Pemerintah diminta mempertimbangkan anggaran pembelian jet tempur dari Amerika dan Prancis di tengah pandemi COVID-19.
“Kalau memang dalam perhitungan secara ekonomi masuk, berarti waktunya kita beli. Tapi kalau belum, ya harus dipertimbangkan skemanya seperti apa,” jelas Dave Laksono kepada VOA, Minggu (13/2/2022)
Dave menambahkan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto pernah memaparkan rencana pembelian alat utama sistem senjata (alutsista) Indonesia kepada DPR. Namun, pemaparan tersebut tidak membahas secara detail pembelian jet tempur dari Amerika dan Prancis ini. Karena itu, kata dia, DPR akan membahas rencana pembelian jet tempur ini pada masa sidang DPR berikutnya.
AS Setujui Penjualan Senjata Penting Senilai $14 Miliar kepada Indonesia
Rencana Anggaran Capai Ratusan Triliun Rupiah
Sementara pengamat pertahanan Connie Rahakundinie Bakrie mempertanyakan pertimbangan Kementerian Pertahanan membeli jet tempur dari Amerika dan Prancis. Sebab, kata dia, rencana anggaran untuk pembelian jet tempur ini mencapai ratusan triliun rupiah.
“Yang bayar kan rakyat, maka sebagai rakyat saya berhak untuk tahu. Ini tentara kita mau dibawa ke mana dan mau apa?” tutur Connie kepada VOA, Minggu (13/2/2022).

RI, Prancis Teken Kesepakatan Pembelian 6 Pesawat Tempur Rafale
Connie menambahkan pembelian jet tempur dari Amerika dan Prancis berpotensi membuat Indonesia dinilai dekat dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Dengan demikian, kata dia, Indonesia akan kesulitan mengklaim sebagai negara yang tergabung dalam Gerakan Nonblok dan sulit menciptakan keseimbangan di kawasan.
VOA sudah berusaha menghubungi juru bicara menteri pertahanan soal rencana pembelian jet tempur ini. Namun, belum ada tanggapan hingga berita ini diturunkan.
Pada Kamis (10/2) pemerintahan Presiden Joe Biden telah menyetujui rencana penjualan 36 jet tempur canggih F-15 dan alutsista hampir $14 miliar kepada Indonesia. Rencana ini menambah daftar belanjaan Indonesia, yang juga sudah sepakat akan membeli 42 jet tempur Dassault Rafale dari Prancis. [sm/em]
Sumber: VOA










