Home / Internasional

Kamis, 25 Februari 2021 - 10:58 WIB

Biden Akan Kontak Raja Saudi soal Pembunuhan Khashoggi

JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Joe Biden direncanakan akan menelepon Raja Salman terkait dokumen pembunuhan jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi, yang rencananya dirilis pada Kamis (25/2).

Dokumen intelijen AS itu mengungkap detil keterlibatan Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MbS) dalam pembunuhan yang terjadi di Istanbul, Turki, pada 2018 itu.

Juru bicara Gedung Putih, Jen Psaki, mengatakan Biden “akan segera” berbicara dengan Raja Salman terkait hal itu.

Dikutip AFP, Psaki menuturkan pembicaraan kedua pemimpin itu nanti menjadi yang pertama kali dilakukan sejak Biden menjabat di Gedung Putih pada 20 Januari lalu.

Lihat juga: Dokumen AS Beber Keterlibatan MbS di Pembunuhan Khashoggi

Baca juga  PBB Minta Pemerintah Indonesia Selamatkan Kapal Rohingya

Meski begitu, Psaki tidak menjelaskan detail kapan pembicaraan Biden-Raja Salman akan berlangsung.

Namun, secara terpisah, Biden memastikan itu akan terjadi dalam waktu dekat.

“Kami akan berbicara padanya (Raja Salman), saya belum pernah berbicara dengannya,” kata Biden.

Para pejabat intelijen AS mengatakan dokumen rahasia itu menyebut putra mahkota menyetujui dan kemungkinan memerintahkan pembunuhan Khashoggi.

Biden mengaku telah membaca laporan itu.

“Ya, saya sudah baca,” kata Biden kepada wartawan ketika ditanya soal isi dokumen tersebut.

Khashoggi merupakan jurnalis sekaligus kolumnis Washington Post yang kerap mengkritik MbS. Ia dinyatakan tewas dibunuh dalam gedung konsulat Saudi di Istanbul pada Oktober 2018 setelah sempat dinyatakan hilang.

Baca juga  AS Veto Resolusi Yerusalem di DK PBB, Ini Reaksi Indonesia

Setelah melakukan investigasi selama enam bulan, pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyimpulkan Saudi “melakukan eksekusi yang disengaja dan direncanakan sebelumnya” terhadap Khashoggi.

Meski sempat membantah, Saudi akhirnya mengakui bahwa Khashoggi tewas di dalam gedung konsulatnya. Namun, Riyadh berkeras bahwa kerajaan tak terlibat pembunuhan jurnalis itu.

Riyadh menegaskan pembunuhan itu dilakukan oleh pejabat Saudi dengan perintah gelap.

Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) juga telah menarik simpulan bahwa MbS memerintahkan pembunuhan Khashoggi. (CNNI)

Share :

Baca Juga

Internasional

Elit Dunia Bereaksi setelah Nama Mereka disebut Dalam “Pandora Papers”

Internasional

Biden Terima Presiden Kenya di Gedung Putih

Internasional

Zelenskyy Lanjut Bersih-bersih Kabinet, Pecat Pejabat Senior Keamanan

Internasional

Kota-kota Tidak Siap Hadapi Gelombang Panas

Internasional

Bayi dijuluki Kin Kin di Thailand Berhasil Sembuh dari Virus Corona

Internasional

Amerika Serikat Masukkan Nikel Indonesia ke “Daftar Pekerja Paksa”

Internasional

Lapisan Es Antarktika Timur Mulai Mencair, Sang “Raksasa Tidur” Dikhawatirkan Bangun

Internasional

Setelah Saudi, Giliran Cina Gertak NATO: Jangan Bikin Kacau di Asia!
error: Content is protected !!