Home / Nasional

Selasa, 14 Maret 2023 - 08:57 WIB

Populer: Rafael Alun Mangkir dari Pencopotan; Irjen Kemenkeu Jadi Komisaris BRI

JAKARTA – Rafael Alun Trisambodo mangkir dari proses pencopotannya sebagai ASN Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Berita itu menjadi salah satu yang banyak dibaca di kumparanBisnis sepanjang Senin (13/3).

Selain itu, kabar soal diangkatnya Inspektur Jenderal (Irjen) Kemenkeu, Awan Nurmawan Nuh, menjadi komisaris PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) atau BRI melalui keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) juga banyak menyita perhatian publik.

Rafael Alun Trisambodo mangkir dari proses pencopotan dirinya sebagai ASN. Staf Khusus Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo, mengatakan untuk proses pemecatan Rafael Alun secara administrasi diperlukan pemanggilan sebanyak dua kali. Mantan pejabat Ditjen Pajak itu tidak hadir pada panggilan pertama.

“Sudah dilakukan pemanggilan (Rafael Alun). Yang pertama tidak hadir karena ada kegiatan lain, Yang kedua kita tunggu dulu,” ujar Prastowo di Kantor Kemenkeu, Senin (13/3).

Baca juga  Komnas Perempuan Sambut Baik Penghapusan "Tes Keperawanan" di TNI AD

Menurut Prastowo, bila pemanggilan kedua Rafael Alun tetap tidak hadir, secara otomatis Kemenkeu bisa melakukan pemecatan tanpa harus menunggu tanda tangan SK.

Irjen Kemenkeu Jadi Komisaris BRI

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau BRI mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Senin (13/3).

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, RUPST itu memutuskan diangkatnya Awan Nurmawan Nuh sebagai Dewan Komisaris. Awan juga menduduki posisi sebagai Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan (Irjen Kemenkeu).

“Terdapat perubahan pengurus, di antaranya adalah pemberhentian Hadiyanto sebagai komisaris karena term sudah habis. Digantikan Awan Nurmawan Nuh sebagai komisaris (yang lolos) profit test dan memenuhi peraturan perundang-undangan,” ujar Sunarso dalam konferensi pers BRI virtual, Senin (13/3).

Baca juga  Presiden: Rata-Rata Kasus Aktif Indonesia Lebih Rendah dari Rata-Rata Dunia

Selain itu, RUPST tersebut juga menyetujui penggunaan laba bersih konsolidasian yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk tahun buku 2022 sebesar 85 persen atau Rp 43,49 triliun.

“Rp 43,49 triliun ditetapkan sebagai dividen tunai yang dibagikan kepada pemegang saham termasuk jumlah dividen yang telah dibagikan kepada pemegang saham pada tanggal 27 Januari 2023 sejumlah Rp 8,6 triliun,” terang Sunarso.

Sumber: KUMPARAN

Share :

Baca Juga

Nasional

Jokowi Lantik Menteri Pertanian dan Kepala Staf Angkatan Darat Baru Pagi Ini

Nasional

Mahfud Akan Bahas Soal Transaksi Rp300 Triliun di Kemenkeu dengan Sri Mulyani

Nasional

Di Konferensi Internasional, Menag Tegaskan Sikap RI Soal Yerusalem

Nasional

Tokoh Agama di Solo Raya Ingin Jaga Kerukunan Umat Beragama

Nasional

Komnas Perempuan Terima 4 Ribu Aduan Kasus Kekerasan Perempuan Sepanjang 2022

Nasional

Jokowi Setelah Purnatugas Makan Tongseng dan Gulai Kambing, Tanpa Pengawalan Ketat

Nasional

Perang Ideologi: Perempuan, Terorisme dan Deradikalisasi

Nasional

Nasib Gadis 15 Tahun Korban Pemerkosaan 11 Pria, Jalani Operasi Angkat Rahim, Pihak RS: Terguncang
error: Content is protected !!