Home / Nasional

Minggu, 20 Maret 2022 - 19:17 WIB

2 Tahun Pandemi, Distrik Arguni Bawah Papua Barat Tak Tersentuh Vaksin

Ilustrasi - warga Distrik Arguni Bawah, Papua Barat belum ada yang mendapatkan suntikan vaksinasi (ANTARA FOTO/ANTARA FOTO)  Baca artikel CNN Indonesia

Ilustrasi - warga Distrik Arguni Bawah, Papua Barat belum ada yang mendapatkan suntikan vaksinasi (ANTARA FOTO/ANTARA FOTO) Baca artikel CNN Indonesia "2 Tahun Pandemi, Distrik Arguni Bawah Papua Barat Tak Tersentuh Vaksin" selengkapnya di sini: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20220320182228-20-773906/2-tahun-pandemi-distrik-arguni-bawah-papua-barat-tak-tersentuh-vaksin. Download Apps CNN Indonesia sekarang https://app.cnnindonesia.com/

Papua Barat (Landak News) – Pandemi Covid-19 di Indonesia sudah berlangsung selama lebih dari dua tahun. Namun, warga Distrik Arguni Bawah, Papua Barat, belum ada yang mendapatkan suntikan vaksinasi.
Kepala Kampung Kufuriyai di Distrik Arguni Bawah, Beatris Tefruam mengatakan selama dua tahun pandemi ini hanya ada dana untuk masker dan vitamin untuk warganya.

“Semua, belum vaksin semuanya. Kalau dana Covid ada. Beli masker, vitamin,” kata Beatris di Distrik Arguni Bawah, Rabu (16/3)

Beatris menuturkan, hingga saat ini belum ada stok vaksin yang masuk ke kampungnya. Konsekuensinya, warga yang ingin vaksin harus pergi ke Kabupaten Kaimana. Jarak dari Distrik Arguni ke Kabupaten Kaimana sekitar 170 km.

Baca juga  Penjual Mukena Ini Ternyata Mantu Mantan Presiden RI, Model Terinspirasi Royal Family di Inggris

Dia berkata, untuk sampai di Kabupaten Kaimana, warga harus menyeberangi lautan. Ongkos untuk menyeberang dan kembali pulang ke distrik berkisar Rp3 juta.

“Sampai saat ini belum ada stok vaksin yang masuk. Jadi kalau masyarakat di sini harus vaksin ke kota [Kabupaten Kaimana] saja. Taroh saja Rp3 juta bolak balik,” jelas dia.

Terpisah, Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Siti Nadia Tarmizi mengaku pihaknya sudah mendistribusikan vaksin ke Provinsi Papua Barat. Menurutnya, seharusnya, saat ini vaksin itu sudah terdistribusi ke seluruh kampung di Kabupaten Kaimana.

“Kalau vaksin sudah terdistribusi di tingkat Provinsi Papua Barat, seharusnya sudah juga dilakukan pengiriman stok vaksin di Dinkes kab/kota masing-masing,” kata Nadia kepada CNNIndonesia.com, Jumat (18/3).

Baca juga  Pj. Bupati Landak Gelar Coffe Morning

Diketahui, beberapa bulan lalu, pemerintah sudah membuka program vaksinasi booster atau suntikan ketiga vaksin Covid-19. Beriringan dengan itu, vaksinasi dosis satu dan dua juga masih tetap dijalankan.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), cakupan vaksinasi dosis pertama nasional sudah 93,39 persen dari target sasaran 208.265.720 jiwa. Sementara, dosis kedua baru mencapai 73,73 persen per 18 Maret 2022.(yla/isn)

Sumber: CNII

Share :

Baca Juga

Nasional

RUU TPKS Butuh Sejumlah Perbaikan

Nasional

Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pemerintah Tunda Vaksin Booster

Nasional

Gunung Ibu Meletus 3 Kali, Muntahkan Lava dan Gumpalan Abu

Nasional

Digilir, Janda Muda, Pakaian Seksi: Laporan Media dan Kekerasan Berbasis Gender

Nasional

Mahfud Siap Klarifikasi Transaksi Mencurigakan Rp 349 Triliun Ke DPR

Nasional

Siap-siap, Penyaluran LPG 3 Kg Berbasis Orang Berlaku Mulai 2027

Nasional

Paus Fransiskus Puji Keluarga Beranak Banyak di Indonesia

Nasional

Prabowo: Jumlah Menteri Banyak Bukan Masalah
error: Content is protected !!