Home / Nasional

Rabu, 22 Februari 2023 - 07:01 WIB

Menkeu Sri Mulyani, Salah Satu Kandidat Gubernur BI

 
FOTO FILE: Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani Indrawati pada Pertemuan G20 di Nusa Dua, Bali, 14 Juli 2022. (Made Nagi/Pool via REUTERS/File Foto)

FOTO FILE: Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani Indrawati pada Pertemuan G20 di Nusa Dua, Bali, 14 Juli 2022. (Made Nagi/Pool via REUTERS/File Foto)

VOA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati adalah salah satu kandidat yang dipertimbangkan untuk menjadi gubernur bank sentral Indonesia berikutnya, menggantikan pemimpin saat ini yang masa jabatannya akan berakhir pada Mei, kata media-media di Jakarta, Senin (30/1).

Di bawah undang-undang bank sentral yang baru saja direvisi, Presiden Joko Widodo harus menyerahkan setidaknya satu nama ke parlemen pada bulan Februari, guna memberikan waktu bagi anggota parlemen untuk melakukan uji kelayakan dan kepatutan bagi kandidat sebelum memilih orang terbaik untuk jabatan tersebut.

Baca juga  Keyakinan Jadi Sumber Optimisme Partai Gelora untuk Memenangi Pemilu 2024

Gubernur Bank Indonesia (BI) saat ini Perry Warjiyo juga sedang dipertimbangkan untuk masa jabatan kedua dan terakhir, kata detik.com, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya. Portal berita itu juga mencantumkan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan, Purbaya Yudhi Sadewa, dan Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, sebagai kandidat potensial lainnya.

Kumparan.com melaporkan Purbaya, Sri Mulyani, dan Warjiyo sebagai nama yang dipertimbangkan, tetapi tidak mengutip sumber apa pun.

Purbaya menolak mengomentari potensi pencalonannya saat dihubungi oleh Reuters, Senin. Kantor presiden dan nama-nama lain yang disebutkan oleh media tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Baca juga  Cabut Bendera Brigade Beringin, Sejumlah Preman Tembakan Senjata Api

Warjiyo, dalam wawancara dengan Bloomberg News pekan lalu, mengatakan ia yakin Widodo akan memilih orang terbaik untuk memimpin BI, tetapi tidak memberikan rincian.

BI telah menaikkan suku bunga sebesar 225 basis poin sejak Agustus sebagai bagian dari siklus pengetatan bank sentral pascapandemi.[ab/uh]

Sumber: VOA

Share :

Baca Juga

Nasional

Pemerintah Masih Menunggu Pengumuman Arab Saudi Perihal Izin Umrah

Nasional

Program Makan Siang dan Susu Gratis Masuk Pembahasan RAPBN 2025

Nasional

Vaksinasi Bentuk Perlindungan Lansia dari Risiko Covid-19

Nasional

Ekonom: Belanja Pemilu Tak Akan Berdampak Signifikan pada Pertumbuhan Ekonomi 2024

Nasional

BMKG Prediksi El Nino Menguat Setelah Juni 2023, Ini Penjelasannya

Nasional

Survei Indikator: Ganjar Kembali Ungguli Prabowo

Nasional

Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pemerintah Tunda Vaksin Booster

Nasional

Profil Harun Masiku Buronan KPK yang Seret Nama Sekjen PDIP Hasto,Ternyata Anak Mantan Hakim
error: Content is protected !!