Home / Internasional

Sabtu, 8 Juni 2024 - 13:43 WIB

  Muncul Laporan Benny Gantz Akan Umumkan Mundur dari Kabinet Perang Israel

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) dan mantan Panglima Militer Jenderal Benny Gantz

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) dan mantan Panglima Militer Jenderal Benny Gantz

JAKARTA – Anggota kabinet perang Israel, Benny Gantz, pada Jumat (7/6/2024) mengumumkan dirinya akan mengadakan konferensi pers pada Sabtu (8/6/2024).

Kantornya mengatakan, Gantz akan memberikan pernyataan kepada media pada Selasa pukul 20.40 waktu setempat (Minggu pukul 00.49 WIB) di Ramat Gan, pinggiran kota Tel Aviv.

Media Israel lalu melaporkan, Gantz kemungkinan akan mengumumkan pengunduran dirinya dari pemerintahan.

Gantz mengatakan bulan lalu bahwa ia akan mengundurkan diri dari kabinet perang jika Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tidak menyetujui rencana pascaperang untuk Jalur Gaza pada 8 Juni.

“Kabinet perang harus merumuskan dan menyetujui pada 8 Juni sebuah rencana aksi yang akan mengarah pada realisasi enam tujuan strategis yang menjadi kepentingan nasional… (atau) kami akan dipaksa untuk mengundurkan diri dari pemerintahan,” kata Gantz, merujuk pada partainya, dalam sebuah pidato yang disiarkan di televisi yang ditujukan kepada Netanyahu pada Sabtu (19/5/2024).

Baca juga  Reses Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Dapil Kalbar 1, Ketua DPRD Landak Minta POKTAN Manfaatkan Bantuan Secara Maksimal

Gantz mengatakan, keenam tujuan tersebut termasuk menggulingkan Hamas, memastikan kontrol keamanan Israel atas wilayah Palestina, dan mengembalikan para sandera Israel.

“Bersamaan dengan mempertahankan kontrol keamanan Israel, bentuklah pemerintahan Amerika, Eropa, Arab, dan Palestina yang akan mengelola urusan sipil di Jalur Gaza dan letakkan dasar bagi alternatif masa depan yang bukan Hamas atau (Mahmud) Abbas,” ujarnya, merujuk pada presiden Otoritas Palestina.

“Ini sebagai bagian dari langkah keseluruhan yang akan menciptakan aliansi dengan dunia bebas dan dunia Arab untuk melawan Iran dan afiliasinya,” ungkapnya, sebagaimana dilansir dari AFP.

Sementara itu, Partai Persatuan Nasional yang beraliran sentris mengajukan sebuah rancangan undang-undang pada minggu lalu untuk membubarkan Knesset, parlemen Israel, dan mengadakan pemilihan umum dini.

Gantz dipandang sebagai favorit untuk membentuk koalisi jika pemerintahan Netanyahu dijatuhkan dan pemilu dini digelar.

Netanyahu berada di bawah tekanan dari mitra koalisi sayap kanan, yang telah mengancam akan keluar dari pemerintahan jika ia melanjutkan kesepakatan pembebasan sandera yang digariskan oleh Presiden AS Joe Biden.

Baca juga  Pasi Log Kodim 1210/Landak Hadiri Rakor Pengendalian Inflasi Bersama Kemendagri

Gantz mengatakan minggu ini bahwa mengembalikan para sandera dari Gaza adalah sebuah “prioritas”.

Perang Gaza dipicu oleh serangan Hamas pada tanggal 7 Oktober, yang mengakibatkan kematian 1.194 orang, sebagian besar warga sipil, menurut penghitungan berdasarkan angka-angka resmi Israel.

Pasukan Hamas juga dilaporkan menyandera 251 orang, dengan 120 di antaranya masih berada di Gaza, termasuk 41 orang yang menurut militer Israel telah tewas.

Sementara itu, serangan Israel telah menewaskan jauh lebih banyak orang di Gaza, yakni mencapai sedikitnya 36.731 jwa dengan sebagian besar adalah warga sipil, menurut kementerian kesehatan yang dikelola Hamas.

Sumber: Kompas

Share :

Baca Juga

Internasional

Kebakaran Hutan di AS Meluas

Internasional

Elit Dunia Bereaksi setelah Nama Mereka disebut Dalam “Pandora Papers”

Internasional

Kommersant: Tujuh Pesawat Rusia Hancur Ditembak di Suriah

Internasional

Jelang Penarikan Mundur Pasukan AS, Biden Undang Pemimpin Afghanistan

Internasional

Jenderal AS Sangat Prihatin atas Uji Senjata Hipersonik China

Internasional

Korsel Deteksi Klaster Baru Corona di Kelab dan Bar

Internasional

Trump akan Gelar G7 di Resor Golf Miliknya Picu Kritikan

Internasional

Vaksinasi Penuh, Syarat Berkunjung ke Restoran, Tempat Kebugaran di San Francisco
error: Content is protected !!