Home / Kalbar

Kamis, 22 Juli 2021 - 07:13 WIB

Sutarmidji Tegaskan Rumah Sakit Tak Boleh Tolak Pasien, Apapun Alasannya

Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji

PONTIANAK –  Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji meminta agar seluruh rumah sakit yang ada di Kabupaten Kota di Kalimantan Barat, agar tidak ada yang menolak pasien apapun alasannya, baik tidak ada obat, tidak ada oksigen dan lain sebagainya.

Agar hal tersebut tidak terjadi, ia pun meminta agar Bupati dan Walikota harus memperhatikan hal itu, agar tidak terjadi di masyarakat. Hal itu dilakukan karena pemerintah provinsi tidak bisa mengintervensi pemerintah kabupaten dan kota, karena sudah menjadi kewenangan mereka.

Di tengah pandemi Covid-19, Sutarmidji meminta, agar Bupati dan Walikota sebagai Ketua Satgas Covid-19 di daerah harus memperhatikan hal itu dengan benar.

“Saya minta seluruh rumah sakit tidak ada yang tolak pasien dengan alasan tak ada oksigen, tak ada obatlah. Bupati walikota sebagai ketua satgas daerah harus perhatikan betul. Saya tidak boleh intervensi karena itu wewenang mereka,” kata Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, Rabu (21/7/2021) malam.

Baca juga  Karolin Ajak KBPP Polri Berikan  Hak Suara

Mantan Wali Kota Pontianak dua periode ini memastikan, jika yang menjadi kewenangan pemerintah Provinsi Kalbar saat ini adalah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dokter Soedarso Pontianak, sehingga hal itu menjadi perhatian penuh oleh dirinya, terutama bagi pasien yang sedang dirawat.

“Kalau Soedarso wewenang saya, menu makan pasien saya cek, ketersediaan obat, oksigen. Saya harus pastikan ada untuk minimal 2 hingga 3 hari,” tegasnya.

Bang Midji sapaan akrabnya ini menjelaskan bahwa untuk kebutuhan oksigen di rumah sakit saat ini naik hamper tiga kali lipat. Untuk menangani persoalan oksigen ini Pemerintah Provinsi Kalbar sudah berupaya dengan memasokan dari Batam bahkan dari Kuching.

Baca juga  Antisipasi Kriminalitas, Polsek Menyuke Rutin Laksanakan Patroli Siang

“Saat ini kebutuhan oksigen naik hampir 3 kali lipat, kita sudah berupaya minta pasokan dari Batam, bahkan sedang upaya dari Kuching. Mungkin baru sedikit lega Jumat. Duit ada mau beli obat, obatnya tak ade. Banyak indah kabar dari berite (bahasa melayu Pontianak). Semoga kita bisa keluar dari masalah ini secepatnya,” pungkasnya. (TN)

Sumber: Suara Borneo

Share :

Baca Juga

Kalbar

Norsan Sebut Politik Uang Hanya Dilakukan Pengecut

Kalbar

Mohamad Qadhafy dianggap Paling Mampu Menahkodai HIPMI Kalbar

Kalbar

Umat Katolik Kampung Baru Kompak dan Bersatu

Kalbar

Dewan Penasehat Paguyuban Jawa Kalbar Sebut Karolin Jadi Gubernur

Kalbar

Pengurus DAD Nanga Mahap Dikukuhkan

Kalbar

Kadis Penataan Ruang dan Pertanahan Pemkab Sintang Wafat

Kalbar

SD Negeri 35 Pana Eksis, Lulus 100 %

Kalbar

Tinjau  Masjid Agung Kota  Juang Melawi, Gubernur Ria Norsan Harap Jadi Pusat Peradapan Umat
error: Content is protected !!