar, yang menjadi viral dan menipu jutaan orang agar percaya bahwa Dominion telah mencuri suara mereka dan mengatur pilpres,” kata Dominion dalam gugatan tersebut di pengadilan federal Washington seperti dikutip dari AFP.

Perusahaan mengatakan bahwa Giuliani dan para sekutu Trump telah merusak reputasinya dengan menuduh mesin penghitungan suara itu melakukan manipulasi suara dan menguntungkan Presiden Joe Biden.

Baca juga  Terkait Laut China Selatan, Gedung Putih: Indonesia Sebaiknya Bekerja dengan Pakar Hukumnya

Klaim viral itu disebut membuat Dominion dipermalukan, meskipun tidak ada bukti bahwa penghitungan suaranya salah.

Giuliani sempat memimpin tim hukum Trump mengajukan gugatan untuk membatalkan hasil penghitungan suara pilpres di sejumlah negara bagian.

Namun putusan pengadilan di beberapa negara bagian dan federal, serta Kongres AS, telah menolak klaim Trump cs tersebut. Sementara Giuliani tidak segera mengomentari gugatan itu.

Baca juga  Tujuh Tentara Myanmar di Penjara Terkait Pembunuhan Muslim Rohingya

Ini adalah kasus kedua yang diajukan oleh Dominion.

Pada 8 Januari lalu mereka menggugat pengacara kampanye Trump lainnya Sidney Powell. Gugatan yang dilayangkan juga sebesar $1,3 miliar.

Powell merupakan pengacara yang mewakili Trump dalam upaya membatalkan hasil pilpres. Dia dituduh menyebar teori konspirasi tentang pemilihan presiden AS yang dimenangkan oleh Joe Biden. (CNNI)

Share :

Baca Juga

Internasional

2 Anggota Pasukan Perdamaian asal Indonesia di Lebanon Terluka akibat Serangan Israel

Internasional

Akankah Angkatan Udara China Melampaui Superioritas AS di Udara?

Internasional

Perusahaan Inggris Kembangkan Alat Tes COVID Berbasis Air Liur

Internasional

Indonesia, Malaysia Keberatan dengan Rencana Kapal Selam AUKUS

Internasional

Antropolog Luar Negeri Lakukan Penelitian tentang Kuntilanak dan Tuyul, Ternyata Ini Hasilnya!

Internasional

Indonesia Sampaikan Keinginan Bergabung dengan BRICS, Apa Manfaatnya?

Internasional

Las Vegas, Kota Judi Terbesar di AS Babak Belur karena Corona

Internasional

AS akan Ambil Tindakan terhadap Saudi pasca Pemangkasan Produksi Minyak
error: Content is protected !!