Presiden AS Joe Biden isyaratkan akan maju lagi dalam pemilihan presiden tahun 2024, namun belum akan diumumkan dalam waktu dekat. Hal itu disampaikan setelah sang istri, Ibu Negara Jill Biden, mengatakan bahwa yang tersisa dalam rencana pencapresan itu hanya penentuan waktu dan tempat pengumuman.
Dalam wawancara dengan David Muir dari ABC News, Biden mengatakan bahwa sejak awal ia berniat maju lagi.
Ketika ditanya tentang pernyataan sang istri, Ibu Negara Jill Biden, kepada Associated Press bahwa yang tersisa dalam rencana pencapresan Biden hanyalah penentuan waktu dan tempat pengumuman, Biden menjawab, “Seperti apa yang akan Ibu saya bilang, “Tuhan menyayanginya (Jill Biden, red.).”
Namun Biden mengisyaratkan bahwa ia tidak terburu-buru. “Ada terlalu banyak hal yang kami harus selesaikan dalam waktu dekat sebelum saya memulai sebuah kampanye,” imbuhnya.
Ketika ditanya oleh ABC apakah ia memperhitungkan faktor usia dalam memutuskan untuk maju atau tidak, Biden menjawab, “Tidak. Tapi sah-sah saja bagi orang lain untuk mempermasalahkan usia saya. Dan satu-satunya yang bisa saya katakan adalah… lihat saja.”
Jika maju dan kembali terpilih, maka Biden akan berusia 86 tahun pada akhir masa jabatannya yang kedua. Awal bulan ini, hasil uji kesehatan ekstensif yang diambilnya menunjukkan bahwa dirinya “sehat, kuat” dan “layak untuk mengeksekusi dengan baik tugas-tugas seorang presiden.”
Dalam wawancara eksklusif dengan Associated Press di Nairobi, Kenya pada hari yang sama, beberapa jam sebelum wawancara Joe Biden dengan ABC News, Ibu Negara Jill Biden berseloroh sebelum menjawab pertanyaan AP tentang kepastian pencapresan Biden, “Berapa kali dia (Biden, red.) harus mengatakannya agar Anda percaya? Dia mengatakan dia belum selesai. Dia belum menyelesaikan apa yang dia mulai. Dan itu penting.”
Dan ketika ditanya apakah pengumuman pencapresan itu tinggal menunggu waktu dan tempat yang tepat, Jill menjawab, “Kurang lebih demikian.”
Sejauh ini, baru dua politisi partai utama di AS yang telah mengumumkan pencapresan mereka. Keduanya berasal dari Partai Republik, yaitu mantan Presiden Donald Trump pada November lalu…
“Untuk membuat Amerika kembali hebat dan jaya, malam ini saya mengumumkan pencalonan saya sebagai Presiden Amerika Serikat,” kata Trump.
…dan mantan Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley pertengahan Februari lalu. “Demi Amerika yang kuat, demi Amerika yang membanggakan, saya mencalonkan diri sebagai Presiden Amerika Serikat,” ujar Haley.
Selain keduanya, beberapa politisi Partai Republik lain yang mempertimbangkan untuk maju adalah tiga pria yang menjabat semasa pemerintahan Trump: mantan Wakil Presiden Mike Pence; mantan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo; dan mantan Penasihat Keamanan Nasional John Bolton. Sosok lain yang diperkirakan berpotensi menjadi penantang Trump adalah Gubernur Florida Ron DeSantis. [rd/jm]
Sumber: VOA







