Home / Pemda Landak

Rabu, 21 April 2021 - 22:48 WIB

Bupati Landak Ajak Masyarakat Gemar Makan Ikan

*Catur: AKI Nasional Terus Mengalami Peningkatan Dari Tahun ke Tahun

NGABANG (LANDAK NEWS) – Sebanyak 500 paket dibagikan kepada masyarakat Kabupaten Landak pada “Kegiatan Perluasan Gemarikan”. Di Aula MTs Negeri Landak Kabupaten Landak Provinsi Kalimantan Barat. Selasa (21/04/21).

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mendukung program penanganan Stunting dan Gizi Buruk seluruh Indonesia.

Hadir  dalam kegiatan ini Bupati Landak, Anggota Komisi IV  DPR RI, Direktur  Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan Dan Perikanan Kementerian Kelautan Dan Perikanan, Forkopinda Kabupaten Landak, Kadis Pertanian, Perikanan Dan Ketahanan Pangan Kabupaten Landak, Camat Ngabang, Pimpinan Pondok Al Muslimun Ngabang, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, dan undangan lainnya.

Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pemuda Katolik  dua periode ini  dalam sambutanya mengatakan kegiatan ini dilakukan bentuk perhatian Pemerintah Pusat dan Anggota DPR RI dan dari Pemerintah Kabupaten Landak menyambut baik dan bupati  ucapan teriam kasih.

Selanjutnya, mantan anggota DPR RI dua periode ini menyampaikan agar kita menjaga kesehatan   dengan makanan bergizi selama bulan suci Ramadan  Covid-19 yang belum selesai.

“Jadi kita harus sehat dan kuat supaya ibadah kita lancar. Bagaimana caranya bapak dan ibu sehat dan kuat. Tolong dijaga apa yang kita makan,” katanya.

Selain kita menjaga waktu  makan, bupati meminta dijaga kwalitas makanan diperhatikan. Sambil berkelakar bupati menyebutkan Cencalok, rasanya nyaman dan enak. Walaupun mungkin pada saat buka, ada yang kita kepengen dimakan dan jumlah porsi yang secukupnya.

“Ikan  salah satu sumber protein yang bagus. Kemudian harganya terjangkau, Sementara harga daging sampai mahal.  Kalau gomong harga daging sapi dan ikan mana yang bagus. Yang bagus tentunya ikan,  karena lemaknya rendah. Kemudian penyerapan dibadan lebih bagus, ” jelas Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat ini.

Bupati juga mengatakan jika anak-anak makan proteinnya cukup, makanannya sehat  dan berkawalitas  akan bisa dipastikan punya postur tubuh tinggi.

“Itulah yang dinamakan tadi Stunting. Sayangnya kita di Kabupaten Landak masih banyak ditemukan angka Stuntingnya. Ini artinya anak-anak kita belum tumbuh sesuai dengan umurnya. Kenapa? Karena makanan kita kurang bervariasi, masih ada kurangnya sedikit, seharusnya ada vitamin c, vitamin b, ada kalsium, akhirnya ada yang kurang dalam badan sehingga pertumbuhan anak kita tidak optimal atau anak kita sakit, ” jelas Karolin seraya menambahkan, semua jenis ikan, apakah ikan laut dan ikan sungai bagus untuk kesehatan.

Ditepat yang sama Direktur  Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan Dan Perikanan Kementerian Kelautan Dan Perikanan Catur Sarwanto mengatakan Indonesia memiliki 17.504 pulau dengan luas perairan laut 6,4 juta km2 atau sekitar 70% total luas wilayah Indonesia menjadikan kita sebagai negara maritim dan kepulauan terbesar di dunia.

Sumber daya ikan yang dimiliki Indonesia beraneka ragam dan melimpah di hampir seluruh wilayah. Berdasarkan hasil kajian Kajiskan (Komisi Nasional Pengkajian Sumber Daya Ikan, 2017) potensi lestari sumber daya ikan nasional sebesar 12,54 juta ton/tahun. Kemelimpahan sumber daya ikan ini merupakan anugerah Allah SWT bagi Bangsa Indonesia yang dapat didayagunakan sebagai penggerak ekonomi nasional, penyedia lapangan kerja, penghasil devisa serta menjadi sumber pangan dan gizi nasional.

“Ikan sebagai sumber bahan pangan yang mengandung protein dan Omega-3 sangat relevan untuk mendukung program prioritas penanganan stunting khususnya dalam rangka mencegah terganggunya pertumbuhan otak akibat kekurangan gizi kronis. Ikan memiliki kandungan gizi yang lengkap, dan memiliki peran penting bagi ibu hamil, 1.000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK), perkembangan otak anak-anak dibawah usia dua tahun (Baduta), usia remaja serta kesehatan para lanjut usia, “ jelasnya.

