Home / Politik

Rabu, 5 April 2023 - 11:12 WIB

Setuju Seperti Jokowi soal Koalisi Besar, PDI-P Beri Syarat

 Ketua DPP PDI-P Puan Maharani saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (4/4/2023).

Ketua DPP PDI-P Puan Maharani saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (4/4/2023).

Jakarta – Ketua DPP PDI-P Puan Maharani menyatakan dirinya setuju dengan wacana koalisi besar yang berisi gabungan antara Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR) untuk menghadapi Pemilu 2024.

Terlebih, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut KIB dan KIR cocok apabila bersatu.

“Ya setuju,” ujar Puan saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (4/4/2023).

Namun, Puan melempar syarat untuk wacana koalisi besar tersebut. Menurutnya, koalisi besar harus dibentuk dengan cita-cita dan visi misi yang sama untuk Indonesia.

Baca juga: Kata Golkar Soal Ajak PDI-P ke Koalisi Besar: Urus Bangsa Butuh Energi Besar

Dia menilai, ketika semua partai politik di dalam koalisi besar sepakat dengan cita-cita yang akan dicapai, maka koalisi itu bisa terbentuk.

Puan pun mengaku sudah melihat pernyataan Jokowi mengenai dukungan terhadap koalisi tersebut.

“Saya nonton di TV, Pak Jokowi menyatakan bahwa silakan para ketum parpol yang menjalankan hal tersebut, Presiden akan menjadi pendengar, itu yang saya nonton di TV,” tuturnya.

Baca juga  Partai Gelora Uraikan Secara Detil Kerugian Konstitusional dari Pelaksanaan Pemilu Serentak

“Jadi, yang terbaik untuk bangsa dan negara yang terbaik untuk rakyat, tentu PDI-P pasti akan mendukung hal tersebut,” sambung Puan.

Baca juga: Koalisi Besar Diprediksi Bakal Mentok Sepakati Cawapres

Terkait PDI-P yang tidak ikut hadir dalam pertemuan lima partai tersebut, Puan memastikan PDI-P akan hadir dalam kesempatan selanjutnya.

Sebab, kata dia, ketika KIB-KIR bertemu di markas PAN pada Minggu (2/4/2023) lalu, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri sedang berhalangan hadir.

“Jadi insya allah pada kesempatan yang lain PDI-Perjuangan akan hadir,” imbuhnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi langsung melontarkan kata “cocok” seandainya KIB dan KIR bersatu untuk menghadapi Pemilu 2024.

Adapun KIB merupakan gabungan dari Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Sementara KIR bentukan Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Baca juga: Punya Kepentingan Politik Sama, KIB-KIR Dinilai Sangat Mungkin Bentuk Koalisi Besar

“Cocok. Saya hanya bilang cocok. Terserah kepada ketua-ketua partai atau gabungan ketua partai. Untuk kebaikan negara, untuk kebaikan bangsa untuk rakyat, hal yang berkaitan, bisa dimusyawarahkan itu akan lebih baik,” ujar Jokowi usai acara “Silaturahmi Ramadhan bersama Presiden RI” yang digelar di Kantor DPP PAN, Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (2/4/2023).

Baca juga  Anis Matta: Agama dan Negara Kunci dalam Sistem Pemberantasan Korupsi

Jokowi menegaskan bahwa dirinya tidak akan ikut campur terkait penggabungan koalisi.

“Yang berbicara itu ketua-ketua partai. Saya bagian mendengarkan saja,” kata Jokowi.

Sementara itu, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto belum mau menjawab secara gamblang terkait rencana penggabungan KIB dan KIR.

Baca juga: Koalisi Besar Dinilai Sulit Terbentuk karena Terganjal Penentuan Capres-Cawapres

“Ya nanti kita lihat prosesnya, tapi yang pasti akan intens,” kata Prabowo.

Adapun acara silaturahmi yang diprakarsai PAN itu dihadiri Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan sebagai tuan rumah, lalu Ketua Umum Golkar Airlangga Hartanto, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono, dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

Sumber: Kompas

Share :

Baca Juga

Politik

Sejumlah Partai Pendaftar Pemilu 2024 Dinilai Sekadar Penggembira

Politik

Survei Indikator: Anies, Ganjar, dan Prabowo Berada Di Atas Angin

Politik

Anis Matta: Aksi Kekerasan Aparat Harus Dihentikan. Bisa Memicu Krisis Politik

Politik

DPD Golkar Landak Peringati HUT ke-61, Tegaskan Semangat Solidaritas dan Kebersamaan

Politik

Desas-desus Duet Prabowo-Ganjar untuk Saingi Anies Baswedan, PDIP Langsung Menolak: Harus Capres

Politik

Panen Padi Di Lahan Sendiri, Cornelis : Saya Langsung Memberikan Contoh

Politik

PK Moeldoko dan Anas Urbaningrum Disebut Sebagai Upaya Menjegal Anies

Politik

Prabowo Subianto Akui Terharu 4 Parpol Deklarasi Mendukungnya Jadi Capres 2024: Saya Merasa Terharu
error: Content is protected !!