Home / Internasional

Kamis, 7 Juli 2022 - 09:29 WIB

Mantan Penasihat Gedung Putih akan Bersaksi pada Panel 6 Januari

Pat Cipollone, mantan penasihat Gedung Putih Donald Trump (foto: dok).

Pat Cipollone, mantan penasihat Gedung Putih Donald Trump (foto: dok).

Washington, DC — Pat Cipollone, mantan penasihat Gedung Putih Donald Trump, dijadwalkan bersaksi, Jumat (8/7) di hadapan komite DPR yang menyelidiki serangan 6 Januari di Gedung Capitol AS, demikian menurut sumber yang mendapat pengarahan tentang masalah tersebut.

Cipollone, yang melaporkan tentangannya terhadap skema Trump untuk membatalkan kekalahannya dalam pemilihan 2020 membuatnya menjadi saksi yang sejak lama diharapkan dan berpotensi mengungkap peristiwa itu. Ia mendapat panggilan paksa dari komite itu minggu lalu setelah berminggu-minggu mendapat tekanan publik untuk menyampaikan kesaksiannya kepada panel itu.

Sumber yang mendapat pengarahan tentang masalah itu yang tidak mau disebutkan namanya, kepada kantor berita Associated Press mengatakan Cipollone setuju untuk bersaksi di hadapan komite melalui wawancara pribadi yang ditranskripsikan.

Baca juga  Pengobatan alternatif Ida Dayak, mengapa diminati masyarakat?

Sebagai pengacara senior Gedung Putih Trump, Cipollone berada di gedung Sayap Barat pada 6 Januari 2021, serta menghadiri pertemuan-pertemuan penting dalam minggu-minggu yang bergejolak setelah pemilihan ketika Trump dan rekan-rekannya – termasuk anggota Kongres Partai Republik dan pengacara Rudy Giuliani – berdebat dan merencanakan cara untuk menantang hasil pemilihan itu.

Persetujuan Cipollone untuk berbicara kepada panel itu menyusul kesaksian dramatis minggu lalu dari mantan pembantu Trump di Gedung Putih, Cassidy Hutchinson. Pembantu muda dari mantan kepala staf Gedung Putih, Mark Meadows memberi komite itu laporan yang mencolok mengenai apa yang disaksikan dan dengarnya pada minggu-minggu itu dan menyampaikan kepada anggota Kongres kasus terjelas tentang bagaimana Trump atau beberapa sekutunya bisa menghadapi pertanggungjawaban pidana.

Baca juga  Indonesia Siap Suarakan Keadilan bagi Palestina di Mahkamah Internasional

Cipollone dikatakan dengan lantang dan berulang kali memperingatkan Trump dan sekutunya terhadap upaya mereka untuk menantang pemilihan, mengancam untuk mengundurkan diri ketika Trump menginginkan perombakan dramatis di Departemen Kehakiman.

Seorang saksi mengatakan Cipollone mengacu pada sebuah usulan surat yang membuat klaim palsu tentang penipuan pemilih sebagai “tindakan bunuh diri.” [my/jm]

Sumber: VOA

Share :

Baca Juga

Internasional

Washington Post: Dianggap Menghalangi Proses Hukum, Trump Bakal Diinvestigasi

Internasional

Mantan Presiden Obama Dukung Trudeau untuk Maju Lagi jadi PM Kanada

Internasional

Pandemi Menjerat Warga Malaysia Jadi Mangsa Rentenir

Internasional

Studi Baru: Perokok Berisiko Lebih Tinggi Dirawat Inap dan Meninggal Karena COVID-19

Internasional

Trump akan Gelar G7 di Resor Golf Miliknya Picu Kritikan

Internasional

Pemerintah Kembali Kirim Bantuan untuk Pengungsi Rohingya di Myanmar

Internasional

Gedung Putih Galakkan Program Vaksinasi Booster COVID-19

Internasional

Malaysia Bersiap Luncurkan Kondom Unisex Pertama di Dunia
error: Content is protected !!