Home / Politik

Kamis, 19 Agustus 2021 - 11:03 WIB

Indonesia Bonus Demografi, Anis Matta: Pandemi ‘Membajak’ Mimpi Anak Muda

JAKARTA – Pandemi Covid-19 saat ini dinilai telah ‘membajak’ bonus demografi dan mimpi anak-anak muda Indonesia, yang seharusnya bisa dinikmati sekarang, namun tiba-tiba krisis datang.

Alhasil, generasi muda saat ini harus menanggung beban krisis 10-20 mendatang dan tidak banyak memiliki ruang gerak. Padahal ibarat bunga, mereka waktunya mekar, bukan layu sebelum berkembang

Hal itu disampaikan Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia saat memberikan pengantar Gelora Talks dengan tema 76 Tahun Anugerah Kemerdekaan: Pemuda dan Mimpi Besarnya tentang Indonesia, Rabu (18/8/2021) petang.

“Ketakutan akan varian-varian baru dari Corona dipenuhi oleh peristiwa-peristiwa tumbangnya satu persatu korporasi bisnis dan sangat mungkin juga dipenuhi oleh tumbangnya banyak pemerintahan di masa-masa yang akan datang. Kita lihat di Malaysia, perdana menterinya (Muhyidin Yassin, red) sudah mundur karena tidak kuat, tidak mampu memikul beban krisis yang sekarang ini,” kata Anis Matta.

Anis Matta pun membuat puisi untuk menggambarkan dan curahan isi hatinya atas kekuatirannya mengenai masa depan generasi muda Indonesia mendatang. Puisi tersebut diberinya judul ‘Melawan Layu’.

“Bisakah kita berlindung pada ingatan kemerdekaan, yang kini dibajak pandemi, yang menyerbu bagai hama, membunuh semua bunga di taman dan kita gugur di musim semi. Bisakah kita memanggil Chairil membaca puisinya sekali lagi, sebab kematian menari-nari disini dalam hening tanpa dentuman peluru dan kita masih tetap tak mengerti siapa musuh dalam perang ini,” demikian penggalan puisinya.

Baca juga  Pemuda Indonesia Buat Teknologi untuk Prediksi Persebaran Api Kebakaran Hutan

Anis Matta berharap pemuda harus tetap optimis dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini yang tidak diketahui kapan akan berakhir. Sebab, pemuda yang merupakan bonus demografi akan menjadi kekuatan utama bagi kebangkitan Indonesia

“Apakah ini akan membajak mimpi saudara semuanya atau ini akan kita ubah menjadi satu peluang. Situasi di hari kemerdekaan ini menjadi tantangan, kita memiliki optimisme untuk menjadi tantangan ini sebagai peluang dan kebangkitan Indonesia,” tegasnya.

Diskusi ini dihadiri narasumber pengusaha muda dan penggiat Olahraga kalangan pemuda, Azrul Ananda, duo Pemain Sepak Bola Nasional & Ex Pemain Timnas PSSI Okto Maniani dan Titus Bonai, serta enterpreneur muda Indonesia Sally Giovanny.

Azrul Ananda mengatakan, pandemi Covid-19 memang memberikan efek secara ekonomi, namun hal itu akan menjadi tantangan tersendiri. Setiap pemuda harus membuat planing atau perencanaan dalam hidupnya.

“Intinya kita harus membuat planning yang paling penting. Kita akan menemukan jalan dari ketidakpastian. Seperti ketika saya membuat Liga Basket Pelajar (DBL), akhirnya kita buat produksi sendiri sepatu, bola, kaos dan lain-lain,” kata Azrul, anak mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan ini.

Sedangkan Sally Giovanny, pengusaha muda asal Bandung mengatakan, setiap pemuda harus berani melakukan inovasi dan bisa menyesuaikan dengan situasi yang terjadi sekarang seperti pandemi saat ini.

“Sebenarnya bisnis saya dimulai berjualan kain kafan karena dibutuhkan setiap orang. Dari sini berkembang menjadi bisnis batik, karena bahan dasarnya sama katun. Ya, alhamdullilah bisnis batik terus berkembang seperti sekarang. Di masa pandemi ini, saya buat masker batik dan laku keras. Intinya, inovasi,” kata Sally.

Baca juga  Pembekalan Strategi untuk Tim Pemenangan Heri Saman-Vinsensius di Pilbup Landak

Sementara Okto Maniani dan Titus Bonai mengatakan, mereka berdua harus melalui masa-masa sulit sebelumnya menjadi pemain sepak bola nasional dan masuk Timnas Indonesia. Sejak awal telah ditanamkan dalam dirinya untuk menjadi atlet Sepak Bola Timnas Indonesia

“Saya sendiri jadi nelayan, jam 4 pagi saya jualan ikan di pasar. Singkat cerita kehidupan saya ini tidak berubah, saya harus jadi atlet, sementara kakak Tibo sudah jadi atlet. Motivator saya adalah abang senior saya yang main di Timnas di umur 17 tahun,” ungkap Okto.

Atas dasar itu, Okto Maniani mengaku termotivasi untuk berjuang keras masuk Timnas Nasional, meski postur tubuhnya tidak mendukung sebagai pemain sepak bola, namun dia memiliki keunggulan dalam kecepatan berlari dan gocekan dalam menggiring bola.

“Saya harus kerja keras, lari di pantai, lari di gunung agar menjadi pemain profesional. Kita punya motivasi sendiri, banyak teman-teman saya di Jayapura juga sama, karena keterbatasan akses. Kita terus latihan-latihan agar punya fisik kuat,” pungkas Otto. (r)

Share :

Baca Juga

Politik

Hadapi Ancaman Kebangkrutan, Anis Matta: Indonesia Butuh Revolusi Ekonomi

Politik

Survei SMRC: Ganjar Pranowo Kian Unggul Jelang Pilpres 2024

Politik

PPKM Darurat Terindikasi Gagal, karena Tidak Terapkan Tiga Instrumen Ini

Politik

Kerajaan Banten Bocorkan Ramalan Prabu Siliwangi Soal Presiden RI 2024, ‘Dia Akan Menghadapi Banyak Rintangan dan Musuh’

Politik

Vinsensius dan Markus Amid Balon Yang Terakhir Serahkan Dokumen ke DPD Partai Nasdem

Politik

Bola Panas Isu Kudeta Demokrat, Istana Tegur Moeldoko

Politik

Jaring Pelaku UMKM di Daerah, YES Preneur Launching Progam ‘Ngopi YES’ di Yogyakarta

Politik

PK Moeldoko dan Anas Urbaningrum Disebut Sebagai Upaya Menjegal Anies
error: Content is protected !!