Home / Nasional

Sabtu, 29 April 2023 - 06:03 WIB

Tujuh Orang Kaya Indonesia: Low Tuck Kwong Terkaya Mengalahkan Hartono Bersaudara

TEMPO.COJakarta – Melalui peringkat Real Time Billionaires, Forbes selalu merilis daftar terbaru orang terkaya di dunia, termasuk dari Indonesia. Para konglomerat Indonesia itu kebanyakan berusia di atas 60 tahun. Sumber cuan mereka berasal dari berbagai bisnis. Mulai dari perbankan, batu bara, rokok, manufaktur, petrokimia, hingga pusat data.

Berikut tujuh konglomerat yang masuk daftar orang kaya dunia versi Forbes Real Time Billionaires per 28 April 2023.

1. Low Tuck Kwong

Posisi orang terkaya di Indonesia saat ini dipegang oleh Low Tuck Kwong. Orang kaya nomor satu di Indonesia itu memiliki total kekayaan USD 31 miliar. Saat ini Low Tuck Kwong berada pada peringkat 45 orang kaya di dunia.

Low Tuck Kwong adalah pengusaha batu bara yang merupakan pendiri dari perusahaan Bayan Resources. Low Tuck Kwong juga memegang kendali atas perusahaan Metis Energy yang merupakan perusahaan energi terbarukan di singapura. Dia juga pemilik SEAX Global yang membangun sistem kabel di bawah laut untuk Singapura, Indonesia, dan Malaysia.

2. Robert Budi Hartono

Budi Hartono ada di posisi kedua daftar taipan Indonesia. Budi Hartono merupakan pemilik perusahaan rokok Djarum dan Bank Central Asia (BCA). Budi Hartono memiliki kekayaan USD 26.7 miliar. Budi berada di peringkat 55 orang kaya dunia versi Forbes.

Budi Hartono mewarisi bisnis rokok tersebut dari sang ayah, Oei Wie Gwan dan mulai mengekspornya pada 1972. Pada 1981, merek rokok Djarum Super pun diperkenalkan dan menjadi populer hingga saat ini.

3. Michael Hartono

Michael Hartono adalah saudara dari R. Budi Hartono. Bersama adiknya, Michael juga mewarisi perusahaan rokok Djarum dari ayahnya yang meninggal pada 1963. Selain sebagai pengusaha rokok, Michael juga merupakan pemilik saham terbesar di BCA dan memiliki perkebunan sawit seluas 65.000 hektar di Kalimantan Barat. Dengan total kekayaan USD 25.6 miliar, Michael Hartono berada di peringkat 57 orang kaya di dunia.

4. Sri Prakash Lohia

Sri Prakash Lohia merupakan pendiri perusahaan pembuat benang pital Indorama Corporation. Dia juga melebarkan kerajaan bisnisnya di industri petrokimia dengan membuat berbagai produk, seperti bahan baku tekstil, sarung tangan medis, hingga pupuk. Memiliki kekayaan bersih USD 7.4 miliar, Sri Prakash berada di peringkat 310 orang kaya di dunia.

5. Lim Hariyanto Wijaya Sarwono

Sumber kekayaan Lim Hariyanto Wijaya Sarwono adalah dari Harita Group. Ini merupakan perusahaan yang bergerak di berbagai bidang, mulai dari properti, perkebunan kelapa sawit, pertambangan nikel dan bauksit, kilang penyulingan alumina, batu bara, hingga ekspedisi. Dengan kekayaan bersih senilai USD 6.1 miliar, Lim Hariyanto berada pada peringkat 428 orang kaya dunia.

6. Prajogo Pangestu

Prajogo Pangestu adalah seorang pengusaha di bidang perkayuan yang sudah menggeluti bisnisnya sejak 1970-an. Dia juga meluaskan bisnisnya ke industri petrokimia dengan mengakuisisi PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. Tak hanya itu, melalui PT Petrindo Jaya Kreasi, Prajogo juga menggeluti bisnis barunya di bidang batu bara. Memiliki total kekayaan USD 6.0 miliar, Prajogo berada di perangkat 435 konglomerat dunia.

7. Dewi Kam

Dewi Kam merupakan pemilik saham minoritas di perusahaan emiten batu bara, PT Bayan Resources Tbk. Dia juga pemilik PT Sumbergas Sakti Prima (SSP) yang mengerjakan proyek PLTU Jeneponto di Sulawesi Selatan. Memiliki kekayaan USD 5 miliar, Dewi Kam berada di peringkat 549 taipan dunia.

Share :

Baca Juga

Nasional

Varian Delta Dominasi Kasus COVID di Yogya, Setengahnya Anak-Anak

Nasional

Banjir Dahsyat, Lanskap Yellowstone Berubah Drastis

Nasional

Menunggu Keseriusan Pemerintah Tuntaskan RUU Perampasan Aset

Nasional

Facebook Klaim Tutup Aplikasi Pihak Ketiga di Indonesia

Nasional

Sekjen Kemendagri Minta Pemda Tinjau Persiapan Gerakan Pangan Murah Serentak

Nasional

Soal Kasus Formula E di KPK, Anies Baswedan: Yang Tersinggung Mestinya BPK

Nasional

Jokowi: Bawaslu Tidak Boleh jadi Badan Pembuat Waswas Pemilu

Nasional

Sri Mulyani: Kita Sudah Pelajari Fenomena Jebakan Negara Kelas Menengah
error: Content is protected !!