Home / Nasional

Senin, 12 Desember 2022 - 17:28 WIB

KH Hasan Basri: Beda Pilihan Politik Bagi Orang Bertaqwa tidak Masalah

BANTEN – Ulama kharismatik Banten, KH. Hasan Basri menyampaikan pesan persatuan untuk umat dan bangsa. Menurutnya, perbedaan suku, agama, ras, dan antargolongan tidak boleh dijadikan alasan untuk saling menghina dan memecah belah.

Hal itu disampaikan Kiai Hasan Basri dalam acara Pengajian dan Doa Bersama, “Islam dan Keindonesiaan: Membangun Harmoni dalam Kemajemukan” yang diselenggarakan Pondok Pesantren Miftahul Ulum Al-Qusyairi, Rangkasbitung, Banten, Minggu (11/12/2022).

“Umat Islam punya tanggungjawab untuk menjaga dan melindungi masyarakat dari perpecahan, menjaga Ketentraman. Ulama punya tanggungjawab untuk mencegah dan melarang bila ada upaya merusak lingkungan,” kata Kiai Hasan Basri.

Umat Islam, katanya, harus selalu menjaga kerukunan dan persaudaraan. “Jangan sampai pecah belah dengan yang lain. Yang muslim dan non muslim tetap indah, rukun dan guyub,” ujarnya.

Baca juga  Indeks Kelembagaan Parpol BRIN: PKS Paling Terlembaga

Terlebih, lanjut Kiai Hasan, menjelang perhelatan Pemilu 2024 mendatang, perbedaan politik tidak boleh merusak hubungan persaudaraan dengan sesamanya.

“Dalam hal politik, beda pilihan biasa. Tidak boleh bermusuhan. Mau ke mana, pilih siapa tidak ada masalah bagi orang Muttaqin. Yang takut kepada Allah, beda pilihan politik nggak ada masalah. Harus baik dengan tetangga dan kerabat dekat walaupun beda pilihan,” imbaunya.

Ia juga berharap kepada para penceramah untuk tidak berbicara politik praktis di mimbar-mimbar masjid yang dapat memecah belah umat. Seorang penceramah, menurutnya, harus bisa menahan diri berbicara politik demi menjaga kerukunan umat.

“Agama itu memberi nasehat, berikan arahan yang benar kepada pemerintah. Ini negara kesepakatan, diputuskan oleh majelis ulama, tidak boleh kita merusak dan mengganggu persatuan, kesatuan dan kemaslahatan bangsa,” ujarnya.

Baca juga  Ketua Komisi A DPRD Landak Menghadiri Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Kampanye dan Dana Kampanye Pemilihan Umum Tahun 2024

“Ibarat kalau ada rumah yg bocor, gentingnya aja yg dibenerin, bukan rumahnya yg dirobohkan,” imbuhya.

Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Hasanah itu juga menyinggung perihal aksi demonstrasi yang kerap muncul belakangan. Menurut Kiai Hasan, demo meskipun dibolehkan dalam demokrasi, tetapi tetap harus mempertimbangkan asas kemanfaatan dan amar makruf nahi mungkar. Menurutnya, bila demo hanya mendatangkan mudharat dan memperluas kerusakan sebaiknya tidak dilakukan.

“Saya tidak anti demo, kalau sudah kasar kata-katanya, apalagi merusak, saya sangat menentang,” pungkasnya. (r)

Share :

Baca Juga

Nasional

Nakes Mohon Pilkada Serentak Ditunda ke Jokowi

Nasional

Pakar: Untuk Hindari Kemungkinan Dilecehkan, Anak Perlu Literasi Digital

Nasional

BGN dan JICA Kembangkan Pilot Shokuiku untuk Perkaya Pengalaman MBG

Nasional

Jokowi: Pemenuhan Rencana Strategis Pertahanan 2020-2024 Disesuaikan dengan Anggaran Negara

Nasional

Pemilihan PJS Kepala Daerah Strategis untuk Pilpres 2024

Nasional

Jokowi Mengaku akan Mulai Berkantor di IKN pada Juli Mendatang

Nasional

Jadi Tersangka, Haris Azhar dan Fatia Tidak Ditahan

Nasional

Polri Diberi Kewenangan Izinkan Aborsi Korban Pemerkosaan
error: Content is protected !!