Home / Internasional

Sabtu, 23 Oktober 2021 - 14:24 WIB

Gedung Putih Galakkan Program Vaksinasi Booster COVID-19

Seorang perempuan menerima vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech COVID-19 sebagai dosis penguat di Apotek Skippack Schwenksville, Pennsylvania, pada 14 Agustus 2021. (Foto: Reuters/Hannah Beier)

Badan Urusan Pangan dan Obat-Obaan (FDA) serta Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) pada Kamis (21/10) lalu mendukung daftar vaksin yang tepat untuk diberikan sebagai suntikan penguat, termasuk di dalamnya adalah Moderna dan vaksin satu dosis Johnson & Johnson.

Sebelumnya hanya orang yang telah menerima vaksin Pfizer-BioNTech yang direkomendasikan untuk mendapat suntikan penguat tersebut.

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) AS Dr. Rochelle Walensky. (Foto: AFP)
Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) AS Dr. Rochelle Walensky. (Foto: AFP)

Dalam pertemuan virtual dengan Tim Tanggap COVID-19 Gedung Putih, Direktur CDC Rochelle Walensky mengklarifikasi siapa saja yang memenuhi syarat untuk mendapatkan suntikan penguat itu. Mereka yang awalnya menerima vaksin Pfizer atau Moderna dinilai memenuhi syarat untuk mendapat suntikan penguat jika mereka berusia 65 tahun ke atas, dan telah mendapatkan suntikan dosis kedua enam bulan yang lalu. Kelompok lainnya yang dianggap memenuhi syarat adala orang dewasa yang tinggal di fasilitas perawatan jangka panjang, orang yang sebelumnya memiliki kondisi medis dan orang-orang yang tinggal atau bekerja di tempat berisiko tinggi.

Selain itu, orang-orang yang telah menerima dosis tunggal vaksin Johnson & Johnson dua bulan lalu atau lebih juga memenuhi syarat untuk mendapat suntikan penguat.

 

Kontroversi Soal Mandat Vaksinasi di AS Semakin Meluas

Walensky mengatakan rekomendasi FDA dan CDC juga memungkinkan orang untuk memilih jenis vaksin COVID-19 resmi untuk suntikan penguat, terlepas dari apapun vaksin yang mereka terima sebelumnya.

Ketika ditanya apakah daftar suntikan penguat yang diperluas ini memerlukan perbaruan definisi dari “vaksinasi penuh” yang sebelumnya ditetapkan oleh CDC, Walensky menjawab CDC belum mengubah definisi itu, tetapi kemungkinan perubahan tersebut diperlukan di masa depan.

Saat ini orang-orang di Amerika dinilai telah divaksinasi penuh jika telah menerima dua dosis vaksin Pfizer-BioNTech atau Moderna, atau satu dosis vaksin Johnson & Johnson. [em/rs]

Sumber: VOA

Share :

Baca Juga

Internasional

Sekjen NATO Peringatkan Putin Konsekuensi Penggunaan Nuklir di Ukraina

Internasional

Tim Dokter AS Amati Transplantasi Ginjal Babi ke Manusia

Internasional

Erdogan Setujui Pengerahan Pasukan Turki ke Qatar

Internasional

105 Negara Miskin akan Peroleh Pil COVID Merck Dengan Harga Terjangkau

Internasional

Analis: Latihan Militer Bersama Rusia Tunjukkan Perubahan Kebijakan Luar Negeri Indonesia

Internasional

Korut Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Malaysia

Internasional

Peringatan Tsunami, WNI di Selandia Baru Diminta Evakuasi

Internasional

Infeksi COVID-19 Melonjak, Korsel di Ambang ‘Lockdown’ Besar-Besaran
error: Content is protected !!