Baca juga  Bupati Landak Dapat Penghargaan Dari Jambore Inovasi Kalimantan 2017

Angka konsumsi ikan (AKI) nasional terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Angka konsumsi ikan nasional pada tahun 2019 sebesar 54,50 kg/kapita atau meningkat sebesar 3,81 kg/kapita/tahun dibandingkan tahun 2018 (50,69 kg/kapita/tahun) dan ditargetkan meningkat pada tahun 2020 menjadi 56,39 kg/kapita setara ikan utuh segar.

“Target pertumbuhan konsumsi ikan nasional pada 5 tahun kedepan (2020 – 2024) sebesar 2,43% per tahun dengan target konsumsi ikan pada tahun 2024 sebesar 62,05 kg/kapita setara ikan utuh segar. Hal ini menunjukkan bahwa minat masyarakat Indonesia dalam mengonsumsi ikan semakin meningkat, sehingga perlu ditopang oleh ketersediaan ikan dan produk turunannya yang tepat waktu, tepat harga dan tepat lokasi, “ bebernya.

Lebih jauh Catur mengatakan Presiden RI Joko Widodo juga telah memberi arahan bahwa makan ikan sangat penting di situasi pandemi Covid-19 untuk meningkatkan imunitas dan daya tahan tubuh. Selain itu ikan sebagai bahan pangan yang mengandung protein dan Omega-3, ikan sangat relevan untuk mendukung program prioritas penanganan stunting khususnya berkaitan dengan kecerdasan.

Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan bekerjasama dengan mitra kerja Komisi IV DPR RI pada periode Maret s.d Juli 2021 akan melaksanakan kegiatan perluasan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) melalui penyerahan paket Gemarikan di 112 kabupaten/kota yang tersebar di 21 provinsi, dengan target penerima sebanyak 56 ribu orang yang terdiri dari ibu hamil dan/atau menyusui, anak balita dan remaja putri usia produktif, dan masyarakat rawan gizi.

Kegiatan Safari Gemarikan yang dilaksanakan di Kabupaten Landak pada tanggal 21 April 2021 ini, dilaksanakan melalui edukasi dan penyerahan total 500 Paket Gemarikan kepada target kelompok masyarakat. Paket tersebut akan disampaikan secara simbolis kepada perwakilan penerima di lokasi, dan untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat di Kabupaten Landak.

“Adapun paket Gemarikan yang diberikan kepada masyarakat berupa aneka macam olahan ikan yang terdiri dari  Amplang, Kerupuk Ikan, Stik Rumput Laut, Stik Udang, Abon Ikan dan Sarden Kaleng, yang sebagian besar merupakan produk dari pelaku usaha dan UMKM perikanan di Kabupaten Landak, dengan harapan dapat membantu penyerapan produksi dan menjaga keberlanjutan usaha mereka pada situasi pandemi ini. Disamping itu juga disampaikan materi promosi berupa kaos dan brosur edukasi tentang manfaat makan ikan agar menjadi inspirasi dan meningkatkan motivasi masyarakat untuk mengkonsumsi ikan,” katanya lagi.

“Pada kesempatan ini kami menyampaikan apresiasi kepada Komisi IV DPR RI, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Barat, Pemerintah Kabupaten Landak dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Landak serta masyarakatnya yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan Safari Gemarikan sebagai bagian dari upaya untuk menangani stunting, dan meningkatkan konsumsi ikan khususnya di Kabupaten Landak. Saya berharap para pemangku kepentingan dan seluruh masyarakat Kabupaten Landak secara bersama-sama dapat berperan aktif dalam mensukseskan Program Gemarikan dengan mengajak masyarakat untuk mengkonsumsi ikan, serta berperan dalam usaha produksi mulai dari budidaya, pengolah dan pemasar ikan,” harapnya.

Kadis  Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalaimantan Barat Herti Herawati melalui Jauhari  mengucap banyak terima kasih kepada  Anggota DPR RI   Komisi  IV  dan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang telah memilih Kalimantan Barat khususnya Kabupaten Landak dan Mempawah untuk melaksanakan kegiatan perluasan gemarikan dalam rangka mendukung program penanganan stunting dan gizi buruk.

Baca juga  Bupati Karolin Buka Sosialisasi Pemanfaatan Lahan Eks HGU untuk Ketahanan Pangan di Landak

Jauhari juga mengatakan salah satu sasaran program Dinas Kelautan dan Perikanan adalah meningkatkan konsumsi ikan Provinsi Kalimantan Barat, dengan tujuan untuk meningkatkan pendapatan nelayan maupun pembudidaya ikan serta meningkatkan kesehatan masyarakat.

