Ngabang (Landak News) – Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskemas) Kecamatan Ngabang Albertus Sujatmiko, S.Tr.Kep mengatakan cuaca ekstrem dan tidak menentu seperti saat siang panas terik lalu di sore hari turun hujan lebat membuat tubuh rentan terkena penyakit.
Tidak heran bila, penyakit yang sering dialami masyarakat kebanyakan demam berdarah atau demam berdarah dengue (Dengue Hemorrhagic Fever).
“Kenapa bisa terjadi? Karena ini terjadi pada saat, dari pase musim kemarau masuk ke pase penghujan. Biasanya banyak terjadi kasus-kasus deman berdarah. Perkembangan jentik nyamuk itu mulai berkembang mulai banyak, masuk musim penghujan jentik mulai berkembang,” kata Albertus.
Dikatakannya, sementara di Puskesmas Ngabang, berdasarkan data DBD dari bulan Januari hingga bulan Maret, sangat signifikan kenaikan kasus DBD.
“Terutama wilayah dalam kota seperti Desa Hilir Kantor dan Desa Hilir Tengah. Dibandingkan dengan data tahun 2021 kasusnya sangat tinggi,” tegasnya.
Diakuinya, ini baru 3 bulan berjalan, tidak tahu nanti perkembangan berikutnya hingga akhir tahun berapa kasus DBD, kata dia.
Albertus menyarankan kepada warga untuk mencegah DBD, yaitu disarakan mengalakkan gotong royong atau membersihkan lingkungan sekitar tempat tinggal.
“Karena bisanya nyamuk ini bisa berkembangan akibat lingkungan sekitar kita kotor, masyarakat sangat jarang membersihkan barang-barang bekas, kemudian drum atau bak mandi, untuk dikuras,” jelasnya.
Masyarakat harus bergotong royong harus membersihkan selokan-selokan, karena nyamuk akan mudah berkembang biak.
“Harapan kami kepada masyarakat ada ection, bersama-sama terutama disarakan setiap hari jumat,” tegasnya lagi.
Albertus juga mengatakan, akan memberikan penyemprotan poging di satu wilayah tertentu, fogging inipun bukan untuk mencegah tapi untuk memberantas.
“Sebaikanya dicegah dulu, sebelum terjadi. Salah satunya tadi dengan membersihkan lingkungan, dan dengan pemberian abatesisasi, yaitu pemberantasan saran nyamuk. Akan diberikan kepada kader kesehatan masyarakat desa,” katanya.
Cuaca yang tidak menentu dari kemusim hujan ke musim panas atau masuk musim kemarau, penyakit selain DBD juga ada penyakit flu, batuk, dan ISPA.
“Karena kita masih dalam situasi Covid-19, kita arahkan ke polyklinik, kita suep dan indikasi mengarah ke covid-19, ada beberapa diantaranya hasil antigenynya positif. Artinya terpapar postif Covid-19. Namun ada juga sebagaian mengalami flu biasa,” bebernya.
Agar tidak mudah Covid -19? Pusekmas membuka gerai vaksinasi setiap hari Senin dan Jum’at, dari pukul 08.00-12.00.
“Ini salah satu upaya untuk menekan laju covid-19,” katanya.
Ia menambahkan, untuk batu, dan flu, disarakan untuk konsumsi makan yang bergiji, terapkan pola hidup bersih, sehat, kuranggi mobilitas dan sering konsumsi buah-buahan. (H)









