Home / Internasional

Senin, 13 Februari 2023 - 06:07 WIB

PBB: Korban Tewas Gempa Turki-Suriah Bisa Capai 50.000

Warga menghadiri salat jenazah korban gempa Mustafa Mercan, istri Nilhan dan bayi kembarnya Mehmet Ali dan Duru, 3, di Bayramic, Canakkale, Turki, Sabtu, 11 Februari 2023. (Foto: via AP)

Warga menghadiri salat jenazah korban gempa Mustafa Mercan, istri Nilhan dan bayi kembarnya Mehmet Ali dan Duru, 3, di Bayramic, Canakkale, Turki, Sabtu, 11 Februari 2023. (Foto: via AP)

VOA – Kepala bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Martin Griffiths mengatakan korban tewas di Turki dan Suriah akibat gempa akan “berlipat ganda atau lebih” dari korban yang tercatat saat ini sebanyak 28.000 jiwa.

Griffiths tiba di Kota Kahramanmaras di selatan Turki pada Sabtu (11/2). Kahramanmaras adalah pusat gempa berkekuatan 7,8 skala Richter pertama yang membalikkan kehidupan jutaan orang pada Senin (6/2) dini hari.

Dalam sebuah wawancara dengan Sky News pada Sabtu (11/2), Griffiths mengatakan: “Saya pikir sulit untuk memperkirakan dengan tepat karena kita perlu memeriksa ke bagian bawah reruntuhan, tetapi saya yakin jumlahnya (korban tewas -red) akan berlipat ganda atau lebih.”

“Kami belum benar-benar menghitung jumlah korban tewas,” katanya.

Pejabat dan petugas medis mengatakan terdapat 24.617 orang tewas di Turki dan 3.574 di Suriah. Jumlah korban tewas secara total yang terkonfirmasi sekarang mencapai 28.191.

Baca juga  Rutin Polsek Menyuke Laksanakan  Operasi Yustisi Protokol Kesehatan

Puluhan ribu pekerja penyelamat menjelajahi sejumlah permukiman yang rata dengan tanah di tengah cuaca dingin yang menambah kesengsaraan jutaan orang yang sangat membutuhkan bantuan.

PBB telah memperingatkan bahwa setidaknya 870 ribu orang sangat membutuhkan makanan panas di seluruh Turki dan Suriah. Di Suriah saja, setidaknya 5,3 juta orang diperkirakan kehilangan tempat tinggal.

Menurut perkiraan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hampir 26 juta orang terkena dampak gempa bumi. Pada Sabtu (11/2), WHO menyampakan permintaan dana darurat. sebesar $42,8 juta untuk mengatasi kebutuhan kesehatan.

What I saw today in #Türkiye was devastating. What were once homes, filled with families and memories, now lay contorted and tangled.Our thoughts are with those affected and we will continue to support in any way we can. pic.twitter.com/bhMDR1oEGN
— Martin Griffiths (@UNReliefChief) February 11, 2023
Badan bencana Turki mengatakan lebih dari 32 ribu orang dari berbagai organisasi Turki turut dalam upaya pencarian dan penyelamatan. Selain itu, juga terdapat 8.294 penyelamat internasional.

Baca juga  Hubungan China-Jepang Tegang Gara-gara Cuitan Limbah Nuklir

“Sebentar lagi, pencarian dan penyelamatan orang-orang akan memberi jalan bagi badan-badan kemanusiaan yang tugasnya menangani sejumlah besar orang-orang yang terkena dampak pada bulan-bulan mendatang,” kata Griffiths dalam sebuah video yang diunggah ke Twitter. [ah/ft]

Sumber: VOA

Share :

Baca Juga

Internasional

Greenpeace Indonesia: Tiga Fokus Isu Perubahan Iklim Jokowi Baik, Tapi Kontraproduktif

Internasional

G20 Pertimbangkan Resolusi yang Kutuk Invasi Rusia

Internasional

Puluhan Ribu Orang di Seluruh Dunia Protes Vaksin COVID-19, Lockdown

Internasional

  Muncul Laporan Benny Gantz Akan Umumkan Mundur dari Kabinet Perang Israel

Internasional

Pemerintah Kembali Kirim Bantuan untuk Pengungsi Rohingya di Myanmar

Internasional

China Pakai Vaksin Sinopharm dan CanSino untuk Lawan Covid

Internasional

Sumber: Indonesia Jadi Tuan Rumah Pertemuan Myanmar dengan PBB dan Pemerintah Bayangan

Internasional

Erdogan Setujui Pengerahan Pasukan Turki ke Qatar
error: Content is protected !!