Home / Nasional

Selasa, 7 Maret 2023 - 08:13 WIB

Solusi atas Keluhan Petani, Jokowi Akan Dirikan Pabrik Pupuk di Papua Barat

 Presiden Joko Widodo mengatakan masalah yang paling sering dikeluhkan oleh para petani saat dirinya berkunjung ke desa-desa adalah ketersediaan pupuk.

Presiden Joko Widodo mengatakan masalah yang paling sering dikeluhkan oleh para petani saat dirinya berkunjung ke desa-desa adalah ketersediaan pupuk.

Jakarta –  Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan masalah yang paling sering dikeluhkan oleh para petani saat dirinya berkunjung ke desa adalah ketersediaan pupuk. Sehingga, pemerintah berencana mendirikan kawasan industri pupuk di Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat, untuk mengatasi masalah tersebut.

Jokowi menerangkan saat ini kesulitan mendapatkan bahan baku pupuk karena Rusia dan Ukraina sebagai negara pemasok pupuk tengah berkonflik.

“Mengenai pupuk, supaya juga para petani tahu kesulitan pupuk itu terjadi di semua negara. Karena suplai bahan bakunya dari Rusia, dari Ukraina, itu mereka baru perang sehingga dunia sekarang ini kesulitan pupuk,” ujar Jokowi saat kunjungan kerja dan meninjau penerapan skema pembiayaan rantai pasok pangan berbasis koperasi di Pesantren Al-Ittifaq, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin, 6 Maret 2023.

Baca juga  Indonesia, Malaysia, Uni Eropa Rancang Panduan Aturan Deforestasi untuk Petani Kecil

Suplai yang kurang, kata Presiden Jokowi, membuat harga pupuk naik. Hal itu yang diantisipasi oleh pemerintah melalui pembukaan kembali pabrik pupuk, salah satunya Pabrik Pupuk Iskandar Muda di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam.

Pabrik tersebut ditargetkan dapat memproduksi sekitar 500 ribu ton pupuk dan Nitrogen (N) Fosfor (P) dan Kalium (K) / NPK. Namun, menurut Presiden Jokowi, jumlah itu belum cukup memenuhi kebutuhan pupuk di dalam negeri, sehingga Indonesia harus mengimpor.

“Sangat jauh dari cukup, sehingga ini perlu lagi (buka industri pupuk), mungkin tahun ini kita buka lagi industri pupuk di Papua Barat karena gasnya ada di sana. Bahan bakunya ada di sana. Tapi itupun nanti sudah dihitung juga belum cukup, masih impor,” papar Presiden.

Selain pupuk anorganik atau pupuk buatan pabrik, Jokowi mendorong petani memanfaatkan pupuk kandang yang berasal dari kotoran hewan. Pasalnya, bahan baku pupuk buatan saat ini sulit didapat.

Baca juga  Presiden Jokowi Anugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera dan Bintang Jasa bagi 71 Tokoh

“Harapan saya bagus di lapangan mulai menggunakan pupuk organik,” ujar Presiden.

Pada kesempatan itu, Presiden mengunjungi Pondok Pesantren Al-Ittifaq yang dianggap sukses menerapkan pertanian atau agribisnis di kalangan para santrinya dengan melibatkan masyarakat sekitar. Terdapat 120 komoditas yang ditanam.

Hasil dari agribisnis dijual ke pasar tradisional dan supermarket. Presiden menyambut baik agribisnis yang dikembangkan di pondok pesantren tersebut. Menurut dia, itu bisa menjadi role model bagi pondok pesantren lainnya.

Sumber: MEDCIM.ID

Share :

Baca Juga

Nasional

Ancaman Reklamasi Pesisir Surabaya Bagi Nelayan dan Lingkungan

Nasional

Jokowi Sentil Harga Minyak Goreng Naik 4 Bulan Tanpa Penjelasan

Nasional

Jenderal Dudung Jadi Ketua Dewan Pembina Badan Koordinasi Mubalig

Nasional

Situs Judi Online Turun Drastis, IWO: Kemenkominfo Harus Lanjut Berantas Judol

Nasional

Andrea Bachtiar Dipenjara hingga Dipecat Kejaksaan Agung RI

Nasional

20 Tahun UU Penghapusan KDRT, Komnas Perempuan Soroti Peningkatan Kasus Femisida

Nasional

Apresiasi Pergunu atas Langkah Prabowo Kirim 20 Ribu Pasukan: Transformasi Pesantren dan Amanah Kader Bangsa Jadi Kunci

Nasional

Kolaborasi Menteri BUMN dan Menteri Pertanian Dalam Mendukung Swasembada Pangan
error: Content is protected !!