Home / Nasional

Kamis, 16 Maret 2023 - 08:13 WIB

Bisa Saja TNI Langsung Habisi Penyandera Pilot Susi Air, Tetapi…

Bisa Saja TNI Langsung Habisi Penyandera Pilot Susi Air, Tetapi…

Bisa Saja TNI Langsung Habisi Penyandera Pilot Susi Air, Tetapi…

jpnn.com – SENTUL – Tentara Nasional Indonesia (TNI) memilih tidak langsung melakukan operasi khusus terhadap kelompok kriminal bersenjata atau KKB pimpinan Egianus Kogoya yang menyandera pilot Susi Air bernama Philips Mark Methrtens.

Menurut Kepala Dinas Penerangan TNI Laksda Kisdiyanto, sampai saat ini operasi dalam rangka pembebasan sandera di pedalaman Papua itu masih pada tahap penegakan hukum.

“Satuan TNI masih tergelar bersama Polri. Operasi tersebut bersifat penegakan hukum, bukan operasi militer,” ujar Kisdiyanto dalam acara media gathering di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (15/3).

Baca juga  ASEAN Cup U-19 2024 - Main 15 Menit Cetak 1 Gol, Indra Sjafri Tagih Janji Jens Raven

Abiturien Akademi Angkatan Laut (AAL) 1990 itu menjelaskan saat ini yang diutamakan ialah keselamatan sandera.

Oleh karena itu, opsi operasi militer belum menjadi pilihan bagi TNI.

“TNI punya pasukan khusus yang bisa mengeksekusi Egianus Kogoya dan kelompoknya, tetapi itu berisiko terhadap sanderanya,” ucap Kisdiyanto.

Baca juga  Pengurus KORPRI Unit OPD Kabupaten Landak Periode 2020-2025 Resmi Dilantik

Mantan komandan KRI Fatahillah–361 itu menambahkan saat ini upaya pembebasan Philips Mark Methrtens masih dalam tahap negosiasi.

“Jadi, operasinya (TNI) untuk membantu, bersama Polri dalam penegakan hukum,” kata Kisdiyanto. (boy/JPNN.com)

Sumber: JPNN

Share :

Baca Juga

Nasional

KPU Akan Banding Soal Putusan Penundaan Pemilu

Nasional

Mirisnya Nenek Umur 70 Tahun Nekat Jual Diri jadi Langganan Anak SD, Dibayar Rp 4 Ribu Sekali Main

Nasional

Surat Terbuka Tom Lembong dari Balik Jeruji Besi

Nasional

Survei Indikator: Ganjar Kembali Ungguli Prabowo

Nasional

Pemerintah Percepat Pengisian Jabatan ASN di Kementerian Baru, Kompetensi Jadi Kriteria Utama

Nasional

Ribuan Pengungsi di Indonesia Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti

Nasional

Mahfud Siap Klarifikasi Transaksi Mencurigakan Rp 349 Triliun Ke DPR

Nasional

Presiden Prabowo Ucapkan Selamat kepada Trump
error: Content is protected !!