“Kebijakan, program, kegiatan strategis dalam mengatasi gizi buruk di Kalimantan Barat, asupan protein hewani dari ikan menjadi hal yang penting untuk menjaga stamina /daya tahan/imunitas tubuh melawan terinfeksinya covid-19 ini gemarikan juga merupakan kegiatan perluasan fasilitator untuk meningkatkan kesadaran masyarakat meningkatkan mengkonsumsi ikan, produksi ikan serta memperluas pemasaran produk hasil perikanan, sehingga kegiatan usaha perikanan tangkap, budidaya dan pengolahan dapat berkesinambungan,” jelasnya.

Mengkonsumsi asupan protein sebagai sebagai ikan, lanjutnya, merupakan salah satu cara untuk meningkatkan imunitas dan daya tahan tubuh terhadap covid-19. selain itu ikan sebagai bahan pangan yang omega-3 sangat relevan untuk mendukung program prioritas penanganan stunting khususnya berkaitan dengan kecerdasan.

“Ikan memiliki kandungan gizi yang lengkap, dan memiliki peran penting bagi ibu hamil, 1.000 hari pertama kehidupan (1000 hpk), perkembangan otak anak-anak dibawah usia dua tahun (baduta), ibu hamil, usia remaja serta lanjut usia. ikan merupakan makanan yang halal dan baik sehingga dapat dikonsumsi dan diterima sebagian besar masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menambahkan, berdasarkan data Susenas (2019) AKI  Provinsi Kalimantan Barat sebesar 46,16 kg/kapita. Apabila melihat angka tersebut masih jauh di bawah capaian aki nasional sebesar 54,55 kg/kapita. Oleh karena itu perlunya peningkatan konsumsi ikan di Kalimantan Barat.

Diakhir kata sambutannya,  Jauhari mengatakan sektor kelautan dan perikanan memiliki potensi dan kontribusi yang besar terhadap pembangunan daerah dan nasional. Oleh karenanya marilah kita memperkuat sinergi untuk bersama- sama mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera melalui peningkatan konsumsi ikan masyarakat.

“Mari kita jadikan ikan sebagai sumber protein untuk SDM  Indonesia Unggul untuk Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045,” ajaknya.

Sementara itu Anggota Komisi IV  DPR RI diwakili Tenaga Ahli Sartikadi   menyampaikan salam hangat dari Daniel Johan, dan mohon maaf tidak bisa hadir ditengah masyarakat Kabupaten Landak, dikarenakan  ada keshibukan yang tidak bisa ditinggalkan.

“Kegiatan Perluasan  Gemarikan ada dua agenda, hari ini Kabupaten Landak. Hari kedua  di Mempawah,” katanya.

Ucapan terima kasih juga disampikan Sartikadi   kepada Ponpes Al Muslimun  Ngabaang telah menyedikan tempat untuk pertemuan pada hari ini, tanpa ada ijin  kegiatan ini tidak akan terlaksana.

Ucapan termas kasih juga diberikan kepada Ketua PCNU Kabupaten Landak Ustaz Ahmad Fauzi,  atas arahan beliaulah ditentukan  tempat pertemuan  ini sehingga berjalan lancar sesuai dengan rencana.

Usai memberikan kata sambutan, Bupati Landak  dan Direktur  Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan Dan Perikanan Kementerian Kelautan Dan Perikanan memberikan pertanyaan kepada peserta, dan atas jabawan yang benar diberikan hadiar doorprize yang telah disediakan oleh panitia.

Selain memdapat hadiah doorprize peserta juga mendapat 1 paket berupa makan ringan dari olahan ikan dan lautan, serta 1 kotak makanan untuk berbuka puasa.     (One)

Share :

Baca Juga

Pemda Landak

Banjir Kecamatan Meranti, Bupati Landak Kirim 500 Kg Beras

Pemda Landak

Hanya Hitungan Jam, Polsek Mempawah Hulu Bangun Pos Pam

Pemda Landak

Pemkab Landak Serahkan Bantuan Sembako kepada Korban Terdampak Banjir di Desa Rantau Panjang Kecamatan Sebangki

Pemda Landak

Gerakan Coklit Serentak, PPDP Desa Raja Coklit Warganya

Pemda Landak

Bupati Karolin Lakukan Penanganan Jalan dan Jembatan Pasca Banjir

Pemda Landak

Pj Bupati Landak Buka Sosialisasi Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting 2023

Pemda Landak

Polsek Monitoring Pelaksanaan Ujian Sekolah SMA N 1 Sebangki

Pemda Landak

King Maker Baru di 2024, Pasangan Capres-Cawapres Koalisi Besar Tergantung Jokowi
error: Content is protected !!