Home / Nasional

Selasa, 18 Oktober 2022 - 07:42 WIB

BPOM: Obat Batuk yang Diduga Tewaskan Puluhan Anak di Gambia Tak Beredar di RI

VOA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Sabtu (15/10), memastikan bahwa empat produk obat batuk sirup India yang diduga menewaskan puluhan anak di Gambia, Afrika Barat, tidak terdaftar di Indonesia.

“Hingga saat ini produk dari produsen Maiden Pharmaceutical Ltd, India tidak ada yang terdaftar di BPOM,” jelas BPOM sebagaimana dikutip dari laman resminya.

Polisi Gambia, dalam laporan penyelidikan awal pada Selasa (11/10), mengatakan bahwa kematian puluhan anak di negaranya diakibatkan cedera ginjal akut misterius yang diduga terkait dengan sirup obat batuk yang dibuat di India, Reuters melaporkan.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengatakan obat sirup anak tersebut adalah Promethazine Oral Solution, Kofexmalin Baby Cough Syrup, Makoff Baby Cough Syrup, dan Magrip N Cold Syrup. Keempat produk tersebut diproduksi oleh Maiden Pharmaceuticals Limited, India. WHO mengatakan produk-produk tersebut mengandung dietilen glikol (DEG) dan etilen glikol (EG) dengan kandungan yang “tidak dapat diterima.” Kandungan tersebut dapat menjadi racun dan timbal sehingga mengakibatkan cedera ginjal akut.

Baca juga  Cerita Andika Perkasa Ikut Operasi BIN, Terlibat Tangkap Tangan Kanan Osama Bin Laden

Lebih lanjut BPOM mengatakan, sebagai langkah antisipatif pihaknya juga melarang penggunaan dietilen glikol (DEG) dan etilen glikol (EG) pada produk obat sirup anak dan dewasa.

“Namun demikian, sebagai langkah kehati-hatian, BPOM juga sedang menelusuri kemungkinan kandungan DEG dan EG sebagai cemaran pada bahan lain yang digunakan sebagai zat pelarut tambahan,” ujar BPOM sebagaimana dikutip dari laman resminya.

Baca juga  Indonesia Resmi Bergabung dengan BRICS: Apa Untung dan Ruginya?

Dietilen glikol dan etilena glikol digunakan dalam cairan antibeku dan cairan rem, tetapi kedua bahan tersebut juga digunakan sebagai alternatif yang lebih murah di beberapa produk farmasi untuk menggantikan gliserin, pelarut atau zat pengental dalam banyak sirup obat batuk, sebagaimana dikutip dari Reuters.[ah]

Sumber: VOA

Share :

Baca Juga

Nasional

Cairan Slag Luber, Operasi 1 Tungku Smelter PT SMI di Morowali Dihentikan

Nasional

Gerakan Antivaksin COVID-19 Bisa Menjadi Ancaman Kesehatan Global

Nasional

Dukung DOB, Ketua Umum IKBPS Piter Frans Rumaseb : Mahasiswa Papua, Jaga Idealisme Berbangsa dan Bernegara

Nasional

Longsor di Natuna: Korban Tewas Jadi 48 Orang, 6 Masih Hilang

Nasional

Jokowi Ajak Masyarakat Hentikan Sebar Hoax di Medsos

Nasional

Minta Maaf, Pangdam Bukit Barisan Beri Hormat ke Jenazah Korban Penyerangan 33 Prajurit TNI

Nasional

Pendaftaran CPNS Dibuka 17 September 2023, Berikut Batas Usia Pelamar Lulusan SMA dan S1

Nasional

Wapres: 605 Tokoh Islam Meninggal Sepanjang Pandemi
error: Content is protected !!